AN-NAHL (23)
AKIBAT DARI SIKAP KUFUR NIKMAT DI DUNIA
Surah an-Nahl Ayat 112-113
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا قَرْيَةًۭ كَانَتْ ءَامِنَةًۭ مُّطْمَئِنَّةًۭ يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًۭا مِّن كُلِّ مَكَانٍۢ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ ١١٢
*Artinya*: _Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah, merasakan kepada mereka pakaian1# kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang selalu mereka perbuat._
1#- Maksudnya, kelaparan dan ketakutan itu meliputi mereka, seperti halnya pakaian meliputi tubuh mereka.
وَلَقَدْ جَآءَهُمْ رَسُولٌۭ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ وَهُمْ ظَـٰلِمُونَ ١١٣
*Artinya*: _Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu, mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat di atas menunjukkan kewajiban beriman kepada Allah SWT dan para rasul, hanya beribadah menyembah kepada-Nya semata, bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat-Nya yang melimpah, adzab Allah pasti menimpa setiap orang yang kafir kepada Allah SWT dan durhaka kepada-Nya serta mengingkari nikmat-Nya kepada dirinya.
Ini merupakan sebuah peringatan dan ancaman bagi penduduk setiap negeri yang zalim dengan berbuat kekafiran, kedurhakaan dan kemaksiatan. Tidak ada kezaliman yang lebih besar dari kezaliman kekafiran dan kedurhakaan terhadap Allah SWT.
Adzab atau hukuman adalah sesuai dengan amal perbuatan. Ketika penduduk negeri tersebut tidak mensyukuri nikmat dan mengingkarinya, mereka pun diberi ganti dengan sebaliknya, yaitu nikmat itu dihapus dan diganti dengan bencana dan malapetaka. Mereka terjatuh ke dalam kondisi kelaparan yang sangat setelah bergelimang dalam kemak¬ muran, terjatuh ke dalam situasi ketakutan dan ketercekaman setelah berada dalam kondisi aman dan sentosa, serta terjatuh ke dalam situasi keringnya sumber-sumber penghidupan setelah berkecukupan.====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
