AL-AN'AAM (5)
AL-AN'AAM: 12-16
DALIL-DALIL LAIN MENGENAI PEMBUKTIAN KEESAAN DAN HARI KEBANGKITAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini mengukuhkan pokok-pokok aqidah yang mencakup tauhid, hari kebangkitan, balasan, dan kenabian. Ini adalah dalildalil yang dijadikan sebagai hujjah untuk membungkam orang-orang musyrik yang ingkar. Pertama-tama dengan menampilkan pengakuan akan adanya Allah yang mereka mengakui hal itu dan mengakui bahwa pencipta langit dan bumi adalah Allah. Kalaupun mereka tidak mengakui hal itu, ada hujjah yang akan membantah pengingkaran mereka.
Jika telah nyata bahwa apa yang ada di langit dan bumi adalah kepunyaan Allah SWT dan Dia adalah pencipta semuanya, baik berdasarkan pengakuan dari mereka maupun dengan adanya hujjah kepada mereka, dengan begitu, Allah SWT juga berkuasa untuk menyegerakan turunnya siksa dan membangkitkan mereka kembali setelah mati. Namun, Allah SWT telah menetapkan rahmat (kasih sayang) atas diri-Nya sebagai bentuk anugerah dan karunia dari-Nya. Oleh karena itu. Dia memberi penangguhan kepada manusia sampai mereka sadar kembali. Ini adalah bentuk belas kasih dari Allah kepada orang-orang yang berpaling dan tidak mau menyambut-Nya. Selain itu, hal ini adalah penegasan dari-Nya bahwa Dia Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, tidak menyegerakan hukuman bagi mereka dan menerima tobat mereka.
Di antara bentuk rahmat dari Allah adalah adanya penangguhan sampai hari Kiamat dan pemberian informasi kepada manusia tentang pengumpulan mereka pada hari Kiamat untuk memberi pahala bagi orang-orang yang taat dan menyiksa orang-orang yang durhaka. Peringatan dini ini adalah rahmat dari Allah kepada hamba-hamba-Nya sebab ketika mereka mengetahui bahwa mereka tidak bisa lepas dari hisab, mereka akan berpikir, mem¬ perbaiki amal, dan memperbaiki keimanan mereka.
Kemudian, Allah mencela orang-orang yang merugi, yaitu mereka yang tidak peduli terhadap apa yang dikehendaki oleh ilmu dan akal sehat berupa keimanan dan sikap istiqamah dalam agama dan syari'at Allah. Orang-orang yang merugi itu—karena telah memilih sikap kufur—adalah orang-orang yang tidak beriman.
Di antara hujjah terhadap orang-orang musyrik ialah bahwa semua yang diam dan apa yang bergerak di alam ini merupakan milik Allah. Ibnu Abbas berkata, "Sebab turunnya ayat (وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِى ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ) adalah karena orang-orang kafir Mekah mendatangi Rasulullah saw., lalu berkata, 'Kami mengetahui bahwa ada yang kau inginkan dari apa yang kau lakukan, kami kumpulkan harta kami untukmu agar engkau menjadi orang yang paling kaya di antara kami dan engkau berhenti berdakwah.’” Lalu, turunlah ayat ini. Maksudnya ialah *Allah SWT berfirman*, _"Berilah kabar kepada mereka bahwa segala sesuatu adalah milik Allah. Dia berkuasa untuk memberiku kekayaan."_
Jika dalil-dalil yang menunjukkan adanya Tuhan sudah jelas, setiap manusia wajib untuk menyembah-Nya dan menjadikan-Nya sebagai pelindung dan penolongnya dalam rangka merealisasikan kemaslahatan dan melindungi diri dari bahaya, serta pasrah dan tunduk kepada perintah-perintah-Nya. Dialah yang memberi rezeki dan memberi makan. Dialah yang memberikan karunia bukan yang penerima karunia. Selain itu, semua manusia dilarang melakukan kemusyrikan dan menjadikan sekutu dan perantara antara dirinya dan Allah.
Setiap manusia wajib memiliki rasa takut kepada adzab Allah pada hari Kiamat sebab ia adalah adzab yang pedih. Barangsiapa yang selamat darinya, dia telah diliputi rahmat dan pertolongan dari Allah. Ini adalah keberuntungan dan keselamatan terbesar bagi manusia. Ya Allah, jadikanlah diriku, keturunanku, bapakku, ibuku, keluargaku, dan guru-guruku termasuk orang-orang yang beruntung.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
