AL-AN'AAM
SURAH AL-AN'AAM
[MAKKIYYAH, SERATUS ENAM PULUH LIMA AYAT]
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan *al-An'aam* karena ada penyebutan kata *al-An'aam* di dalamnya yaitu pada ayat (وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ نَصِيبًۭا) dan (وَقَالُوا۟ هَـٰذِهِۦٓ أَنْعَـٰمٌۭ وَحَرْثٌ حِجْرٌۭ لَّا يَطْعَمُهَآ إِلَّا مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ)
*TURUNNYA SURAH DAN KEUTAMAAN SURAH*
Surah ini turun sekaligus karena mengandung pokok-pokok aqidah. *Ibnu Abbas* berkata, "Surah al-An'aam turun secara utuh di Mekah pada malam hari. Pada saat turun, ada tujuh puluh ribu malaikat yang disertai dengan membaca tasbih. Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"نَزَلَتْ عَلَيَّ سُورَةُ الْأَنْعَامِ جُمْلَةً وَاحِدَةً، يَشِيعُهَا سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، لَهُمْ زَجَلٌ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّحْمِيدِ."
_"Telah turun kepadaku surah al-An'aam satu surah sekaligus. Dia diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat. Mereka mengucapkan tasbih dan tahmid.”_
Hal ini disebabkan, surah ini mengandung dalil-dalil tauhid, keadilan, kenabian, hari akhir, dan bantahan terhadap madzhab yang batil dan sesat. Namun, demikian, mungkin saja sebagian ayat-ayatnya adalah madaniyyah, lalu beliau memerintahkan sahabat untuk meletakkannya di surah *al-An'aam.*
*PERSESUAIAN SURAH INI DENGAN SURAH SEBELUMNYA*
Masing-masing dari surah *al-Maa’idah* dan *al-An'aam* berisi bantahan terhadap sikap dan aqidah dari Ahli Kitab, sebagaimana disebutkan di dalamnya hukum-hukum yang terkait dengan makanan yang diharamkan dan binatang sembelihan serta bantahan terhadap kaum Jahiliyyah mengenai pengharaman beberapa binatang ternak dengan maksud mendekatkan diri kepada berhala-berhala.
*KANDUNGAN SURAH*
Para ulama berkata bahwa surah ini pokok-pokok bantahan terhadap orang-orang musyrik dan ahli bid'ah serta orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan. Ini menyebabkan surah ini turun secara utuh dalam satu kali penurunan sebab ia mengandung makna yang sama meskipun memiliki redaksi yang bervariasi. Surah ini menjadi sandaran utama _ulama mutakallimin_ dalam membangun pokok-pokok agama karena di dalamnya ada ayat-ayat yang memiliki makna yang kuat dalam menolak paham _Qadariyyah_.
Surah ini memiliki kandungan yang sama dengan surah-surah _Makkiyyah_ yang lain. Ia memerhatikan pokok-pokok aqidah dan keimanan, di antaranya pembuktian ketuhanan, wahyu, dan risalah, serta kebangkitan, dan balasan setiap amal. Terkait dengan pemantapan aqidah, surah ini bersandar pada pokok-pokok di atas melalui dua metode, yaitu _at-taqriir_ dan _at-talqiin_.
Metode _at-taqriri_ yaitu dengan cara pemaparan dalil-dalil atas keberadaan Allah dan keesaan-Nya dalam bentuk hal-hal yang bersifat aksiomatis, baik dengan menggunakan redaksi yang jelas bahwa penciptaan adalah hak Allah SWT,
_“Segala puji bagi Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi."_ *(al-An'aam: 1)*
maupun dengan menggunakan _dhamir gaib_,
_“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah."_ *(al-An'aam: 2)*
_“Dan Dialah Allah (yang disembah di langit maupun di bumi."_ *(al-An'aam: 3)*
_“Dan Dialah yang berkuasa atas hambahamba-Nya.”_ *(al-An'aam: 18)*
_“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)."_ *(al-An'aam: 73)*
_“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari."_ *(al-An'aam: 60)*
Adapun metode _at-talqiin_ adalah penyampaian argumen-argumen yang diajarkan kepada Rasulullah saw. agar disampaikan kepada para musuh. Hal itu dengan cara tanya jawab, seperti:
_“Katakanlah (Muhammad), 'Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?’ Katakanlah, 'Milik Allah.'Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya."_ *(al-An'aam: 12)*
_“Katakanlah (Muhammad), 'Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?' Katakanlah, 'Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu."_ *(al-An'aam: 19)*
_“Katakanlah (Muhammad), 'Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?"_
_“Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?’ Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat."_ *(al-An'aam: 37)*
Secara umum kandungan dari surah ini adalah sebagai berikut.
1. Pembuktian pokok-pokok aqidah melalui cara yang argumentatif, melalui diskusi, debat, dan jawaban terhadap pertanyaan. Misalkan saja tentang keberadaan Allah, keesaan-Nya, sifat-sifat-Nya, dan tanda keagungannya yang tampak pada diri manusia dan alam semesta, serta pengaruh aqidah terhadap amal perbuatan.
2. Pembuktian kenabian, risalah, wahyu, dan sanggahan terhadap tuduhan orang-orang musyrik dengan dalil-dalil logika, ilmiah, dan indrawi.
3. Pembuktian adanya kebangkitan, hisab, dan balasan untuk setiap amal pada hari kiamat. Jika amal itu baik, balasannya baik. Jika amal itu jelek, balasannya jelek.
4. Penjelasan pokok-pokok agama, akhlak, etika sosial atau sepuluh wasiat yang ditetapkan dalam setiap risalah Ilahi.
5. Ajaran agama sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw. adalah sama dalam hal pokok, sarana, dan tujuannya. Membeda-bedakan mereka, mengimani sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain, dan memisahkan ajaran mereka dalam beberapa madzhab dan pendapat pribadi adalah sikap yang bertabrakan dengan pokok agama.
6. Kebahagiaan dan kesengsaraan serta balasan di akhirat terhadap perbuatan yang baik dan buruk bergantung pada amal perbuatan manusia.
7. Manusia merupakan bagian dalam aturan dan takdir Ilahi. Mereka beramal dengan kehendak dan ikhtiar. Tidak ada tekanan atau paksaan dan tidak ada benturan antara iradah Allah dan kasab (usaha) manusia sebab takdir Allah artinya menyelaraskan antara akibat dengan sebabnya sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya.
8. Keadilan Ilahi menghendaki adanya perbedaan derajat antarumat dan individu. Allah akan membinasakan orang-orang yang zalim, memberi nikmat orang-orang yang taat, dan memberikan kemampuan kepada orang yang paling layak untuk mewarisi kehidupan.
9. Allah adalah sumber penetapan hukum yang menghalalkan dan mengharamkan. Jadi, manusia tidak berhak membuat-buat hukum dengan mengatasnamakan Allah.
10. Manusia harus mengambil pelajaran dan hikmah dari umat-umat yang terdahulu yang telah mendustakan para rasul. Mereka juga harus memerhatikan alam untuk dijadikan sebagai bukti atas kekuasaan Allah, ilmu-Nya, dan keagungan-Nya.
11. Dalam kehidupan ini, manusia berada dalam perlombaan, persaingan, dan ujian. Hal ini agar menjadi jelas mana orang yang berbuat kerusakan dan mana orang yang berbuat kebaikan. Balasan dari Allah berlaku bagi semua makhluk. Allah SWT membiarkan, tetapi tidak melalaikan agar manusia bertobat dan memperbaiki keadaannya. Rahmat Allah mencakup segala sesuatu.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
