AL-AN'AAM (31)
AL-AN'AAM: 104-107
BUKTI-BUKTI WAHYU YANG TERANG, KEMAMPUAN ALLAH UNTUK MENENTANG KEMUSYRIKAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat Al-Qur'an di atas adalah argumen-argumen yang jelas dan terang yang menunjukkan kebenaran risalah dan kenabian Muhammad saw. dan menerangkan tugas beliau, yaitu menyampaikan risalah dan memberikan peringatan, bukan dengan cara kekerasan, kekejaman, dan paksaan dan tidak pula untuk mengawasi perilaku manusia. Barangsiapa yang melihat kebaikan dan menerima dakwah Islam dan Al-Qur’an, kebaikan itu akan kembali pada dirinya sendiri dan ia akan mendapatkan keberuntungan. Barangsiapa yang tidak acuh dan tidak mau melihat hal itu, kerugiannya akan kembali pada dirinya sendiri dan ia akan mendapatkan keburukan.
AL-AN'AAM (30)
AL-AN'AAM: 100-103
SEBUTAN-SEBUTAN YANG DINISBAHKAN KEPADA ALLAH SWT (JIN, ANAK, DAN ISTRI) DAN SIFAT ALLAH YANG TIDAK DAPAT DIJANGKAU OLEH INDRA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat (وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ ٱلْجِنَّ) turun mengenai orang-orang musyrik Arab. Bentuk kemusyrikan yang mereka lakukan terhadap jin adalah dengan menaatinya, sebagaimana mereka menaati Allah SWT.
Ayat ini adalah penghinaan, pelecehan, dan bantahan kepada orang-orang musyrik yang menjadikan jin sebagai sekutu Allah. Mereka menisbahkan adanya anak laki-laki dan perempuan berdasarkan kebodohan mereka mengenai hakikat Allah SWT. Orang-orang musyrik memiliki kelompok-kelompok, yaitu sebagai berikut.
AL-AN'AAM (29)
AL-AN'AAM: 95-99
KEKUASAAN ALLAH YANG MENAKJUBKAN DI ALAM SEMESTA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas mengandung lima bukti dari adanya Allah, ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, dan kebijaksanaan-Nya. Lima bukti tersebut berikut ini.
_Pertama_, berdasarkan fenomena tumbuhan dan hewan. Allah menciptakan biji-bijian dan mengeluarkannya untuk menumbuhkan tumbuhan dan pepohonan, ia menumbuhkan tanaman dari biji yang kering menjadi lunak, segar, dan hijau, la mengeluarkan sesuatu yang kering dari tumbuhan yang hidup dan berkembang, sebagaimana yang dikatakan oleh *az-Zajjaj*. Ia mengeluarkan manusia dari air mani dan mengeluarkan air mani dari manusia, sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli tafsir seperti *al-Qurthubi*. la juga menciptakan orang yang beriman dari ayah yang kafir seperti Nabi Ibrahim dan menciptakan orang kafir dari seorang ayah yang Mukmin sebagaimana yang terjadi pada anak Nabi Nuh. Ia pula yang menciptakan orang yang maksiat dari seorang ayah yang taat dan sebaliknya, sebagaimana pendapat dari *Ibnu Abbas.*
AL-AN'AAM (28)
AL-AN'AAM: 93-94
MEMBUAT KEDUSTAAN ATAS NAMA ALLAH DAN HUKUMAN BAGI PELAKUNYA
Sebab Turunnya Ayat
*1. Ayat 93:*
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Ikrimah* mengenai *firman Allah SWT (وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ)* dia berkata, "Ayat ini turun berkenaan dengan Musailamah, sedangkan ayat, (وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ) turun mengenai Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah. Dia dulu menulis untuk Nabi Muhammad saw. Beliau membacakan kepadanya kalimat (عَزِيْزٌحَكِيْمٌ).
Lalu, *Abdullah bin Saad* menulis (غَفُوْرًرَحِيْمٌ) dan membaca di hadapan Nabi. Nabi bersabda, ‘Ya, betul.’ Kemudian, Abdullah keluar dari Islam bergabung dengan orang-orang Quraisy."
Inspirasi Qur'ani
Halaman 143 dari 248