Surah Thaahaa Ayat 77-82

*THAAHAA (11)*
 
*KISAH NABI MUSA*

*DITENGGELAMKANNYA FIR'AUN DAN BALA TENTARANYA DI LAUT, DAN NIKMAT ALLAH KEPADA BANI ISRAIL*

*Surah Thaahaa Ayat 77-82*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menunjukkan kepada beberapa hal berikut:

1. Allah SWT memberi anugerah kepada Bani Isra'il dengan menyelamatkan mereka dari kezaliman Fir'aun dan kaumnya. Allah mewahyukan kepada Nabi Musa untuk membuat sebuah jalan yang kering, tanpa lumpur dan air; di tengah laut. Yaitu dengan memukulkan tongkatnya pada laut tersebut lalu laut itu terbelah dan menjadi kering karena berbagai sebab yang telah Allah siapkan, seperti dengan adanya angin. Nabi Musa tidak khawatir akan tersusul oleh Fir'aun dan tentaranya, juga tidak takut akan tenggelam di dalam laut.

2. Fir'aun ikut masuk ke laut setelah mengutus satu kelompok dari bala tentaranya untuk menyusul Bani Isra'il. Ketika dia melihat tidak terjadi apa-apa pada mereka, maka dia memerintahkan seluruh bala tentaranya untuk melanjutkan perjalanan di bawah pimpinannya ke dalam laut. Fira'un bersama bala tentaranya berusaha menyusul Bani Isra'il, kemudian air laut menenggelamkan mereka semua dan tidak ada seorang pun yang selamat.

3. Fir'aun membawa kesialan bagi dirinya dan kaumnya karena dia menyesatkan mereka dari jalan yang benar dan tidak memberi petunjuk kepada kebaikan dan keselamatan. Karena dia memperkirakan bahwa Nabi Musa bersama orang-orang yang bersamanya tidak akan lepas darinya karena di hadapan mereka terdapat laut. Ketika Nabi Musa memukul laut dengan tongkatnya, muncullah dua belas jalan dan air di antara setiap jalan, berdiri tegak seperti gunung. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

_"Dan setiap belahan seperti gunung yang besar."_ *(asy-Syu'araa': 63)*

Setiap keturunan dari Bani Isra'il mengambil satu jalan. Allah memerintahkan setiap belahan air untuk saling menyilang, sehingga air-air tersebut berbentuk seperti jaring-jaringyang membuat setiap golongan Bani Isra'il dapat melihat dan mendengar pembicaraan golongan lain yang berjalan di jalan berbeda. Ini termasuk mukjizat dan tanda kekusaan Allah yang terbesar. Ketika Fir'aun datang dan melihat ada jalan-jalan yang kering di laut dan dia melihat air berdiri tegak, dia mengira bahwa hal tersebut terjadi karena wibawanya sehingga dia dan para pengikutnya masuk ke dalamnya, namun kemudian air laut menyatu dan menimpa mereka. Semua ini memerlukan adanya keimanan kepada kekuasaan Allah. 

4. Allah telah melimpahkan banyak nikmat kepada Bani Isra'il. Di dalam ayat al-lsraa': 77-82 disebutkan tiga bentuk nikmat yang dilimpahkan kepada mereka, yaitu diselamatkan dari para pengikut Fir'aun, Allah membuat perjanjian dengan mereka untuk bermunajat di sebelah kanan Gunung Thur dan diturunkan al-manna dan salwa sebagai makanan untuk mereka ketika mereka tersesat.

5. Kenikmatan harus dijaga dan disyukuri. Allah telah memudahkan bagi para hamba-Nya untuk dapat makan dari berbagai macam rezeki yang baik, halal dan nikmat. Dan kewajiban para hamba hanyalah menjaga nikmat tersebut, sehingga mereka tidak mengambil melebihi kebutuhannya. Para hamba juga wajib mensyukurinya, sehingga nikmat tersebut tidak membuat mereka bersikap boros, sombong dan melakukan kemaksiatan karena semua ini adalah kezaliman, yang artinya melampaui batas sehingga melakukan perkara yang tidak diperbolehkan.

6. Mengingkari nikmat Allah mengakibatkan turunnya murka. Barangsiapa terkena murka, hukuman, dan siksa Allah maka dia telah sengsara, celaka dan terjerumus ke dalam haawiyah, yaitu dasar jurang neraka.

7. Allah selamanya Maha Pengampun bagi orang yang bertobat dari kesyirikan, kekafiran, dan kemaksiatan, juga beriman kepada-Nya, kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari akhir, serta beramal saleh dengan menunaikan ibadah-ibadah fardhu, melakukan ketaatan, meniauhi kemaksiatan, kemudian teguh dalam keimanan hingga ajal menjemput.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login