AL-AN'AAM (13)
AL-AN'AAM: 38-39
KESEMPURNAAN ILMU DAN KUASA ALLAH SWT SERTA TIDAK ADA KELALAIAN DALAM AL-QUR'AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Aliah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu dan Maha Penyayang terhadap semua makhluk. Semua hewan yang merayap dan burung-burung yang terbang merupakan sebuah kelompok, sebagaimana manusia dalam kapasitasnya sebagai makhluk Allah SWT. Ia juga menanggung rezeki mereka, maka selayaknya kita tidak berbuat zalim terhadap hewan-hewan tersebut ataupun memperlakukannya sewenang-wenang melewati batas yang telah diperintahkan Allah SWT.
*Az-Zajjaj* mengatakan bahwa maksud dari *firman-Nya (إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا)* adalah persamaan dalam penciptaan, rezeki, kematian, kebangkitan setelah mati, dan pembalasan.
Dengan demikian, ayat ini menunjukkan kepada kita pentingnya untuk mempelajari tabiat-tabiat hewan serta berusaha mengambil manfaat darinya karena semua yang ada di bumi diciptakan untuk kemaslahatan dan kemanfaatan kita.
*Firman Allah SWT (ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ)* mengindikasikan dalil adanya balasan bagi hewan-hewan yang kelak akan dikumpulkan pada hari Kiamat, sebagaimana dikumpulkannya manusia pada hari tersebut. *Imam Muslim* meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya bahwa *Rasulullah saw. bersabda.*
لَتُؤَدَّنَّ الْحُقُوقُ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
_“Setiap hak pasti akan diberikan kepada pemiliknya pada hari Kiamat, hingga qishas pun diberlakukan bagi domba yang tidak mempunyai tanduk dari domba yang bertanduk.”_ *(HR Muslim)*
*Firman Allah SWT (كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا صُمٌّۭ وَبُكْمٌۭ)* menjadi dalil bahwa semua umat dari golongan hewan dan lainnya diberikan petunjuk untuk kemaslahatan dirinya. Adapun orang kafir tidak diberikan petunjuk dan kemanfaatan dari pendengaran serta penglihatan mereka, mereka berada dalam kegelapan kekufuran dan kehinaan.
Adapun *firman Allah SWT (مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضْلِلْهُ )* menunjukkan indikasi bahwa kesesatan dan hidayah menuju Islam tergantung pada kehendak Allah SWT dan sesuai dengan ilmuNya, hikmah-Nya, dan pengetahuan-Nya yang bersifat azali terhadap kondisi seluruh insan. Allah SWT berkehendak dan menginginkan adanya kesesatan bagi orang kafir agar di situ terlaksana keadilan-Nya. Akan tetapi, Allah tidak memerintahkan pada kesesatan, namun justru mengajaknya untuk beriman. Allah berkenan memberikan hidayah bagi orang Mukmin yang menjalankan agama Islam agar terwujud kasih sayang-Nya. Adapun kalimat dalam ayat ini merujuk kembali pada orang-orang yang berdusta, sebagian dari mereka adalah orang yang disesatkan-Nya, dan sebagian lagi adalah orang yang mendapat hidayah-Nya.
*Imam ar-Razi* berkata, "Berdasarkan dalil ini, menjadi jelas bahwa Allah SWT tidak menghendaki kesesatan ini kecuali bagi orang yang berhak mendapat balasan siksa, sebagaimana Allah SWT tidak berkenan memberikan hidayah kecuali bagi orang-orang Mukmin." Adapun kehendak pada hidayah dan kesesatan, meski hanya disebutkan secara global dalam ayat ini, ia telah dijelaskan secara rinci pada ayat-ayat lainnya. Dengan demikian, penjelasan secara global dalam ayat ini harus ditafsirkan sesuai dengan penjelasan yang bersifat rinci yang terdapat dalam ayat lainnya. Dengan kata lain, keglobalan yang masih samar bisa ditafsirkan dalam keterangan yang lebih jelas dan interpretatif.
Sementara itu, dalil dalam *firman Allah SWT (مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَـٰبِ مِن شَىْءٍۢ ۚ)*, terdapat perbedaan pendapat dalam penafsiran kata _al-Kitaab_. Pendapat _pertama_ mengatakan bahwa yang dimaksud dengan _al-Kitaab_ adalah _al-Kitaab al-Mahfuzh di alam arsy_. Di situ, terdapat ayat yang menunjukkan bahwa ilmu Allah mencakup seluruh makhluk, baik secara global maupun terperinci, sebagaimana sabda Rasul saw. yang diriwayatkan oleh *imam ath-Thabrani:*
جَفَّ الْقَلَمُ بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
_“Garis ketetapan alam semesta ini telah tercatat hingga hari Kiamat.”_ *(HR ath-Thabrani)*
Adapun pendapat _kedua_ yang dipelopori oleh *imam ar-Razi* mengatakan bahwa yang dimaksud dengan _al-Kitaab_ adalah _*Al-Qur’an*_. Di situ, mencakup ayat-ayat yang menunjukkan kesempurnaan syari'ah dan kandungan Al-Qur’an terhadap semua dasar hukum-hukum dan prinsip-prinsip Islam serta etika beragama.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
