SURAH AL-MAA'IDAH: 116-120

AL-MA'IDAH (41)

AL-MAA'IDAH: 116-120

SIKAP BERLEPAS DIRI NABI ISA TERHADAP SANGKAAN ORANG-ORANG NASRANI MENGENAI KETUHANANNYA DAN KETUHANAN IBUNYA

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat yang berbunyi dalam bentuk tanya jawab ini adalah sebuah pengajaran dan pengarahan, sekaligus hinaan dan ancaman kepada kaum Nasrani yang menjadikan Isa sebagai tuhan. Mereka mengklaim bahwa ibunya memiliki unsur kesucian dan ketuhanan karena telah melahirkan Isa sehingga ia adalah bagian darinya. Orang yang pertama mengingkari klaim ini adalah Isa sendiri. Dia tidak berhak mengakui apa yang bukan menjadi haknya. Dengan kata lain, dia adalah makhluk yang diciptakan bukan tuhan, ia adalah hamba dan manusia bukan zat yang disembah. Kalau saja dia mengklaim ketuhanan untuk dirinya dan ibunya, pasti Allah lebih mengetahui hal itu. - تَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِى وَلَآ أَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِكَ ۚ - ; Engkau mengetahui apa yang aku sembunyikan, sementara aku tidak mengetahui apa yang Kau sembunyikan. Engkau mengetahui apa yang aku ketahui, sementara aku tidak mengetahui apa yang Engkau ketahui. Engkau mengetahui rahasiaku dan apa yang terdapat dalam hatiku yang telah Kau ciptakan, sementara aku tidak mengetahui sama sekali apa yang menjadi rahasia-Mu, hal-hal yang gaib dan ilmu-Mu.

Nabi Isa tidak mengatakan kecuali apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembah-Nya semata. Allah adalah pemilik kehendak yang mutlak dan iradah yang sempurna dalam memberi pahala kepada siapa pun yang Dia kehendaki dan menghukum siapa pun yang Dia kehendaki.

Pada hari Kiamat, manusia tidak akan mendapatkan manfaat kecuali karena kejujurannya selama di dunia karena amal yang ikhlas untuk Allah, dan karena sikapnya yang meninggalkan kebohongan pada Allah dan rasul-Nya. Pada hari Kiamat, hanya kejujuran iman saja yang akan memberikan manfaat kepada mereka meskipun ia juga bermanfaat baginya di setiap hari sebab dengan begitu berarti ia mendapatkan pahala dari Allah.

Pahala orang-orang yang jujur adalah kekal di dalam surga, serta kenikmatan yang terdapat sungai yang mengalir dari bawah kamar-kamar dan pohon-pohonnya. Kerajaan langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya adalah milik Allah, bukan Isa maupun makhluk yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa Isa adalah hamba Allah, milik Allah, dan makhlukNya. Yang dinamakan dengan _ubudiyyah_ ialah manakala manusia sadar bahwa ia makhluk yang diciptakan oleh-Nya.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login