AN-NAHL (25)
NABI IBRAHIM A.S., PENGIKUT _MILLAH_ NYA, DAN PENGAGUNGAN UMAT YAHUDI KEPADA HARI SABTU
Surah an-Nahl Ayat 120-124
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
1. Nabi Ibrahim a.s. dideskripsikan dengan sembilan sifat luhur dan mulia tentu layak diteladani. Tujuan dari pemaparan ini adalah menyeru kaum musyrikin Arab kepada _millah_ Nabi Ibrahim a.s. yang mengajak manusia kepada ajaran tauhid dan menghapus kesyirikan menuju kepada syari’at-syari'at Ilahi. Karena Nabi Ibrahim a.s. adalah moyang bangsa Arab yang mereka bangga-banggakan, mengakui jejak langkahnya yang baik dan mengakui keharusan untuk mengikutinya. Nabi Ibrahim a.s. pula yang membangun Baitul Haram yang menjadi kemuliaan dan kebanggaan mereka.
2. Nabi Muhammad saw. diperintahkan untuk mengikuti _millah_ Nabi Ibrahim a.s. pada aspek aqidah-aqidah, syari’at, dan ajaran-ajaran pokoknya berupa dakwah kepada tauhid (pengesaan Allah SWT) dan menghiasi diri dengan akhlak mulia, bukan pada aspek cabang-cabang syari’at, berdasarkan *firman Allah SWT*,
_"Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang."_ *(al-Maa'idah: 48)*
3. Ayat ini menjadi dalil tentang bolehnya orang yang lebih utama mengikuti orang yang lebih rendah tingkatannya. Karena Nabi Muhammad saw. adalah nabi yang paling utama dan beliau diperintahkan untuk mengikuti para nabi yang lain seperti yang dijelaskan dalam ayat,
_"Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka."_ *(al-An’aam: 90)*
Dan di sini, *Allah SWT berfirman*, _"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), 'Ikutilah agama Ibrahim yang lurus"_ *(an-Nahl: 123)*
4. Tidak ada dalam syari'at Nabi Ibrahim a.s. ajaran yang mengagungkan hari Sabtu, dan itu juga bukan bagian dari agama Nabi Ibrahim a.s.. Akan tetapi, penetapan hari Sabtu hanyalah sebagai bentuk perlakuan keras terhadap umat Yahudi untuk tidak beraktivitas dan tidak mencari nafkah pada hari Sabtu, disebabkan sikap mereka yang berselisih menyangkut hari Sabtu.
5. Sesungguhnya Allah SWT tidak menetapkan suatu hari tertentu yang khusus untuk beribadah. Akan tetapi, Allah SWT hanya memerintahkan untuk mengagungkan sebuah hari dalam seminggu. Lalu, umat Yahudi memilih hari Sabtu, dengan alasan karena pada hari Sabtu Allah SWT selesai menciptakan. Sedangkan umat Nasrani memilih hari Ahad, dengan alasan karena pada hari Ahad Allah SWT memulai penciptaan. Allah SWT pun mewajibkan masing-masing untuk konsisten pada pilihan hasil ijtihadnya. Adapun umat ini, dalam hal ini Allah SWT tidak memasrahkan kepada ijtihad mereka dalam memilih hari yang diagungkan, tetapi Allah SWT Yang secara langsung menetapkan dan menentukan hari Jum’at untuk umat ini, sebagai sebuah karunia dan nikmat dari-Nya. Sebaik-baik umat adalah umat Muhammad saw.
Dalam _Shahih Bukhari_ dan _Shahih Muslim_ diriwayatkan dari *Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw*. bersabda,
_“Kami adalah umat yang terakhir, ; namun kami adalah umat yang terdahulu dan terdepan pada hari Kiamat, hanya saja mereka diberi Al-Kitab lebih dulu sebelum kami. Kemudian ini (yaitu hari Jumat) adalah hari mereka yang telah ditetapkan atas mereka, lalu mereka berselisih tentangnya, Allah SWT menunjuki kami kepada hari itu, manusia adalah pengikut di belakang kami di dalamnya, yaitu umat Yahudi adalah besok (hari Sabtu) dan umat Nasrani adalah lusa (hari Ahad).”_
*Imam Muslim* meriwayatkan dari *Abu Hurairah r.a*. dan *Huudzaifah r.a., Rasulullah saw*. bersabda:
_“Allah SWT menyesatkan orang-orang sebelum kami dari hari Jumat. Untuk umat Yahudi adalah hari Sabtu, dan untuk umat Nasrani adalah hari Ahad. Lalu, Allah SWT mendatangkan kami, lalu Dia menunjuki kami kepada hari Jumat, Dia pun menjadikan hari Jumat, hari Sabtu dan hari Ahad. Dan demikian pula, mereka menjadi pengikut di belakang kami pada hari Kiamat, kami adalah umat terakhir dari penduduk dunia, namun menjadi umat yang terdahulu dan terdepan pada hari Kiamat yang diadili dan dihisab paling dahulu pada hari Kiamat sebelum yang lainnya”_
6. Sesungguhnya yang dimaksudkan dari ayat tentang hari Sabtu adalah Nabi Muhammad saw. diperintahkan untuk mengikuti yang benar. Allah SWT memperingatkan umat ini agar jangan berselisih tentangnya yang itu bisa menyebabkan Allah SWT memperlakukan mereka dengan keras seperti yang Dia perbuat terhadap umat Yahudi.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
