*THAAHAA (14)*
*PELAJARAN DARI KISAH-KISAH DI DALAM AL-QUR’AN DAN BALASAN BAGI ORANG YANG BERPALING DARI AL-QUR’AN*
*Surah Thaahaa Ayat 99-104*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut ini.
1. Di dalam kisah-kisah Al-Qur'an, berupa informasi dan kondisi umat-umat terdahulu, terdapat pelajaran dan nasihat, yang dijadikan pelajaran dan nasihat oleh orang-orang mukallaf yang berakal. Juga sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad saw., dan sebagai bukti bagi kebenaran beliau serta mukjizat lain bagi beliau.
2. Isi Al-Qur’an, semuanya adalah peringatan dan nasihat bagi semua umat, bangsa dan individu, juga merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi manusia secara umum dan bagi orang-orang Arab secara khusus serta merupakan nikmat yang agung bagi semua manusia.
3. Di samping Al-Qur'an sebagai nikmat, di dalamnya juga terdapat ancaman keras terhadap orang yang berpaling darinya, tidak beriman dengannya dan tidak mengamalkan kandungannya. Sehingga orang yang berpaling darinya menanggung dosa besar dan beban berat pada hari Kiamat karena dia akan abadi di dalam balasannya, yaitu neraka Jahannam. Sungguh, seburuk-buruk beban adalah yang mereka bawa pada hari Kiamat.
_Al-wizru_ adalah hukuman yang berat. Ia disebut _wizr_ karena beratnya hukuman tersebut bagi orang yang dihukum, diserupakan dengan beratnya beban yang dibawa seseorang. Atau karena ia adalah balasan bagi dosa.
Sifat dari hukuman [akhirat) itu, sebagaimana dapat dipahami, ada dua, yaitu: pertama: abadi, dan kedua: ia adalah hukuman yang paling buruk untuk dipikul.
4. Hari Kiamat adalah hari ketika sangkakala ditiup untuk kedua kalinya untuk dibangkitkannya manusia, dikumpulkan dan dilakukan perhitungan terhadap mereka.
5. Ditiupnya sangkakala merupakan sebab dikumpulkannya orang-orang musyrik dengan mata dan tubuh membiru karena dilanda dahaga yang sangat dan kondisi yang mengerikan yang mereka hadapi.
6. Orang-orang jahat (musyrik) para hari Kiamat saling berbisik, "Kalian tinggal di dunia ini hanya sepuluh malam." Mereka merasa tinggal di dunia ini sangat sebentar karena melihat ngerinya kondisi pada hari Kiamat. Dan orang yang paling moderat ucapannya, paling berakal dan paling berilmu ketika itu mengira bahwa mereka tinggal di dunia ini hanya satu hari, atau seperti satu hari atau lebih sebentar lagi.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
