*AL-KAHF (13)*
*BALASAN BAGI ORANG-ORANG KAFIR*
*Surah al-Kahf Ayat 100-106*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari rangkaian ayat-ayat di atas dapat dipahami beberapa hal berikut.
1. Kebenaran hari kebangkitan dan Padang Mahsyar dengan dikumpulkannya jin dan manusia di padang hari Kiamat dengan tiupan sangkakala yang kedua.
2. Jahannam ditampakkan dengan jelas kepada orang-orang kafir setelah seluruhnya dikumpulkan karena mereka tidak mau memikirkan bukti-bukti dari Allah yang menunjukkan wujud dan keesaanNya. Juga karena mereka tidak dapat mendengar firman Allah SWT. Mereka ibarat orang yang buta dan tuli. Ini adalah salah satu jenis hukum yang bersifat psikologis yang pedih dikarenakan kesulitan dan kesusahan yang sangat besar yang menyergap mereka.
3. Orang-orang kafir salah ketika mengira bahwa apa yang mereka lakukan dalam menjadikan sesembahan-sesembahan selain Allah, seperti Isa, Uzair, dan para malaikat, dapat memberi manfaat kepada mereka pada hari Kiamat dan bahwasanya Allah tidak akan menghukum mereka karena hal itu. Anggapan ini tidak benar sama sekali karena Allah telah menyiapkan Jahannam untuk mereka sebagai tempat tinggal.
4. Orang yang paling merugi pada hari Kiamat adalah orang-orang yang amal perbuatannya sia-sia ketika di dunia, sedangkan mereka mengira apa yang mereka lakukan dalam menyembah selain Allah adalah perbuatan yang baik. Mereka adalah orang-orang yang amal perbuatannya paling merugi. Al-Bukhari meriwayatkan dari Mush’ab, dia berkata, "Saya bertanya kepada ayahku. *(قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِٱلْأَخْسَرِينَ أَعْمَـٰلًا)* "Apakah mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah Haruriyyah (salah satu kelompok Khawarij)?' Ayahku menjawab, 'Bukan. Mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Adapun orang-orang Yahudi, mereka mendustakan Muhammad saw., sedangkan orang-orang Nasrani, mereka tidak percaya dengan surga. Mereka berkata, 'Di dalamnya tidak ada makanan dan minuman.’ Sedangkan orang-orang Haruriyyah (Khawarij) yang melanggar janji Allah setelah dibuat, maka dahulu Sa’ad menyebut mereka sebagai orang-orang fasik."
Pada hakikatnya, ayat di atas mencakup seluruh orang sesat, baik dari kalangan Ahlul Kitab maupun dari kalangan orang-orang musyrik.
5. Ayat, *(قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِٱلْأَخْسَرِينَ أَعْمَـٰلًا)* di dalam ayat ini terdapat makna yang menunjukkan bahwa sebagian orang ada yang melakukan suatu amal dan dia mengira bahwa amal perbuatannya itu baik, padahal sia-sia belaka. Yang mengakibatkan sia-sianya amal adalah rusaknya keyakinan atau riya.
6. Sebab kerugian amal perbuatan orangorang sesat adalah kafir kepada ayat-ayat Allah dan hari kebangkitan. Ini mencakup orang-orang musyrik Mekah para penyembah berhala, juga mencakup Ahlul Kitab karena keimanan mereka terhadap hari kebangkitan tercemar dan tidak benar.
7. Hukuman bagi orang-orang sesat karena perbuatan-perbuatan mereka yang tidak benar ada tiga, yaitu pertama, amal yang sia-sia, kedua, tidak memiliki kehormatan dan tidak dianggap sama sekali, dan ketiga, adzab di dalam neraka Jahannam. Sehingga tidak ada pahala dan manfaat bagi amal perbuatan mereka, Allah tidak menganggap sama sekali amal perbuatan mereka, dan mereka pun masuk ke dalam Jahannam. Ubaid bin Umair berkata, "Pada hari Kiamat, seorang laki-laki yang bertubuh besar, tinggi, banyak makan dan banyak minum didatangkan, namun di sisi Allah beratnya tidak sebanding dengan satu helai sayap lalat.”
Riwayat ini mempunyai status hukum hadits _marfu’_ (sampai kepada Rasulullah saw.) juga terdapat hadits yang semakna dengannya di dalam _Shahih_ Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah saw., beliau bersabda.
_“Sesungguhnya pada hari Kiamat ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk datang menghadap Allah. Di sisi Allah dia tidak sebanding dengan beratnya sehelai sayap lalat. Bacalah jika kalian mau, ‘Dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat.”_ *(HR Bukhari dan Muslim)*
Maknanya adalah bahwa mereka tidak memiliki pahala sama sekali. Amal perbuatan mereka dibalas dengan adzab. Sehingga tidak ada kebaikan mereka yang akan ditimbang pada hari Kiamat. Barangsiapa tidak memiliki kebaikan maka dia akan masuk neraka.
Allah SWT kembali menyebut penyebab jatuhnya adzab bagi orang-orang kafir untuk penegasan. Allah memberitahukan bahwa balasan mereka adalah Jahannam disebabkan kekafiran mereka dan pelecehan mereka terhadap ayat-ayat Allah, pendustaan terhadap para rasul Allah dan pengingkaran mereka terhadap mukijzat para nabi.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
