SURAH AL-AN'AAM: 33-35

AL-AN'AAM (11)

AL-AN'AAM: 33-35

KESEDIHAN NABI MUHAMMAD SAW. KARENA BERPALINGNYA KAUMNYA DAN PENJELASAN MENGENAI PENDUSTAAN TERHADAP PARA RASUL DAHULU

Sebab Turunnya Ayat 33

*At-Tirmidzi dan al-Hakim* meriwayatkan dari *Ali* bahwa *Abu Jahal* berkata kepada *Nabi Muhammad saw:*

"إِنَّا لَا نُكَذِّبُكَ، وَلَكِنْ نُكَذِّبُ مَا جِئْتَ بِهِ."

_“Sesungguhnya kami tidak mendustakanmu, tapi kami mendustakan apa yang kamu bawa.”_ *(HR at-Tirmidzi dan al-Hakim)*

Lalu, Allah menurunkan ayat (فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَـٰكِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ). Hadits ini diriwayatkan juga Abu Maisarah.

*As-Suddi* berkata, *al-Akhnas bin Syuraiq* bertemu dengan *Abu Jahal*. Ia berkata kepada Abu jahal, "Wahai Abui Hakam, kabarkanlah kepadaku tentang Muhammad, apakah dia orang yang jujur atau pendusta? Di sini tidak ada yang mendengar ucapanmu selain aku." Abu Jahal berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Muhammad itu orang yang jujur dan tidak pernah berdusta. Namun, jika Bani Qushai menguasai panji perang, urusan pengairan zamzam, hijabah (pemegang kunci Ka'bah), nadwah (tempat berkumpul orang-orang Mekah), dan kenabian, lantas apa yang didapatkan orang-orang Quraisy yang lain?" Lalu, Allah menurunkan ayat ini.

Berdasarkan hal ini, dua riwayat ini sepakat bahwa ayat ini turun mengenai *Abu Jahal*. *Muqatil* berkata, "Ayat ini turun mengenai al-Harits bin Amir bin Naufal bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab. Dia selalu mendustakan Nabi saw. saat ia di depan umum. Jika dia bersama keluarganya, dia berkata, 'Muhammad bukanlah pendusta. Aku menilainya bahwa dia orang yang jujur." Lalu, Allah menurunkan ayat ini.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Pada hakikatnya, orang-orang kafir yang memusuhi dakwah Nabi Muhammad saw. menilai bahwa Rasulullah adalah orang yang jujur lagi terpercaya. Mereka tidak pernah menjumpai kedustaan atau pengkhianatan pada diri Nabi. Oleh karena itu, mereka tidak menisbahkan kedustaan kepada Nabi dalam perkara keduniaan. Namun, mereka menilai bahwa berita-berita gaib, keimanan terhadap kebangkitan, dan hari pembalasan amal yang dibawa oleh Nabi adalah dusta dan tidak realistis. *Ar-Razi* berkata, "Secara zahir ayat ini menghendaki bahwa mereka tidak mendustakan Nabi Muhammad saw., namun mereka mengingkari ayat-ayat Allah." Kemudian, *ar-Razi* menyebutkan tentang empat hal yang menjelaskan bahwa mereka tidaklah mendustakan Nabi dan mereka adalah pembangkang.

1. Mereka tidak mendustakan Nabi di saat menyendiri, tetapi mereka mendustakannya saat berada di depan umum dan mereka mengingkari Al-Qur’an dan kenabian.

2. Mereka tidak mengatakan bahwa Nabi pembohong karena mereka telah berinteraksi dengannya sejak lama. Mereka tidak menemukan kedustaan dalam diri beliau. Mereka menamakannya _al-Amin_ (orang yang terpercaya), namun mereka mengingkari kebenaran, kenabian, dan risalah. Mereka meyakini bahwa itu adalah ilusi darinya bahwa ia adalah utusan dari sisi Allah SWT.

3. Kaummu tidak mendustakanmu. Mereka hanya mendustakan-Ku. Pasalnya, pengingkaran terhadap rasul berarti sebuah pengingkaran terhadap Zat yang mengutusnya. Meskipun ada mukjizat-mukjizat yang menguatkan dakwah Nabi, mereka tetap mendustakannya. Sikap tersebut termasuk pendustaan terhadap ayat-ayat (tanda kekuasaan atau mukjizat) Allah yang menguatkan posisi Nabi.

4. Mereka tidak mendustakanmu, tetapi mereka mengingkari petunjuk dari mukjizat yang membenarkan risalah Nabi. Mereka mengatakan bahwa semua mukjizat adalah sihir. Dengan demikian, mereka mendustakan semua nabi dan rasul.

Dukungan dan hiburan kepada Nabi dan perintah untuk bersabar sebagaimana Allah memerintahkan hal itu kepada semua rasul adalah perkara yang penting demi kesuksesan dan kemenangan dakwah. Dalam ayat ini ada kabar gembira kepada Rasulullah saw. sekaligus sebagai hiburan kepada Nabi bahwa Allah SWT akan memenangkannya atas kaum-kaum yang mendustakan dan zalim.

Janji Allah berupa kemenangan kepada para rasul dan orang-orang Mukmin serta ancaman-Nya kepada orang-orang kafir, orangorang fasik, dan orang-orang yang maksiat tidak pernah keliru. Itu adalah prinsip umum yang dikehendaki yang sesuai dengan rasa keadilan dan sebuah tuntutan akan adanya pembedaan antara orang-orang yang taat dan orang-orang yang bermaksiat.

Adapun upaya-upaya untuk mewujudkan tuntutan dan usulan orang-orang musyrik tanpa melalui jalan Allah, ia akan berujung pada kegagalan. Pasalnya, semua mukjizat yang ditampakkan di tangan Nabi atau Rasul sesuai dengan iradah dan izin Allah. Kalau tidak demikan, hal itu tidak akan terjadi.

Hidayah adalah hak preogratif Allah. Jika Dia berkehendak, Allah akan memberi hidayah semua manusia dengan menciptakan mereka dalam keadaan beriman. Demikian halnya kekafiran mereka adalah dengan kehendak Allah. Jadi, besarnya keinginanmu atas keislaman kaummu dan upayamu untuk menyambut tuntutan dan usulan mereka janganlah membuatmu termasuk dalam orang-orang yang bodoh terhadap aturan Allah. Janganlah kamu sedih atas kekufuran mereka sehingga kamu menyerupai orang-orang bodoh. Janganlah engkau terlalu bersedih hati atas kekufuran mereka sebab kamu tidak mampu memberi mereka hidayah.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login