SURAH AL-MAA'IDAH: 112-115

AL-MA'IDAH (40)

AL-MAA'IDAH: 112-115

PEMBERIAN HIDANGAN KEPADA BANI ISRAEL SESUAI DENGAN PERMINTAAN _HAWARIYYIN_ (PENGIKUT-PENGIKUT NABI ISA)

إِذْ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةًۭ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۖ قَالَ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ١١٢

*Artinya*: _(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ʻIsa berkata, "Hai ʻIsa putra Maryam, bersediakah Tuhan-mu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" ʻIsa menjawab, "Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman"_

قَالُوا۟ نُرِيدُ أَن نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَن قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ ١١٣

*Artinya*: _Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu"._

قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةًۭ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًۭا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةًۭ مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ١١٤

*Artinya*: _ʻIsa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkau-lah pemberi rezeki yang paling utama"._

قَالَ ٱللَّهُ إِنِّى مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَن يَكْفُرْ بَعْدُ مِنكُمْ فَإِنِّىٓ أُعَذِّبُهُۥ عَذَابًۭا لَّآ أُعَذِّبُهُۥٓ أَحَدًۭا مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ ١١٥

*Artinya*: _Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia"._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Kisah mengenai hidangan ini adalah nikmat kesembilan dari nikmat-nikmat yang disebutkan dan dianugerahkan oleh Allah kepada Nabi Isa dan kaumnya. Pendapat jumhur dan ini yang benar bahwa hidangan itu benar-benar turun, berdasarkan firman Allah SWT ( إِنِّى مُنَزِّلُهَا  ۖ). Hidangan itu turun kepada mereka pada hari Ahad pagi dan malam. Oleh karena itu, mereka menjadikan hari Ahad sebagai hari raya. Itu adalah tanda yang nyata mengenai kekuasaan Allah dan pengabulan-Nya terhadap doa hamba yang ikhlas. Hal itu juga menunjukkan kebenaran kenabian Isa bahwa dia adalah hamba dan utusan Allah sebab kalau dia adalah Tuhan, dia tidak perlu meminta sesuatu kepada siapa pun. Permintaannya kepada Allah dan terkabulnya doa tersebut adalah bukti lain mengenai posisinya sebagai hamba dan manusia, serta menunjukkan ketergantungan dan kebutuhannya kepada Allah. Di sisi lain, hal ini supaya orang-orang Nasrani mengetahui kebatilah ucapan dan anggapan mereka bahwa Isa adalah tuhan.

Yang mendorong _Hawariyyun_ untuk meminta turunnya hidangan tersebut ada empat sebab:

1. Kebutuhan untuk makan. Pasalnya, setiap kali Nabi Isa berpergian, ia diikuti oleh lima ribu orang atau lebih. Sebagian mereka adalah para sahabatnya dan sebagian lagi hanya ikut-ikut saja dan mengejeknya. Pada suatu hari, dia keluar ke suatu tempat, lalu mereka berada di tempat yang tandus, sementara mereka tidak mempunyai biaya. Kemudian, mereka merasakan kelaparan dan berkata kepada Hawariyyun, "Katakan kepada Isa supaya dia berdoa agar diturunkan hidangan dari langit kepada kami.” Lalu Syam’un — pemimpin Hawariyyun — mendatangi Nabi Isa dan memberi tahu bahwa orang-orang meminta agar ia berdoa supaya diturunkan hidangan dari langit kepada mereka. Nabi Isa berkata kepada Syam'un (ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ). Syam’un mengabarkan hal itu kepada kaum, lalu mereka berkata kepada Syam'un, "Katakan kepadanya (نُرِيدُ أَن نَّأْكُلَ مِنْهَاَ).

*Al-Mawardi* mengatakan bahwa *firman Allah SWT (نُرِيدُ أَن نَّأْكُلَ مِنْهَا )* maksudnya ialah kami mendapatkan keberkahan dari hidangan itu, bukan karena ada kebutuhan. Ini lebih mungkin sebab kalau mereka membutuhkan makanan, mereka tidak dilarang untuk meminta.

2. Mendapatkan ketenteraman hati karena Allah SWT mengutus Nabi Isa sebagai nabi kepada mereka.

3. Untuk mengetahui bahwa Isa adalah utusan Allah, yakni bertambahnya keimanan kepadamu dan pengetahuan akan risalahmu.

4. Sebagai kesaksian bahwa itu adalah tanda keagungan yang berasal Allah SWT dan menjadi dalil dan bukti akan kenabian dan kebenaran risalahmu. Walaupun sudah diturunkan hidangan dari langit dan mereka sudah diberikan anugerah oleh Allah, mereka tetap mengingkari nikmat itu. Akhirnya, mereka dikutuk menjadi kera dan babi. Ibnu Umar berkata, "Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari Kiamat adalah orang-orang munafik, orang-orang kafir yang mendapatkan hidangan dari langit dan keluarga Fir'aun.

*Allah SWT berfirman (فَمَن يَكْفُرْ بَعْدُ مِنكُمْ فَإِنِّىٓ أُعَذِّبُهُۥ عَذَابًۭا لَّآ أُعَذِّبُهُۥٓ أَحَدًۭا مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ)*.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login