AL-AN'AAM (15)
AL-AN'AAM: 46-49
DI ANTARA KEKUASAAN DAN KEESAAN ALLAH SERTA MISI UTAMA RISALAH PARA RASUL
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Allah SWT telah menciptakan makhluk dan membekalinya dengan kunci-kunci pengetahuan berupa pendengaran, penglihatan, dan akal yang Allah SWT bisa merampasnya kembali dari mereka. Ketika hal itu telah dirampas, siapakah yang bisa menggantikannya? Tiada lagi harapan bersandar selain kepada Allah SWT. jika mereka diadzab tanpa disadari atau tidak yang disebabkan kekufuran dan kemaksiatan mereka, sesungguhnya keadilan Allah berhak menghukumi dan membinasakan orang-orang yang menzalimi dirinya sendiri dengan kemusyrikan kepada Allah SWT. Adapun orang-orang Mukmin yang bertakwa, mereka akan selamat dari adzab tersebut.
AL-AN'AAM (14)
AL-AN'AAM: 40-45
TEMPAT MENGADU HANYA KEPADA ALLAH SWT PADA SAAT DITIMPA KESULITAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat (قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ) merupakan hujjah tak terbantahkan bagi orang-orang musyrik. Ayat ini sebuah perumpamaan bagus yang digunakan dalam berargumentasi dengan mereka. Di saat tertimpa musibah, mereka mengadu kepada Allah dan pada hari Kiamat mereka akan kembali kepada-Nya. Lantas, mengapa kemusyrikan ini terus terjadi pada saat kondisi mereka sejahtera? Padahal, pada saat mereka sedang kesulitan, mereka meninggalkan berhalanya dan menyeru kepada Allah SWT agar menghilangkan adzab dari mereka? Semua ini menunjukkan adanya pengakuan dari mereka terhadap Allah SWT.
Di antara wujud sifat belas kasih Allah SWT kepada hamba-Nya adalah adanya peringatan dari Allah mengenai kondisi umatumat terdahulu yang bisa diambil pelajaran dan nasihat. Sesungguhnya, Allah SWT mendidik hamba-hamba-Nya dengan kesengsaraan (harta benda) dan kesulitan (yang menimpa badan) serta dengan apa saja yang dikehendaki oleh-Nya,
AL-AN'AAM (13)
AL-AN'AAM: 38-39
KESEMPURNAAN ILMU DAN KUASA ALLAH SWT SERTA TIDAK ADA KELALAIAN DALAM AL-QUR'AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Aliah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu dan Maha Penyayang terhadap semua makhluk. Semua hewan yang merayap dan burung-burung yang terbang merupakan sebuah kelompok, sebagaimana manusia dalam kapasitasnya sebagai makhluk Allah SWT. Ia juga menanggung rezeki mereka, maka selayaknya kita tidak berbuat zalim terhadap hewan-hewan tersebut ataupun memperlakukannya sewenang-wenang melewati batas yang telah diperintahkan Allah SWT.
*Az-Zajjaj* mengatakan bahwa maksud dari *firman-Nya (إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا)* adalah persamaan dalam penciptaan, rezeki, kematian, kebangkitan setelah mati, dan pembalasan.
AL-AN'AAM (12)
AL-AN'AAM: 36-37
PENOLAKAN ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW. DAN PERMINTAAN MEREKA AGAR NABI MENURUNKAN MUKJIZAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Wujud nyata dari sebuah respons terhadap dakwah Nabi Muhammad saw. adalah dengan mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dengan penuh perhatian, pemahaman, dan keinginan untuk mendapatkan kebenaran. Ini adalah jalan orang-orang Mukmin yang mau menerima apa yang mereka dengar, mengambil manfaat dan mengamalkannya.
Adapun sikap berpaling dari dakwah disebabkan indra yang tak dipergunakan. Mereka tidak mendengar dengan penuh perenungan dan tidak memahami ayat-ayat dengan penuh ketundukan dan pengamatan. Jadi, mereka menjadi seperti orang-orang mati karena hati mereka yang mati, bukan kematian fisik. Ini adalah jalan orang-orang kafir.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 147 dari 248