SURAH AL-AN'AAM: 1-3

AL-AN'AAM (1)

AL-AN'AAM: 1-3

DALIL-DALIL AKAN KEBERADAAN ALLAH DAN KEESAAN-NYA SERTA KEBANGKITAN

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Tujuan dari ayat-ayat ini adalah penyampaian dalil-dalil yang menunjukkan keberadaan Allah SWT, keesaan-Nya sebab langit dan bumi diciptakan dengan ukuran-ukuran yang tepat yang hal itu hanya bisa dilakukan oleh Zat yang benar-benar mampu melakukannya. Dialah Allah.

Dari ayat-ayat ini bisa disimpulkan hal-hal berikut ini.

1. Allah SWT adalah Zat yang berhak mendapatkan semua bentuk pujian atas nikmat-nikmat-Nya yang banyak yang tidak bisa dihitung atau dikira.

2. Penegasan ketuhanan Allah. Semua pujian hanya milik Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya.

3. Pemaparan dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan, ilmu, dan kehendak Allah dengan menginformasikan penciptaan langit dan bumi. Dialah yang membuat, berinovasi, berkreasi, dan menciptakannya. Kata _al-Khalqu_ mempunyai makna _al-Ikhtira'_ (membuat sesuatu yang baru). Ia juga memiliki makna penetapan kadar (ukuran). Kedua makna tersebut terkandung dalam kata _al-Khalqu_. Ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa langit dan bumi bersifat baru (bukan qodim). Allah SWT mengangkat langit tanpa tiang, menjadikannya rata tanpa ada cacat. Allah menjadikan di dalamnya matahari dan bulan sebagai tanda kekuasaan-Nya, Dia menghiasinya dengan bintang-bintang. Ia letakkan awan di langit sebagai tanda kebesaran-Nya. Ia membentangkan bumi serta menumbuhkan karunia dan tumbuhan di dalamnya. Ia tebarkan berbagai macam binatang, Ia tancapkan gunung-gunung yang kukuh dan jalan-jalan yang luas di muka bumi, Ia juga mengalirkan di dalamnya sungai-sungai dan membelah lautan. Mata air dan sumur-sumur terpancar dari bebatuan. Semua itu menunjukkan keesaan dan keagungan kekuasaan-Nya. Setelah menciptakan hal-hal yang pokok dan inti, lalu Ia menciptakan hal-hal lainnya, seperti menciptakan kegelapan.

4. Orang-orang kafir mengingkari nikmat Allah padahal hanya Allah-lah yang menciptakan semua ini. Mereka membuat tandingan dan sekutu untuk Allah. Penggunaan kata *(ثُمَّ)* menunjukkan buruknya perbuatan orang-orang kafir. Pasalnya, makna ayat tersebut adalah _"Penciptaan langit dan bumi telah nyata, tanda-tanda kebesaran-Nya sudah jelas, kenikmatan-Nya sangat tampak, namun setelah itu, mereka semua menyekutukan Tuhan mereka.”_

5. Permulaan penciptaan manusia berasal dari tanah sebab maksud dari *firman Allah (ُهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن طِينٍۢ)* adalah *Adam*, sedangkan manusia yang lain adalah keturunannya. Cabang (keturunan) akan selalu dikembalikan pada pokoknya.

Penjelasan mengenai penciptaan manusia setelah penjelasan mengenai matahari dan bumi adalah penjelasan mengenai penciptaan alam yang besar setelah penciptaan alam yang kecil, yakni manusia. Allah menjadikan apa yang ada di dalam diri manusia berasal apa yang ada di alam yang besar ini. Dengan demikian, semua manusia diciptakan dari tanah dan air yang hina, sebagaimana *firman Allah SWT.*

_"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim)"_ *(al-Mu’minuun: 12-13)*

6. Allah SWT menentukan ajal dunia dan ajal hari kiamat. Ajal manusia ditandai dengan kematian dan kebangkitan. Manusia tidak mengetahui kapan dia mati, kapan dia dibangkitkan. Maksud dari *firman Allah (ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلًۭا)* Dia memutuskan ajal, yakni ajal dunia atau kematian, sedangkan *firman Allah (وَأَجَلٌۭ مُّسَمًّى عِندَهُۥ )* permulaan hari Kiamat dan akhirat.

7. Allah Yang Mahaagung adalah zat yang disembah di langit dan di bumi. Dialah satu-satunya yang mengatur keduanya. Dialah yang mengetahui rahasia hamba dan apa yang mereka tampakkan di langit dan di bumi. Tidak ada yang samar bagi-Nya. Meskipun demikian, kita harus tetap menjaga kaidah bahwa Allah SWT tidak butuh untuk bergerak, berpindah-pindah, dan menempati sebuah tempat. Allah mengetahui _(al-Kasbu)_ kebaikan dan kejelekan yang dilakukan oleh manusia. _Al-Kasbu_ ialah perbuatan untuk mendapatkan suatu manfaat atau menolak bahaya. Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan Allah tidak disebut _kasab_.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login