SURAH AL-ISRAA'
SURAH AL-ISRAA'
MAKKIYYAH, SERATUS SEBELAS AYAT
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan surah al-Israa’ karena ia dibuka dengan mukjizat isra’ Nabi saw. pada malam hari dari Mekah ke Madinah. Surah ini juga dinamakan surah Bani Isra’il karena surah ini memaparkan kisah dua kali terasingnya mereka di muka bumi sebab kerusakan yang mereka timbulkan. Allah berfirman,
_"Dan Kami tetapkan terhadap Bani Isra'il dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."_
Hingga firman-Nya,
_"Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengadzabmu). Dan Kami jadikan neraka jahannam penjara bagi orang kafir._ *(al-Israa': 4-8)*
KEUTAMAAN SURAH
*Ahmad, at-Tirmidzi, Nasa’i*, dan yang lainnya meriwayatkan dari *Aisyah r.a*., bahwa Nabi saw. pada setiap malam membaca surah Bani Isra’il dan az-Zumar.
*Al-Bukhari* dan *Ibnu Mardawaih* meriwayatkan dari *Ibnu Mas'ud r.a.*, bahwa dia herkata tentang surah Bani Isra’il — surah ini — , surah al-Kahf, Maryam, Thaahaa dan al-Anbiyaa’, "Surah-surah tersebut termasuk surah-surah yang pertama turun dan mempunyai keutamaan karena mengandung kisah-kisah."
Maksudnya surah-surah tersebut merupakan surah-surah yang pertama turun di Mekah dan mengandung kisah-kisah.
PRESESUAIAN SURAH INI DENGAN SURAH SEBELUMNYA
Keterkaitan antara surah al-lsraa’ dengan surah an-Nahl tampak dari beberapa aspek berikut.
1. Setelah di akhir-akhir surah an-Nahl Allah SWT berfirman,
_"Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtu hanya diwajibkan atas orang (Yahudi) yang memperselisihkannya."_ *(an-Nahl: 124)*
Dalam surah al-Israa’ Allah menjelaskan tentang syari'at _Ahlus Sabt_ (orang-orang Yahudi) dan kondisi mereka. Allah juga memaparkan semua yang Dia syari'atkan kepada mereka di dalam Taurat.
*Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, bahwa dia berkata, "Sesungguhnya seluruh kandungan Taurat tercakup dalam 15 ayat yang ada di dalam surah al-Israa’."
2. Di akhir surah an-Nahl Allah SWT memerintahkan Nabi untuk bersabar menghadapi kejahatan orang-orang musyrik yang menuduh beliau berdusta, mempraktikkan sihir dan seorang penyair, maka di dalam surah ini Allah menghibur beliau, menjelaskan kemuliaan dan ketinggian derajat di sisi Allah dengan diisra'-kan. Surah ini pun dibuka dengan menyebut bahwa peristiwa isra' itu, sebuah pemuliaan terhadap beliau dan pengagungan terhadap masjid al-Aqsha yang diisyaratkan dengan kisah penghancurannya.
3. Di dalam surah an-Nahl dan al-lsraa’ dipaparkan nikmat Allah yang melimpah kepada manusia, hingga surah an-Nahl disebut sebagai surah an-Ni'am (bentuk plural dari kata ni'mat). Dan di surah al-lsraa’ dijelaskan tentang berbagai macam nikmat, baik yang umum maupun khusus, sebagaimana terdapat di dalam ayat ke 9 hingga ayat 12 dan ayat 70.
4. Allah SWT menjelaskan dalam surah an-Nahl bahwa Al-Qur’an adalah dari sisi-Nya, bukan buatan manusia. Sementara surah al-lsraa' Allah menyebutkan tentang tujuan inti dari diturunkannya Al-Qur'an tersebut.
5. Dalam surah an-Nahl, Allah SWT menyebutkan kaidah-kaidah untuk mengambil manfaat dari makhluk-makhluk yang ada di bumi. Dan di dalam surah al-lsraa', Allah menyebutkan tentang kaidah-kaidah kehidupan sosial, seperti berbakti kepada kedua orang tua dan menunaikan hak-hak para kerabat, orang-orang miskin, _ibnu sabil_ tanpa sikap kikir dan tanpa berlebihan. Juga pengharaman membunuh, zina, dan memakan harta anak yatim secara batil. Juga tentang mengepaskan takaran dan timbangan, serta menolak _taklid_ tanpa ilmu.
KANDUNGAN SURAH
1. Surah al-lsraa’ berisi kisah tentang peristiwa agung dan mukjizat besar bagi penutup para nabi dan para rasul, yaitu mukjizat isra’ dari Mekah ke Masjid al-Aqsha dalam waktu separuh malam saja. Hal ini tentunya merupakan bukti luar biasa akan kekuasaan Allah SWT serta merupakan pemuliaan terhadap nabi penutup tersebut.
2. Surah ini juga menceritakan kisah Bani Isra'il ketika mereka dalam kondisi baik dan ketika mereka melakukan kerusakan di muka bumi. Mereka dimuliakan dengan banyaknya harta dan anak ketika istiqamah di dalam ajaran Allah. Mereka terlunta-lunta dua kali di muka bumi karena pembangkangan dan kerusakan yang mereka perbuat, termasuk perusakan tempat ibadah mereka. Kemudian juga karena kerusakan yang mereka kembali lakukan dengan mengganggu Nabi saw. dan keinginan mereka mengusir beliau dari Madinah,
_"Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar dari negeri itu."_ *(al-lsraa': 76)*
3. Surah ini juga menjelaskan bukti-bukti fenomena alam yang menunjukkan kekuasaan, keagungan, dan keesaan Allah, seperti ayat,
_"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami)."_ *(al-lsraa': 12)*
4. Surah ini juga menetapkan pilar-pilar kehidupan sosial yang bertumpu pada akhlak mulia dan etika yang baik. Seperti dijelaskan dalam ayat,
_"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak."_
Hingga ayat,
_"Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah)."_ *(al-Israa’: 23-39)*
5. Surah ini juga mengecam orang-orang musyrik yang menyatakan bahwa Allah mempunyai anak-anak perempuan berupa para malaikat.
_“Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)."_ *(al-Israa': 40)*
Kemudian surah ini juga menolak keyakinan mereka tentang adanya tuhan-tuhan lain selain Allah (ayat: 41-44). Mengecam pengingkaran mereka terhadap hari kebangkitan dan dikumpulkannya seluruh manusia (ayat: 49-52) (ayat: 9899). Memperingatkan Nabi saw., jangan sampai menyetujui sebagian keyakinan orang-orang musyrik (ayat: 73-76).
6. Surah al-lsraa’ juga menjelaskan sebab tidak diturunkannya bukti-bukti indrawi yang menunjukkan kebenaran Nabi saw. (ayat: 59). Juga menjelaskan sikap keras kepala orang-orang musyrik yang mengusulkan agar diturunkan bukti-bukti kekuasaan Allah selain Al-Qur'an, seperti memunculkan aliran sungai dari dalam tanah, membuat Mekah menjadi taman dan kebun yang rindang, menurunkan kepingan-kepingan dari langit, kehadiran rombongan malaikat, rumah dari emas, dan diangkat ke langit, (ayat: 89-97).
7. Surah ini juga menjelaskan kesucian tugas Al-Qur’an dan keagungan tujuannya. Allah berfirman,
_"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (Jalan) yang paling lurus."_ *(al-Israa': 9)*
Dan Allah berfirman,
_“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman."_ *(al-Israa': 82)*
Juga menjelaskan ketidakmampuan manusia dan jin untuk mendatangkan semisal Al-Qur’an (ayat: 88), semua ini menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an.
8. Surah ini juga mendeklarasikan pemuliaan terhadap manusia, berupa perintah kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam, sementara iblis menolaknya (ayat: 61-65). Juga pemuliaan terhadap keturunan Adam serta dilimpahkannya rezeki-rezeki yang baik kepada mereka (ayat: 70).
9. Surah ini menyebutkan berbagai nikmat Allah yang agung kepada para hamba-Nya (ayat: 12-17), kemudian menyebutkan celaan terhadap mereka yang tidak mau bersyukur,
_"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa."_ *(al-Israa': 83)*
Dan termasuk nikmat yang paling istimewa adalah ruh dan kehidupan (ayat: 85).
10. Surah ini membuat perbandingan antara orang yang menginginkan kenikmatan bersifat segera di dunia ini dan menginginkan kenikmatan abadi (ayat: 18-21].
11. Surah ini menyebutkan perintah kepada Nabi Muhammad saw. untuk mendirikan shalat fardhu dan melakukan shalat Tahajjud di malam hari (ayat: 78-79). Juga cerita tentang masuknya beliau ke Madinah dan keluarnya beliau dari Mekah (ayat: 80).
12. Surah ini mengisyaratkan penggalan kisah Nabi Musa dengan Fir'aun dan Bani Isra’il (ayat: 101-104).
13. Surah ini menjelaskan tentang hikmah turunnya Al-Qur'an secara bertahap sesuai dengan peristiwa dan kejadian, (ayat: 105-106).
14. Surah ini ditutup dengan penyucian bagi Allah dari adanya sekutu, anak, penolong dan pembantu. Juga tentang Asma’ul Husna milik Allah yang kita dianjurkan untuk berdoa dengan membacanya (ayat: 110-111).
*Kesimpulan*, surah al-Israa’ ini berisi tentang penguatan pokok-pokok aqidah dan agama seperti surah-surah _Makkiyyah_ lainnya. Yaitu pembuktian tauhid, kenabian, kebangkitan kembali, tentang sosok Nabi Muhammad saw., dukungan terhadap beliau dengan berbagai mukjizat untuk menunjukkan kebenaran beliau, serta bantahan terhadap _syubhat_ (tuduhan-tuduhan) orang-orang musyrik.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
