AN-NAHL (20)
BEBERAPA HAL YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN; MEMBACA _TA’AWWUDZ_, _PENASAKHAN_ DAN AL-QUR'AN ADALAH DALAM BAHASA ARAB
Surah an-Nahl Ayat 98-105
Sebab Turunnya Ayat 101
Ayat ini turun ketika orang-orang musyrik mengatakan. Nabi Muhammad saw. telah menghina para sahabatnya. Hari ini, ia memerintahkan suatu hal kepada mereka, namun esoknya ia melarang hal itu bagi mereka, atau mendatangkan kepada mereka sesuatu yang lebih ringan bagi mereka. Semua itu hanyalah rekaan dan kebohongan yang ia buat-buat sendiri. Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat 101 dan ayat berikutnya.
*Sebab Turunnya Ayat 103*
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan melalui jalur *Hushain* dari *Abdullah bin Muslim al-Hadhrami*, ia berkata, "Kami memiliki dua budak, salah satunya bernama *Yasar* dan *Jabr*. Mereka berasal dari bangsa Siccilia. Mereka membaca kitab suci milik mereka dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Rasulullah saw. pernah lewat di dekat mereka, lalu mendengarkan bacaan mereka. Dari itu, orang-orang kafir mengatakan bahwa Muhammad belajar dari mereka berdua. Lalu turunlah ayat ini.
AN-NAHL (19)
AYAT YANG PALING _KOMPREHENSIF_ BAGI KAUM LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK BERAMAL SALEH
Surah an-Nahl Ayat 97
مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةًۭ طَيِّبَةًۭ ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ٩٧
*Artinya*: _Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik1# dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan._
1#- Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
AN-NAHL (18)
AYAT DALAM AL-QUR'AN YANG PALING _KOMPREHENSIF_ TENTANG KEBAIKAN DAN KEBURUKAN, PEMENUHAN JANJI, HIDAYAH, DAN PENYESATAN
Surah an-Nahl Ayat 90-96
Sebab Turunnya Ayat 91
*Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Buraidah*, ia berkata, "Ayat ini turun menyangkut _baiat_ Nabi Muhammad saw."
*Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Muzaidah bin Jabir*, bahwa ayat ini turun menyangkut _baiat_ Nabi Muhammad saw.. Waktu itu, orang yang masuk Islam melakukan _baiat_ (sumpah atau janji setia) kepada Nabi Muhammad saw. untuk teguh di atas Islam, lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini. Karena itu, lemah dan minoritasnya jumlah para sahabat Nabi Muhammad saw. dan banyaknya jumlah orang-orang musyrik, jangan sampai membuat kalian merusak baiat yang telah kalian lakukan, meskipun kaum Muslimin adalah minoritas dan kaum musyrik adalah mayoritas.
AN-NAHL (17)
ANCAMAN KEPADA KAUM MUSYRIK, KEADAAN MEREKA PADA HARI KIAMAT, MEMBANGKITKAN SAKSI ATAS MEREKA DAN KAUM MUKMIN, TIDAK ADA PERINGANAN ADZAB, DILIPATGANDAKANNYA ADZAB MEREKA, DAN BERBAGAI SESEMBAHAN MEREKA MENDUSTAKAN MEREKA
Surah an-Nahl Ayat 84-89
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Setiap nabi menjadi saksi atas umatnya tentang reaksi dan respon mereka kepada dakwahnya. Di akhirat tidak ada lagi tempat untuk berdalih dan melakukan pembelaan diri atas kesalahan dan kelalaian. Orang-orang kafir di akhirat tidak dituntut untuk mengutarakan penyesalan dan permintaan maaf kepada Tuhan mereka, karena akhirat bukanlah tempat _pentaklifan_, dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk kembali lagi ke dunia untuk bertobat.
2. Tidak ada peringanan adzab Jahannam bagi orang-orang musyrik yang zalim. Mereka semua pun masuk ke dalamnya. Mereka juga tidak diberi penangguhan, tetapi mereka dengan cepat langsung diseret dari tempatnya dalam proses hisab, karena ketika itu sudah tidak ada pertobatan lagi bagi mereka.
Halaman 22 dari 186