AL-AN'AAM (3)
AL-AN'AAM: 7-9
PEMBANGKANGAN ORANG-ORANG KAFIR DAN PENOLAKAN ATAS PERMINTAAN MEREKA KEPADA NABI UNTUK MENURUNKAN KITAB ATAU MENGUTUS MALAIKAT
Sebab Turunnya Ayat
*1. Ayat 7:*
*Al-Kalbi* mengomentari ayat (وَلَوْ نَزَّلْنَا) bahwa orang-orang musyrik Mekah berkata, "Wahai Muhammad, demi Allah, kami tidak mengimanimu sampai engkau mendatangkan kepada kami kitab dari sisi Allah disertai dengan empat malaikat yang menyaksikan bahwa ia berasal dari Allah dan kamu Rasulullah." Oleh sebab itu, turunlah ayat ini.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ayat ini turun mengenai *an-Nadhr bin al-Harits, Abdullah bin Abi Umayyah, dan Naufal bin Khuwailid* ketika mereka mengatakan
AL-AN'AAM (2)
AL-AN'AAM: 4-6
SEBAB KEKUFURAN MANUSIA TERHADAP AYAT-AYAT ALLAH DAN ANCAMAN SIKSA TERHADAP MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Sikap orang-orang kafir terhadap dakwah para nabi identik dengan keberpalingan, pembangkangan, sikap abai dan tidak peduli, serta cemoohan dan hinaan, ini bukanlah ciri orang yang berakal sebab mereka hanya mendasarkan pada taklid kepada pendahulu tanpa perenungan dan pemikiran.
Contoh nyata dari sikap tersebut adalah mereka tidak mau memperhatikan ayat-ayat yang seharusnya menjadi dalil atas keesaan Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi, baik itu berupa ayat Al-Qur’an, mukjizat Nabi Muhammad saw. yang menjadi penegas kebenaran risalah Nabi saw. seperti terbelahnya bulan maupun berupa fenomena alam yang menjadi petunjuk akan keharusan kita untuk mengakui dan mengimani Allah Yang Esa, Maha Qadiim, Mahahidup yang tidak membutuhkan segala sesuatu, Ia Zat yang Mahakuasa, tidak bisa dikalahkan oleh apa pun. Maha Mengetahui kondisi para nabi dan sikap kaum mereka dan lainnya.
AL-AN'AAM (1)
AL-AN'AAM: 1-3
DALIL-DALIL AKAN KEBERADAAN ALLAH DAN KEESAAN-NYA SERTA KEBANGKITAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Tujuan dari ayat-ayat ini adalah penyampaian dalil-dalil yang menunjukkan keberadaan Allah SWT, keesaan-Nya sebab langit dan bumi diciptakan dengan ukuran-ukuran yang tepat yang hal itu hanya bisa dilakukan oleh Zat yang benar-benar mampu melakukannya. Dialah Allah.
Dari ayat-ayat ini bisa disimpulkan hal-hal berikut ini.
1. Allah SWT adalah Zat yang berhak mendapatkan semua bentuk pujian atas nikmat-nikmat-Nya yang banyak yang tidak bisa dihitung atau dikira.
2. Penegasan ketuhanan Allah. Semua pujian hanya milik Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya.
AL-AN'AAM
SURAH AL-AN'AAM
[MAKKIYYAH, SERATUS ENAM PULUH LIMA AYAT]
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan *al-An'aam* karena ada penyebutan kata *al-An'aam* di dalamnya yaitu pada ayat (وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ نَصِيبًۭا) dan (وَقَالُوا۟ هَـٰذِهِۦٓ أَنْعَـٰمٌۭ وَحَرْثٌ حِجْرٌۭ لَّا يَطْعَمُهَآ إِلَّا مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ)
*TURUNNYA SURAH DAN KEUTAMAAN SURAH*
Surah ini turun sekaligus karena mengandung pokok-pokok aqidah. *Ibnu Abbas* berkata, "Surah al-An'aam turun secara utuh di Mekah pada malam hari. Pada saat turun, ada tujuh puluh ribu malaikat yang disertai dengan membaca tasbih. Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"نَزَلَتْ عَلَيَّ سُورَةُ الْأَنْعَامِ جُمْلَةً وَاحِدَةً، يَشِيعُهَا سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، لَهُمْ زَجَلٌ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّحْمِيدِ."
_"Telah turun kepadaku surah al-An'aam satu surah sekaligus. Dia diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat. Mereka mengucapkan tasbih dan tahmid.”_
Inspirasi Qur'ani
Halaman 150 dari 248