AL-AN'AAM (43)
AL-AN'AAM: 145- 147
MAKANAN YANG DIHARAMKAN ATAS KAUM MUSLIMIN DAN DIHARAMKAN ATAS KAUM YAHUDI
Sebab Turunnya Ayat 145
*Abdu bin Humaid* meriwayatkan dari *Thawus*, dia berkata, "Kaum Jahiliyyah mengharamkan banyak hal dan menghalalkan banyak hal." Oleh sebab itu, turunlah ayat tersebut.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
*Ayat (قُل لَّآ أَجِدُ فِى مَآ أُوحِىَ إِلَىَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍۢ يَطْعَمُهُۥٓ)* menunjukkan pengharaman empat hal, yaitu bangkai, darah yang mengalir, daging babi, dan binatang yang disembelih untuk berhala. Karena ayat ini adalah ayat Makkiyyah, makna dan isinya terbatas pada empat hal tersebut. Maknanya ialah katakan wahai Muhammad aku tidak menemukan pada apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan, kecuali empat hal ini, bukan yang kalian haramkan dengan hawa nafsu kalian. Pada waktu itu, tidak ada yang diharamkan dalam syari'at, kecuali keempat hal di atas sebagaimana pendapat al-Qurthubi. Kemudian, turunlah surah al-Maa’idah di Madinah yang menjelaskan tambahan jenis bangkai yang diharamkan, yaitu binatang yang dicekik, dipukul, yang jatuh, yang tertanduk, dan sebagainya. Selain itu, ada larangan tambahan lainnya, yaitu minum khamr. Pada saat di Madinah, Rasulullah mengharamkan makan binatang yang mempunyai taring dan burung yang mempunyai cakar. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa segala sesuatu yang diharamkan Rasulullah saw. atau yang tersebut dalam Al-Qur’an setelah ayat ini, itu adalah tambahan dari Allah melalui lisan Nabi-Nya. Misalkan antara hukum menikahi perempuan dan menikahi bibi dari perempuan itu (baik dari pihak ayah maupun ibu), dengan *firman Allah SWT:*
AL-AN'AAM (42)
AL-AN'AAM: 141- 144
DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN KEKUASAAN ALLAH SWT
Sebab Turunnya Ayat 141
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Abu Aliyah*, dia berkata, "Orang-orang selalu memberikan sesuatu selain zakat, mereka juga berlebih-lebihan dalam hal itu. Lalu, turunlah ayat ini."
Diriwayatkan oleh *ath-Thabari* juga bahwa pada musim panen mereka mengeluarkan hartanya, kecuali zakat. Kemudian, mereka saling berlomba berbuat baik dan berlebih-lebihan. Lalu, Allah berfirman: - وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ -
Diriwayatkan oleh *ath-Thabari* juga dari *Ibnu Juraij* dia berkata, "Ayat ini turun mengenai *Tsabit bin Qais bin Syammas*, dia memanen kurma lalu berkata. Tidak seorang pun yang datang kepadaku pada hari ini, kecuali aku beri dia makan.' Lalu, dia memberi makan orang-orang sampai sore dan tidak tersisa baginya satu buah pun". Kemudian Allah berfirman: - وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ -
AL-AN'AAM (41)
AL-AN'AAM: 136- 140
SYARI'AH KAUM JAHILIYAH DALAM MASALAH TANAMAN, BUAH-BUAHAN, DAN BINATANG TERNAK SERTA PEMBUNUHAN ANAK-ANAK
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Keterangan di atas merupakan syari'at bangsa Arab pada masa Jahiliyyah yang hanya bersandar pada ilusi, akal yang lemah dan terbatas, serta hawa nafsu yang rusak. Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Amr bin Ash, "Otak dan akal kalian masih sempurna, lalu kalian menyembah batu!" Kemudian, Amr berkata, "Itu adalah akal yang tak dianugerahi taufik." Kelemahan dan kebodohan orang Arab yang diinformasikan oleh Allah SWT merupakan perkara yang dibersihkan oleh Islam dan dihilangkan oleh Allah melalui pengutusan Rasulullah saw. sebab itu adalah peraturan yang paling buruk.
*Ibnu Zaid* berkata, "Jika mereka menyembelih untuk Allah, mereka menyebut nama berhala. Jika mereka menyembelih untuk berhala, mereka tidak menyebut nama Allah." Mereka tidak bersikap adil dalam pembagian tanaman, buah-buahan, dan binatang ternak. Apa yang telah mereka jadikan bagian untuk Allah—menurut anggapan mereka—mereka berikan kepada berhala-berhala mereka dan apa yang mereka jadikan untuk berhala mereka, mereka berikan kepada berhala-berhala itu. Mereka telah melakukan kezaliman yang besar dengan mengubur anak perempuan hidup-hidup karena takut tertawan dan karena kebutuhan yang menjadi penghalang kemenangan karena tidak bisa berperang dan bertarung.
AL-AN'AAM (40)
AL-AN'AAM: 133- 135
ANCAMAN ADZAB YANG MEMBINASAKAN DAN PERINGATAN MENGENAI SIKSA HARI KIAMAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat tersebut menunjukkan sifat-sifat agung milik Allah SWT, yaitu bahwa Allah SWT sama sekali tidak butuh pada hamba-Nya dan amal mereka. Ayat-ayat tersebut juga menunjukkan rahmat-Nya yang meliputi hamba-hamba-Nya terutama kepada para wali-Nya dan orang-orang yang taat kepada-Nya. Begitu juga dengan kekuasaan-Nya untuk mematikan, membinasakan dengan adzab-Nya, menghidupkan, menciptakan dan mengganti makhluknya dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih taat.
Kaum *Muktazilah* berkata, "Dalam ayat ini terdapat petunjuk yang menerangkan bahwa Allah Mahaadil, jauh dari tindakan buruk, dan juga menunjukkan bahwa Dia Maha Penyayang dan pemurah kepada hamba-hamba-Nya."
Inspirasi Qur'ani
Halaman 140 dari 248