SURAH AL-AN'AAM: 95-99

AL-AN'AAM (29)

AL-AN'AAM: 95-99

KEKUASAAN ALLAH YANG MENAKJUBKAN DI ALAM SEMESTA

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas mengandung lima bukti dari adanya Allah, ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, dan kebijaksanaan-Nya. Lima bukti tersebut berikut ini.

_Pertama_, berdasarkan fenomena tumbuhan dan hewan. Allah menciptakan biji-bijian dan mengeluarkannya untuk menumbuhkan tumbuhan dan pepohonan, ia menumbuhkan tanaman dari biji yang kering menjadi lunak, segar, dan hijau, la mengeluarkan sesuatu yang kering dari tumbuhan yang hidup dan berkembang, sebagaimana yang dikatakan oleh *az-Zajjaj*. Ia mengeluarkan manusia dari air mani dan mengeluarkan air mani dari manusia, sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli tafsir seperti *al-Qurthubi*. la juga menciptakan orang yang beriman dari ayah yang kafir seperti Nabi Ibrahim dan menciptakan orang kafir dari seorang ayah yang Mukmin sebagaimana yang terjadi pada anak Nabi Nuh. Ia pula yang menciptakan orang yang maksiat dari seorang ayah yang taat dan sebaliknya, sebagaimana pendapat dari *Ibnu Abbas.*

Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang hidup lebih mulia daripada yang mati. Oleh karena itu, Allah menggunakan redaksi kata kerja untuk jenis yang pertama, sedangkan untuk jenis yang kedua, redaksi yang dipakai adalah kata benda. Hal ini sebagai penegasan bahwa mengeluarkan yang hidup dari yang mati lebih diutamakan daripada mengeluarkan yang mati dari yang hidup.

_Kedua,_ berdasarkan fenomena perbintangan. Dengan melihat jenis ini, kekuasaan Allah terlihat lebih tampak sebab terbelahnya kegelapan malam dengan masuknya cahaya pagi merupakan bukti yang lebih besar yang menunjukkan kekuasaan-Nya daripada terbelahnya biji pada tumbuhan dan pohon. Selain itu, fenomena perbintangan juga lebih kuat pengaruhnya pada hati daripada fenomena yang ada di bumi. Dari sini, ada tiga fenomena perbintangan yang memiliki keterkaitan dengan bumi, yaitu munculnya cahaya pagi, yakni Dia yang mengeluarkan cahaya dari kegelapan dan Dia Pencipta cahaya dan kegelapan. Dia Yang Menjadikan malam sebagai waktu untuk beristirahat, dan Dia Yang Menciptakan matahari dan bulan sebagai perhitungan untuk kemaslahatan hamba. Allah SWT yang mengatur pergerakan matahari dan bulan dengan perhitungan tertentu. Semua ini adalah dalil yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaaan Allah, dan sebagai anugerah, rahmat, dan karunia dari Allah kepada makhluk.

_Ketiga,_ berdasarkan fenomena langit. Allah SWT menciptakan bintang-bintang demi kemaslahatan hamba dengan menjadikan cahayanya sebagai petunjuk selama perjalanan di kegelapan darat dan laut di saat mereka tidak melihat matahari dan bulan. Hal ini merupakan bukti akan kesempurnaan, rahmat, dan hikmah-Nya. Bintang, matahari, dan bulan juga digunakan untuk mengetahui kiblat. Selain itu, bintang-bintang juga berfungsi sebagai cahaya langit.

_"Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintangbintang."_ *(ash-Shaaffaat: 6)*

Ia juga berfungsi untuk melempar setan, 

_"Dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan."_ *(al-Mulk: 5)*

Bintang juga menjadi wasilah untuk melakukan perenungan terhadap keagungan yang ada di langit.

_“Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata,), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari adzab neraka."_ *(Aali ‘Imraan: 191)*

Sebagian ulama salaf berkata, "Barangsiapa yang meyakini adanya fungsi bintang selain dari tiga hal yang telah disebutkan, ia telah melakukan kesalahan dan berdusta atas nama Allah SWT.” Ketiga hal itu ialah Allah menjadikannya sebagai hiasan di langit, sebagai alat untuk melempar setan, dan ia dijadikan sebagai petunjuk di kegelapan darat dan laut.

_Keempat_, berdasarkan fenomena manusia. Dimulai dari penciptaan manusia dari satu jiwa—yakni Adam, penyimpanan asal usul manusia di tulang rusuk dan rahim, dan pembentukan manusia, sebagaimana firman-Nya:

_“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memerhatikan?"_ *(adz-Dzaariyaat: 21)*

Ini termasuk bukti akan keberadaan dan kesempurnaan kekuasaan dan ilmu Allah SWT.

*Kelima,* berdasarkan proses perkembangan tanaman dan jenis-jenis tanamannya, serta aneka ragam buah-buahannya, yakni penurunan hujan dari langit, ditumbuhkannya berbagai macam tumbuhan dan tanaman dengan air, penciptaan buah-buahan dan bunga-bunga yang sangat banyak, yang berbeda bentuk, warna, rasa, dan aroma. Itu semua merupakan nikmat dan karunia yang paling besar, termasuk bukti paling nyata yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Ilahi. Sungguh benar penutup dari ayat-ayat di atas.

Kami beriman kepada Allah sebagai Tuhan kami, kami mengetahui Dia adalah Yang Haq Yang nyata, kami mengetahui dengan penuh kesadaran akan keagungan dan keluasan ilmu Allah, keutamaan-Nya, dan rahmat-Nya bagi semua makhluk.

Kalau kita perhatikan, di sini, Allah menyebutkan empat macam pepohonan, yakni kurma, anggur, zaitun, dan delima. Penyebutan tanaman didahulukan daripada pepohonan sebab tanaman adalah makanan, dan buah dari pohon adalah buah-buahan yang dimakan. Makanan pokok didahulukan daripada buah-buahan. Adapun penyebutan kurma yang didahulukan daripada semua buah karena ia adalah makanan pokok bagi orang Arab. Anggur disebutkan setelah kurma karena ia adalah buah-buahan yang paling baik karena bisa dimanfaatkan sejak kondisi asam, kemudian memerah, lalu menjadi anggur.

Setelah itu, disimpan sebagai anggur kering selama setahun kemudian menjadi sirup dan cuka.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login