AL-AN'AAM (7)
AL-AN'AAM: 20-24
PENGETAHUAN AHLI KITAB MENGENAI NABI MUHAMMAD SAW., SIKAP DUSTA MEREKA TERHADAP ALLAH DAN PENGINGKARAN ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP KEMUSYRIKAN MEREKA DI AKHIRAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menampilkan dua contoh atau dua sikap dari orang-orang kafir.
*Pertama*, Ahli Kitab — orang-orang Yahudi dan Nasrani — mengetahui sifat Nabi Muhammad saw., kebenaran agamanya, kejujurannya, dan risalahnya. Namun, mereka adalah kaum yang membangkang, menjerumuskan diri sendiri, dan menyia-nyiakan kemaslahatan mereka.
*Kedua*, orang-orang musyrik adalah para penyembah berhala. Di antara mereka ada yang menjadikan Isa sebagai tuhan atau anak Allah. Mereka adalah kaum yang zalim karena membuat-buat kedustaan terhadap Allah dengan menisbahkan kepada-Nya apa yang bukan hak-Nya juga karena pengingkaran mereka terhadap mukjizat dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan Allah dan kebenaran Muhammad saw.. Pada hari Kiamat, mereka semua, baik orang-orang musyrik. Ahli Kitab maupun orang-orang munafik, akan dikumpulkan. Mereka ditanya dengan pertanyaan penghinaan dan pengingkaran yang mengungkap kejelekan bukan meminta penjelasan mengenai sekutu Allah yang mereka sangka sebagai pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah.
AL-AN'AAM (6)
AL-AN'AAM: 17-19
KEKUASAAN ALLAH DALAM MENYINGKAP BAHAYA DAN KESAKSIANNYA ATAS KEBENARAN NABI SERTA BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG MUSYRIK MENGENAI PAHAM _POLITEISME_
Sebab Turunnya Ayat 19
*Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas,* dia berkata, "An-Nahham bin Zaid, Qarum bin Ka’b, Bahri bin Umar mendatangi Rasulullah kemudian berkata, ‘Wahai Muhammad, kami tidak mengetahui ada Tuhan selain Allah.’ Lalu beliau bersabda, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah karena itulah aku diutus dan untuk itulah aku berdakwah." Lalu, Allah menurunkan ayat itu sesuai ucapan mereka (قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَـٰدَةًۭ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ شَهِيدٌۢ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ).
AL-AN'AAM (5)
AL-AN'AAM: 12-16
DALIL-DALIL LAIN MENGENAI PEMBUKTIAN KEESAAN DAN HARI KEBANGKITAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini mengukuhkan pokok-pokok aqidah yang mencakup tauhid, hari kebangkitan, balasan, dan kenabian. Ini adalah dalildalil yang dijadikan sebagai hujjah untuk membungkam orang-orang musyrik yang ingkar. Pertama-tama dengan menampilkan pengakuan akan adanya Allah yang mereka mengakui hal itu dan mengakui bahwa pencipta langit dan bumi adalah Allah. Kalaupun mereka tidak mengakui hal itu, ada hujjah yang akan membantah pengingkaran mereka.
AL-AN'AAM (4)
AL-AN'AAM: 10-11
NASIB AKHIR ORANG-ORANG YANG MENGOLOK-OLOK DAN MENDUSTAKAN
TAFSIR DAN PENJELASAN
Kaum yang terdahulu telah memperolok-olok para nabi mereka yang mulia, ini adalah redaksi berbentuk sumpah, sebagaimana *firman Aliah SWT:*
_"Dan setiap kali seorang rasul datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokannya.”_ *(al-Hijr: 11)*
Ini adalah sikap permusuhan terhadap sebuah proses perbaikan, dakwah, tauhid, dan sikap istiqamah. Jadi, sikap seperti ini tidak hanya ditunjukkan oleh orang-orang kafir Quraisy. Balasan bagi mereka dan orang-orang yang bersikap sama dengan mereka adalah adzab yang akan meliputi mereka.
Ini juga adalah sebuah bimbingan bagi Nabi Muhammad saw. berupa penjelasan tentang sunnatullah terhadap orang-orang yang mendustakan agama. Ia juga menjadi penyejuk hatinya agar ia tidak merasa sedih serta menjadi kabar gembira kepadanya berupa kemenangan dan hasil akhir yang baik. Allah SWT telah membinasakan lima pembesar Quraisy dalam satu hari. Ini adalah karunia yang dianugerahkan Allah kepada Nabi-Nya dengan *firman-Nya:*
Inspirasi Qur'ani
Halaman 149 dari 248