AL-ISRAA' (11)
MENDEBAT ORANG-ORANG YANG BERBEDA PENDAPAT SECARA LEMBUT DAN DENGAN CARA YANG TERBAIK
Surah al-Israa’ Ayat 53-55
Sebab Turunnya Ayat
Ayat 53
Diriwayatkan bahwa orang-orang musyrik sangat keterlaluan dalam menyakiti Rasulullah saw., lalu turunlah ayat ini.
Disebutkan juga bahwa Umar dicela oleh seorang musyrik, dia pun ingin menghajarnya, lalu Allah memerintahkan agar memaafkannya.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan hukum-hukum berikut ini.
1. Allah SWT di dalam ayat pertama memerintahkan seluruh Mukmin ketika berinteraksi antar mereka khususnya, untuk berperilaku baik, mengucapkan kata-kata yang lembut, rendah hati dan menghindari perselisihan yang dipancing oleh setan. Sedangkan, ketika berinteraksi dengan orang-orang kafir, maka Allah memerintahkan mereka agar ketika berdialog dan berdiskusi untuk menggunakan kata-kata dan ucapan yang terbaik untuk meyakinkan mereka. Karena setan selalu berusaha untuk merusak hubungan orang-orang dan menimbulkan permusuhan serta kebencian antar mereka. Hal ini karena setan sangat memusuhi manusia. Sebagai upaya untuk tidak memberikan kesempatan kepada setan dan dalam rangka menghemat tenaga dalam berdakwah dan menyebarkan Islam, serta untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dialog dengan non-Muslim harus logis dan tenang, jauh dari cemoohan, celaan, dan perbuatan yang menyakiti.
2. Ayat kedua: *(رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ ۖ)*
Ayat ini ditujukan kepada orang-orang musyrik, yang intinya, jika Allah berkehendak, Allah dapat memberi taufik kepada kalian untuk masuk Islam, lalu Allah akan mengasihi kalian. Allah juga dapat mematikan kalian dalam keadaan musyrik, lalu Allah akan menyiksa kalian. Ini adalah penafsiran Ibnu Juraij.
Sedangkan al-Kalbi berkata, ‘Ayat ini ditujukan kepada orang-orang Mukmin, yang intinya, jika Allah berkehendak, Allah akan mengasihi kalian dengan menjaga kalian dari orang-orang kafir Mekah. Atau jika Allah berkehendak, Allah akan menyiksa kalian dengan membuat mereka berkuasa atas kalian."
3. Rasulullah saw. tidaklah ditugaskan untuk memaksa dan mendesak orang-orang musyrik agar masuk Islam dan mencegah mereka dari kekafiran. Akan tetapi, tugas beliau hanyalah berdakwah, menyampaikan berita gembira dan menyampaikan ancaman. Beliau menyampaikan berita gembira berupa surga kepada orang yang taat kepada beliau dan menyampaikan peringatan dengan neraka kepada orang yang membangkang perintah beliau.
4. Firman Allah SWT: *(وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ)* Setelah firman Allah *(رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ ۖ)* ialah untuk menjelaskan bahwa Allah-lah Pencipta mereka dan Dia telah menciptakan mereka dengan akhlak, rupa, kondisi dan kesudahan yang berbeda-beda.
5. Para nabi tidaklah sama derajatnya, melainkan terdapat perbedaan antara mereka. Karena Allah mengutamakan sebagian mereka dari sebagian yang lain berdasarkan pengetahuan-Nya terhadap kondisi mereka. Ini sebagaimana telah kami jelaskan di dalam penafsiran tentang ayat-ayat di atas.
6. Allah SWT menurunkan Zabur kepada Dawud a.s.. Zabur adalah kitab suci yang di dalamnya tidak ada penjelasan tentang halal dan haram, hal-hal yang fardu, dan hukuman-hukuman hudud. Isi Zabur adalah doa, pujian dan pengagungan terhadap Allah. Tujuan dari penyebutan Zabur di dalam ayat di atas adalah untuk mendebat orang-orang Yahudi serta memberi tahu mereka bahwa sebagaimana Allah telah menurunkan Zabur kepada Dawud, hendaknya mereka tidak mengingkari diturunkannya Al-Qur'an al-Karim kepada Muhammad saw..===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
