Surah Thaahaa Ayat 83-89

*THAAHAA (12)*
 
*KISAH NABI MUSA*

*PERBINCANGAN ALLAH DENGAN NABI MUSA PADA WAKTU YANG TELAH DIJANJIKAN DAN FITNAH SAMIRI YANG MENJADIKAN PATUNG LEMBU SEBAGAI TUHAN*

*Surah Thaahaa Ayat 83-89*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut:

1. Nabi Musa tergesa-gesa sehingga meninggalkan tujuh puluh pemimpin dari kaumnya karena rindu kepada Allah dan karena ingin mendengar Kalam-Nya. Hal ini dia lakukan berdasarkan ijtihad darinya, akan tetapi ijtihadnya tersebut dia salah, sehingga dia layak mendapatkan teguran. Kemudian tergesa-gesa, walaupun secara umum tercela, akan tetapi di dalam masalah agama ia terpuji.

Allah SWT berfirman,

_"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga..."_ *(Aali'Imraan: 133)*

Nabi Musa menyebut "kerinduan dan kejujurannya" dengan "mengharapkan keridhaan" dengan berkata (وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ) aku bersegera menuju tempat yang Engkau perintahkan aku untuk mendatanginya agar Engkau ridha kepadaku.

2. Allah menguji Bani Isra'il ketika Nabi Musa tidak bersama mereka agar menjadi tampak di muka umum dan diketahui orang-orang siapa yang menunaikan perintah-Nya, meyakini keesaan-Nya dan konsisten dengan syari'at-Nya. Sedangkan, Allah, maka Dia Maha mengetahui kondisi mereka semua.

3. Samiri telah menyesatkan mereka, maksudnya mengajak mereka kepada kesesatan, atau dia menjadi penyebab tersesatnya mereka.

4. Pantas bagi Nabi Musa jika kembali dalam kondisi sangat marah dan sedih disebabkan penyembahan patung lembu yang mereka lakukan di saat dia pergi.

5. Nabi Musa langsung menegur kaumnya dengan mengingatkan mereka dengan nikmat-nikmat Allah Azzawa Jalla kepada mereka. Diantara nikmat tersebut adalah diselamatkannya mereka dari Fir'aun dan bala tentaranya, janji untuk mereka jika mereka taat kepada-Nya, janji kepada mereka bahwa Dia akan memperdengarkan firman-Nya di dalam Taurat kepada mereka melalui lisan Musa agar mereka tahu apa yang ada di dalamnya, sehingga mereka berhak mendapatkan pahala amal ibadah mereka.

Firman Allah *(أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا)* menunjukkan bahwa mereka ketika itu mengakui Tuhan, tetapi mereka menyembah patung lembu dengan penakwilan yang disebutkan oleh para penyembah berhala.

6. Tidak ada alasan bagi mereka saat melanggar janji yang belum lama mereka ikrarkan. Sesungguhnya mereka memang ingin membangkang dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menjadi sebab turunnya murka Allah kepada mereka. Mereka juga melanggar janji mereka kepada Nabi Musa untuk senantiasa taat kepada Allah hingga Nabi Musa a.s, kembali dari Bukit Thursina.

7. Mereka meminta maaf kepada Nabi Musa dengan alasan bahwa mereka terpaksa melanggar janji mereka dengan Nabi Musa untuk membebaskan diri mereka dari dosa-dosa karena telah mengambil perhiasan dari orang-orang Koptik Mesir ketika mereka ingin pergi bersama Nabi Musa. Mereka mengelabui orang-orang Koptik Mesir bahwa mereka akan berkumpul dalam pesta mereka. Kemudian mereka memasukkan perhiasan-perhiasan tersebut ke dalam api agar meleleh.

8. Ketika perhiasan orang-orang meleleh di dalam api, Samiri mengambilnya lalu membuatnya menjadi patung lembu. Dia kemudian memasukkan padanya genggaman tanah bekas kuda Iibril a.s., lalu patung itu pun menjadi seperti lembu yang besuara.

9. Samiri memalsukan realitas dan menipu Bani Isra'il dengan mengatakan kepada mereka dan para pengikutnya yang cenderung kepada perwujudan Tuhan dalam bentuk makhluk yang bertubuh, _"lni adalah tuhan kalian dan tuhan Musa, namun dia lupa untuk mengatakan kepada kalian bahwa ini adalah tuhannya."_

Hal ini dia katakan karena sebelumnya mereka telah berkata kepada Nabi Musa:

_"Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)."_ *(al-A'raaf: 138)*

10. Allah SWT mencela mimpi-mimpi dan pikiran mereka. Allah berfirman kepada mereka, _"Apakah mereka tidak merenungkan dan tidak berpikir bahwa patung lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka, juga tidak memiliki kemampuan untuk menolak keburukan dan mendatangkan manfaat. Bagaimana ia adalah tuhan?!"_ 

Adapun yang disembah Nabi Musa, Dia dapat menimpakan kesulitan, mendatangkan manfaat, memberi dan tidak memberi.

11. Firman Allah SWT: *(أَفَلَا يَرَوْنَ)* menunjukkan kewajiban berpikir tentang wujud Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam ayat lain, _"...Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka?"_ *(al-A'raaf: 148)*

Ini dekat dengan makna di dalam firman Allah SWT yang mencela para penyembah berhala, _"Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar..."_ *(al-A'raaf: 195)*===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login