Surah Thaahaa Ayat 113-114

*THAAHAA (16)*
 
*DITURUNKANNYA AL-QUR'AN DALAM BAHASA ARAB, ANCAMAN DI DALAMNYA, DAN ANJURAN AGAR RASULULLAH SAW. TIDAK TERGESA-GESA MENGHAFALNYA SEBELUM DIWAHYUKAN KEPADA BELIAU SECARA KESELURUHAN*

*Surah Thaahaa Ayat 113-114*

*Sebab Turunnya Ayat 114*

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari as-Suddi, dia berkata, "Jika Jibril turun kepada Nabi saw. membawa Al-Qur’an, beliau berusaha keras untuk menghafalnya hingga hal itu membuat beliau merasa kesulitan karena beliau takut Jibril naik ke langit sedangkan beliau belum hafal apa yang dibawa oleh Jibril tersebut." Allah lalu menurunkan ayat *(وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ)*

Di dalam Shahih Bukhari disebutkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saw. dahulu berusaha menghafalkan wahyu dengan sangat kesulitan, sehingga hal itu membuat beliau menggerak-gerakkan bibir beliau, lalu Allah menurunkan ayat ini.

Maksudnya, dahulu Nabi saw, jika Jibril mendatangi beliau membawa wahyu, maka setiap kali Jibril membacakan satu ayat, beliau ikut mengucapkannya karena beliau sangat ingin menghafal Al-Qur’an. Allah SWT mengajarkan kepada beliau untuk melakukan sesuatu yang lebih mudah dan ringan baginya agar beliau tidak merasa kesulitan.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas mengarahkan kepada hal-hal berikut.

1. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Ini merupakan satu kebanggan dan kehormatan bagi orang-orang Arab untuk selamanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT,

_"Dan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu..."_ *(az-Zukhruf: 44)*

2. Al-Qur’an mengandung ancaman, janji pahala, hukuman, pelajaran dan nasihat, yang semuanya sesuai untuk semua karakter manusia, yang baik maupun yang jahat. Hal ini agar mereka semua takut kepada Tuhan mereka, sehingga mereka tidak bermaksiat dan takut dari hukuman-Nya.

3. Allah mengagungkan Al-Qur'an dan mengagungkan diri-Nya. Setelah Allah memberi tahu hamba-hamba-Nya tentang keagungan nikmat-Nya dan tentang diturunkannya Al-Qur'an, Dia menyucikan diri-Nya dari adanya anak dan sekutu. Mahasuci Allah dari semua itu. Karena Dia¬ lah Raja yang menguasai seluruh alam. Dia- lah yang Mahabenar, Mahasuci, abadi dan tidak berubah sama sekali. Janji-Nya benar, ancaman-Nya benar, surga-Nya benar dan segala sesuatu dari-Nya adalah benar.

4. Allah mengajarkan kepada Nabi-Nya bagaimana menerima Al-Qur’an. Ibnu Abbas berkata, "Rasulullah saw. awalnya mendahului Jibril, sehingga beliau membaca Al-Qur'an sebelum Jibril selesai menyampaikan wahyu karena ingin menghafalnya dan takut lupa. Maka Allah melarang beliau dari hal tersebut dan Allah menurunkan ayat, *(وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ)*

Ini seperti firman Allah,

_“Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya."_ *(al-Qiyaamah: 16)*

5. Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk berdoa dengan firman-Nya,

_"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."_ *(Thaahaa: 114)*

Maksudnya adalah pemahaman.

Hasan al-Bashri berkata, "Ayat di atas turun tentang seorang laki-laki yang menampar wajah istrinya lalu sang istri tersebut mendatangi Nabi saw. meminta hukuman untuk suaminya sebagai balasannya. Maka Nabi saw. menetapkan hukuman balasan untuk sang suami, lalu turunlah ayat,

_“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri)..."_ *(an-Niisaa’: 34)*

Oleh karena itu, Allah berfirman *(وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًۭا)*, maksudnya, "Tambahkanlah kepadaku pemahaman dan pengetahuan." Karena Nabi saw. menetapkan hukuman balasan untuk suami perempuan tersebut, namun Allah tidak menghendakinya. Tetapi ar-Razi berkata, "Namun penafsiran ini jauh dari kebenaran."

Firman Allah SWT *(وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًۭا)* maksudnya adalah Allah SWT memerintahkan beliau langsung memohon kepada Allah agar diberi tambahan ilmu dengan diturunkannya seluruh Al-Qur’an atau dengan penjelasan apa yang diturunkan kepada beliau.

Ayat ini mengandung dorongan untuk menuntut ilmu dan terus meningkatkan pengetahuan karena ilmu adalah derajat yang paling tinggi dan lautannya sangat luas, ia tidak dapat dikuasai secara utuh oleh manusia.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login