Surah Thaahaa Ayat 105-112

*THAAHAA (15)*
 
*KONDISI BUMI, GUNUNG-GUNUNG DAN MANUSIA PADA HARI KIAMAT*

*Surah Thaahaa Ayat 105-112*

*Sebab Turunnya Ayat 105*

Ibnu al-Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Juraij, ia berkata, "Orang-orang Quraisy berkata, "Wahai Muhammad, apa yang akan dilakukan oleh Tuhanmu terhadap gununggunung ini pada Hari Kiamat?” Lalu turunlah ayat *(...وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْجِبَالِ)*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Dari ayat-ayat di atas dapat dipahami beberapa hal sebagai berikut.

1. Pada hari Kiamat gunung-gunung akan hancur lebur dengan perintah Allah SWT. Gunung-gunung tersebut akan tercerabut dari bumi, kemudian akan menjadi seperti bulu yang dihambur-hamburkan, diterbangkan oleh angin ke sana ke mari. Bekas tempat-tempat gunung itu dijadikan rata, tanpa tanaman dan tanpa bangunan. Saat itu di bumi tidak terlihat lembah, tidak terlihat tempat yang rendah dan tidak terlihat tempat yang tinggi. Dengan ini, maka Allah SWT menyebutkan tiga sifat bagi bumi ketika itu, yaitu: rata lagi datar, tidak ada tumbuhan di atasnya, serta tidak rendah dan tidak tinggi.

2. Pada hari Kiamat orang-orang berjalan di belakang pemimpin Padang Mahsyar. Mereka mengikuti Malaikat Israfil ketika meniupkan terompet. Mereka tidak bisa menghindari seruannya. Mereka tidak menyimpang dan tidak berjalan ke arah lain, melainkan segera menuju kepada penyeru tersebut dan tidak menyimpang darinya. Suara-suara pun menjadi lirih dan diam karena Allah. Sehingga tidak ada suara yang terdengar kecuali hanya bisikan yang lembut atau bisikan lirih.

3. Syafaat tidak berguna bagi seorang pun kecuali syafaat dari orang yang diberi izin oleh Allah dan Dia meridhai ucapannya dalam memberi syafaat.

4. Allah Maha Mengetahui semua urusan makhluk-Nya, apa yang mereka alami di hari Kiamat serta di dunia. Tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui zat, sifat dan ilmu Allah.

Kesimpulannya, Allah SWT memberi enam kondisi pada hari Kiamat, yaitu gunung-gunung diluluh lantakkan, orang-orang mengikuti penyeru Allah ke Padang Mahsyar yaitu Israfil yang meniup terompet, keheningan karena ketakutan dan ketundukan yang sangat sehingga yang terdengar hanya suara sangat lirih, tidak diterimanya syafaat dari para malaikat, para nabi dan yang lainnya di sisi Allah kecuali syafaat dari orang yang mendapat izin dari-Nya dan ucapannya dalam memberi syafaat diridhai oleh-Nya. Pengetahuan Allah yang sempurna tentang seluruh kondisi makhluk dan urusan mereka di dunia dan akhirat, sehingga Allah SWT mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui tentang Allah sama sekali. Ketika itu, jiwa-jiwa menjadi hina dan kerajaan serta kekuasaan menjadi milik Allah SWT semata, bukan milik yang lain.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login