AL-ISRAA' (1)
PERISTIWA ISRA’ DAN DITURUNKANNYA TAURAT KEPADA NABI MUSA
Surah al-Israa’ Ayat 1-3
Sebab Turunnya Ayat tentang Isra’
Sebab turunnya ayat ini yaitu, Rasulullah saw. menyampaikan kepada orang-orang Quraisy tentang peristiwa isra’ yang beliau alami, namun mereka mendustakannya. Kemudian Allah menurunkan ayat ini sebagai pembenar bagi peristiwa isra’ tersebut.
Lebih detail, setelah kembali dari isra’ dan mi’raj. Nabi saw. pergi ke Masjidil Haram. Lalu beliau menyampaikan kepada orang-orang Quraisy tentang peristiwa isra' dan mi’raj yang beliau alami. Mereka pun sangat heran dengan apa yang beliau sampaikan karena menurut mereka hal itu tidak mungkin terjadi. Akibatnya ada sebagian orang yang sebelumnya beriman menjadi murtad. Beberapa orang pun mendatangi Abu Bakar untuk mendengarkan pendapatnya tentang cerita Rasulullah saw.. Abu Bakar berkata, "Jika dia (Nabi Muhammad saw.) yang mengatakannya, dia telah berkata benar.” Orang-orang tersebut pun dengan heran berkata kepada Abu Bakar r.a., "Kamu memercayai apa yang dia sampaikan itu?” Abu Bakar menjawab, "Sesungguhnya aku telah memercayainya pada hal yang lebih jauh dari itu.” Karena itulah Abu Bakar dijuluki *_ash-Shiddiq_*, yang membenarkan.
SURAH AL-ISRAA'
SURAH AL-ISRAA'
MAKKIYYAH, SERATUS SEBELAS AYAT
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan surah al-Israa’ karena ia dibuka dengan mukjizat isra’ Nabi saw. pada malam hari dari Mekah ke Madinah. Surah ini juga dinamakan surah Bani Isra’il karena surah ini memaparkan kisah dua kali terasingnya mereka di muka bumi sebab kerusakan yang mereka timbulkan. Allah berfirman,
_"Dan Kami tetapkan terhadap Bani Isra'il dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."_
AN-NAHL (26)
ASAS DAKWAH KEPADA AGAMA, MENGHUKUM HARUSLAH SEPADAN DAN SABAR DALAM MENGHADAPI BERBAGAI MUSIBAH
Surah an-Nahl Ayat 125-128
Sebab Turunnya Ayat 126
*Al-Hakim, al-Baihaqi* dalam _Ad-Dalaa'il_ dan _al-Bazzar_ meriwayatkan dari *Abu Hurairah r.a*., Rasulullah saw. berdiri di dekat jasad *Hamzah a.s*. ketika ia syahid, dan waktu itu jasadnya dimutilasi, lalu beliau berkata, _"Sungguh aku akan melakukan pembalasan untuk kamu wahai Hamzah dengan memutilasi tujuh puluh orang dari mereka."_ Lalu *Malaikat Jibril a.s*. turun — sedang waktu itu Rasulullah saw. masih berdiri — dengan membawa beberapa ayat penutup Surah an-Nahl *(وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ)* sampai akhir surah. Lalu Rasulullah saw. pun menahan diri dan mengurungkan keinginan beliau.
*Tirmidzi* dan *al-Hakim* meriwayatkan dari *Ubaiy Ibnu Ka’b r.a.*, ia berkata,
"Pada kejadian perang Uhud, korban dari kaum Anshar berjumlah enam puluh empat dan dari kaum Muhajirin berjumlah enam orang termasuk Hamzah r.a.. Jasad para korban itu dimutilasi oleh musuh. Lalu kaum Anshar berkata, ‘Sungguh jika kami pada suatu hari berhasil mengalahkan mereka, kami akan membalas mereka lebih dari ini.' Lalu ketika terjadi _Fathu Mekah_, Allah SWT menurunkan ayat ini, *(وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ)*
AN-NAHL (25)
NABI IBRAHIM A.S., PENGIKUT _MILLAH_ NYA, DAN PENGAGUNGAN UMAT YAHUDI KEPADA HARI SABTU
Surah an-Nahl Ayat 120-124
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
1. Nabi Ibrahim a.s. dideskripsikan dengan sembilan sifat luhur dan mulia tentu layak diteladani. Tujuan dari pemaparan ini adalah menyeru kaum musyrikin Arab kepada _millah_ Nabi Ibrahim a.s. yang mengajak manusia kepada ajaran tauhid dan menghapus kesyirikan menuju kepada syari’at-syari'at Ilahi. Karena Nabi Ibrahim a.s. adalah moyang bangsa Arab yang mereka bangga-banggakan, mengakui jejak langkahnya yang baik dan mengakui keharusan untuk mengikutinya. Nabi Ibrahim a.s. pula yang membangun Baitul Haram yang menjadi kemuliaan dan kebanggaan mereka.
Halaman 20 dari 186