SURAH AL-AN'AAM: 25-26

AL-AN'AAM (8)

AL-AN'AAM: 25-26

BEBERAPA SIKAP ANGKUH ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP AL-QUR'AN

SEBAB TURUNNYA AYAT

*1. Ayat 25:*

*Ibnu Abbas* berkata, "Abu Sufyan bin Harb, Walid bin Mughirah, Nadhr bin Harits, Utbah, dan Syaibah anak-anak Rabi’ah, Umayyah dan Ubayy anak-anak Khalaf mendengarkan Rasulullah saw.. Lalu, mereka berkata kepada an-Nadhr, 'Wahai Abu Qutailah, apa yang dikatakan Muhammad?’ Dia berkata, 'Demi Allah, aku tidak mengetahui apa yang dia katakan. Hanya saja aku melihatnya menggerakkan kedua bibirnya mengatakan sesuatu. Dia hanya mengucapkan dongeng-dongeng orang-orang dahulu sebagaimana aku pernah ceritakan kepada kalian tentang umat abad-abad yang lampau." Nadhr memang banyak bercerita tentang umat abad-abad yang lampau. Dia menceritakan hal itu kepada suku Quraisy dan mereka merasakan keindahannya. Dengan demikian, Allah menurunkan ayat ini.

*2. Ayat 26:*

*Al-Hakim* dan lainnya meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, dia berkata, "Ayat ini turun mengenai Abu Thalib. Dia melarang orang-orang musyrik untuk menyakiti Rasulullah saw., sementara dia sendiri menjauhi apa yang dibawa Nabi."

*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Said bin Hilal*, dia berkata, "Aku mendatangi paman-paman Nabi Muhammad saw., mereka ada sepuluh orang. Mereka adalah orang-orang yang paling keras penentangannya, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.’’

Setelah menuturkan riwayat *Hakim, Muqatil* berkata, "Hal itu di saat Nabi Muhammad saw. ada di sisi Abu Thalib dan mengajaknya masuk Islam. Lalu, orang-orang Quraisy menemui Abu Thalib dan mereka menghalangi permintaan Nabi. Lalu, Abu Thalib berkata, ‘Demi Allah, mereka tidak akan menyentuhmu meskipun mereka berkumpul sampai aku masuk ke tanah dikubur.

Maka, sampaikan agamamu dengan terang-terangan, kamu tidak perlu khawatir. Berilah kabar gembira dan tenanglah. Engkau membawa agama terbaik bagi manusia. Kalau bukan karena cacian atau ancaman pemutusan hubungan, kamu pasti akan mendapatiku menerima agama itu dengan terang-terangan.’"

Lalu Allah menurunkan ayat ini.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini adalah pelajaran dan nasihat mendalam yang layak untuk mendapatkan perhatian dan perenungan sebab alangkah sengsaranya manusia yang terhijab dari kebenaran, terbawa oleh kegelalapan hawa nafsu, dan terseret dalam ombak kesesatan.

Orang-orang kafir itu adalah orang-orang yang cerdas. Mereka adalah para pemimpin yang mendengar dan memahami. Namun, tatkala mereka tidak bisa mengambil manfaat dari apa yang mereka dengar serta tidak tunduk pada kebenaran, mereka dalam posisi orang yang tidak mendengar dan tidak memahami.

Allah SWT mengabarkan sikap-sikap angkuh dan bantahan mereka terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Tatkala mereka melihat bulan terbelah, mereka mengatakan bahwa ini adalah sihir.

Ketika mereka melihat bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat yang memiliki sastra yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahasa dan ucapan mereka, mereka berkata, "Ini adalah dongeng-dongeng orang terdahulu.”

Sikap orang-orang kafir ini menampakkan semua bentuk kejelekan, keburukan, dan aib. *Firman Allah SWT (وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِن)* berlaku umum untuk semua orang-orang kafir. Mereka melarang untuk mengikuti Nabi Muhammad saw. dan mereka sendiri menjauhinya. Tidak cukup dengan berpaling, mereka juga menghalangi manusia dari dakwah Islam. Dengan demikian, mereka telah menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam kebinasaan. Pasalnya, mereka terus-menerus dalam kekafiran dan mereka juga mengemban dosa dari orang-orang yang mereka halangi.

Adapun sikap Abu Thalib, Allah-lah yang Maha Mengetahuinya. Dalam sebuah riwayat yang masyhur disebutkan dari Abu Hurairah ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. berkata kepada pamannya,

“Ucapkan, La Ilaha Illallah (Tiada Tuhan selain Allah), aku akan menjadi saksi untukmu dengan ucapanmu itu pada hari Kiamat." Abu Thalib berkata, "Kalau sekiranya bukan karena cacian orang-orang Quraisy kepadaku yang mengatakan Abu Thalib melakukan hal itu karena gelisah,' pasti aku menurutimu." Lalu Allah menurunkan ayat,

_"Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki."_ *(al-Qashash: 56)*.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login