AL-ISRAA' (5)
BALASAN BAGI ORANG YANG MENGINGINKAN DUNIA DAN YANG MENGINGINKAN AKHIRAT
Surah al-Israa’ Ayat 18-21
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut ini.
1. Terkait dengan amal perbuatan di dunia, manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu golongan yang menginginkan dunia dan yang menginginkan akhirat. Golongan pertama, Allah memberikan dunia kepada mereka sesuai dengan apa yang Allah kehendaki dan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Kemudian Allah akan menghukum mereka karena perbuatannya, mereka pun akan masuk neraka karena mereka tercela akibat buruknya perilaku dan perbuatan mereka. Ini karena mereka lebih memilih kenikmatan fana daripada kenikmatan abadi. Mereka pun akan terusir dan dijauhkan dari rahmat Allah.
AL-ISRAA' (4)
KARUNIA ALLAH DI DUNIA DAN BUKTI-BUKTI KEKUASAAN-NYA
Surah al-lsraa’ Ayat 12-17
Sebab Turunnya Ayat 15
*Ayat *(مَّنِ ٱهْتَدَىٰ)* sejumlah ulama berpendapat bahwa orang yang mendapatkan petunjuk di sini adalah *Abu Salamah bin Abdil Aswad*. Sedangkan, orang yang sesat adalah *Walid bin Mughirah*.
Ada juga pendapat bahwa ayat ini turun pada *Walid bin Mughirah* yang berkata, "Wahai penduduk Mekah, kafirlah kepada Muhammad dan sayalah yang akan menanggung dosa kalian."
AL-ISRAA' (3)
TUJUAN AL-QUR’AN
Surah al-Israa’ Ayat 9-11
إِنَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًۭا كَبِيرًۭا ٩
*Artinya*: _Sesungguhnya Al-Qur`ān ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,_
وَأَنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا ١٠
*Artinya:* _dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih._
AL-ISRAA' (2)
BANI ISRA’IL DALAM SEJARAH
Surah al-Israa’ Ayat 4-8
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas mengajarkan beberapa hal berikut.
1. Kebenaran berita Allah tentang Bani Isra’il bahwa mereka akan melakukan kerusakan dan kemaksiatan. Hal ini karena Allah dengan ilmu-Nya yang azali mengetahui bahwa Bani Isra’il adalah para pelaku penyimpangan, kerusakan dan kehancuran. Maksud dari kerusakan di sini adalah menyalahi hukum-hukum Taurat.
Hukuman terulang dua kali, juga penyelamatan dari adzab dan kehinaan juga terjadi dua kali. Ini merupakan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya karena hukuman terkadang menjadi jalan untuk perbaikan, pendidikan dan pembenahan. Juga karena keberhasilan mengatasi krisis serta terbebas dari kehinaan dan kerendahan, akan menyegarkan jiwa, memberikan kekuatan untuk membuka pintu harapan dan mengusir keputusasaan dari dalam jiwa.
Halaman 19 dari 186