SURAH AL-AN'AAM: 136- 140

AL-AN'AAM (41)

AL-AN'AAM: 136- 140

SYARI'AH KAUM JAHILIYAH DALAM MASALAH TANAMAN, BUAH-BUAHAN, DAN BINATANG TERNAK SERTA PEMBUNUHAN ANAK-ANAK

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Keterangan di atas merupakan syari'at bangsa Arab pada masa Jahiliyyah yang hanya bersandar pada ilusi, akal yang lemah dan terbatas, serta hawa nafsu yang rusak. Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Amr bin Ash, "Otak dan akal kalian masih sempurna, lalu kalian menyembah batu!" Kemudian, Amr berkata, "Itu adalah akal yang tak dianugerahi taufik." Kelemahan dan kebodohan orang Arab yang diinformasikan oleh Allah SWT merupakan perkara yang dibersihkan oleh Islam dan dihilangkan oleh Allah melalui pengutusan Rasulullah saw. sebab itu adalah peraturan yang paling buruk.

*Ibnu Zaid* berkata, "Jika mereka menyembelih untuk Allah, mereka menyebut nama berhala. Jika mereka menyembelih untuk berhala, mereka tidak menyebut nama Allah." Mereka tidak bersikap adil dalam pembagian tanaman, buah-buahan, dan binatang ternak. Apa yang telah mereka jadikan bagian untuk Allah—menurut anggapan mereka—mereka berikan kepada berhala-berhala mereka dan apa yang mereka jadikan untuk berhala mereka, mereka berikan kepada berhala-berhala itu. Mereka telah melakukan kezaliman yang besar dengan mengubur anak perempuan hidup-hidup karena takut tertawan dan karena kebutuhan yang menjadi penghalang kemenangan karena tidak bisa berperang dan bertarung.

Para sekutu mereka, yakni orang-orang yang melayani berhala-berhala, atau orangorang yang sesat, atau setan-setan, merekalah yang membuat orang-orang musyrik memandang baik perbuatan membunuh anak-anak. Hal ini ditujukan untuk membinasakan mereka dan mencampuradukkan agama mereka. Mereka memerintahkan pada kebatilan dan membuat mereka ragu-ragu mengenai agama mereka ketika dahulu mereka dahulu menganut agama Nabi Ismail.

Mereka membagi harta dan makanan mereka menjadi tiga. Satu bagian untuk sesembahan dan berhala, satu bagian lagi dilarang untuk dikendarai, dan satu bagian lagi tidak disembelih atas nama Allah dengan tujuan untuk membuat-buat perkara yang dusta dan bohong. Mereka akan mendapatkan balasan dari perbuatan mereka itu.

Mereka mengkhususkan susu-susu binatang ternak dan binatang-binatang jantan untuk kaum laki-laki mereka, sementara mereka mengharamkannya bagi kaum perempuan. Mereka menjadikan bangkai sebagai hak bersama antara laki-laki dan perempuan dan membiarkan binatang betina beranak. Allah SWT akan membalas perbuatan mereka yang melakukan kebohongan dan kedustaan dengan siksaan.

Adat dan peraturan yang paling menyimpang dan berdosa dari mereka adalah membunuh anak-anak perempuan dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dengan dalil bahwa Allah mengulang celaan terhadap mereka dalam ayat-ayat ini dan menyebut mereka dengan tujuh hal.

1. Kerugian, sebab anak adalah nikmat yang besar dari Allah kepada hamba.

2. Pandir, yakni lemah akal yang dicela sebab alasan mereka membunuh anak dilakukan karena takut fakir. Walaupun dalam kefakiran ada mudharatnya, membunuh mudharatnya lebih besar. Mudharat dari kefakiran hanyalah dugaan, sedangkan membunuh mudharatnya bersifat pasti.

3. Bodoh, kebodohan disebabkan karena tidak adanya ilmu. Tidak diragukan bahwa kebodohan adalah sifat buruk dan tercela yang paling besar.

4. Mengharamkan apa yang dihalalkan Allah kepada mereka. Ini adalah kedunguan yang paling buruk sebab dia menghalangi dirinya untuk mendapatkan kemaslahatan dan kebaikan.

5. Berdusta atas nama Allah. Sebagaimana diketahui bahwa sikap berani kepada Allah dan berdusta atas nama-Nya adalah dosa yang paling besar.

6. Tidak dapat berpikir yang benar untuk meraih kemaslahatan agama dan kebaikan dunia.

7. Mereka tidak mendapatkan petunjuk. Ini adalah sifat yang pasti dan selalu melekat pada mereka.

Diriwayatkan bahwa salah seorang sahabat Nabi selalu muram di hadapan Rasulullah. Lalu, beliau bertanya:

_"Mengapa kamu bersedih? Dia menjawab, "Wahai Rasulullah aku melakukan suatu dosa pada masa Jahiliyyah. Aku khawatir Allah tidak akan mengampuniku, meskipun aku sudah masuk Islam! Rasulullah saw. bertanya, "Beri tahu aku tentang dosamu! Orang itu berkata, "Aku termasuk orang-orang yang membunuh anak-anak perempuan. Seorang anak perempuanku lahir. Istriku memohon kepadaku untuk membiarkannya. Lalu, aku membiarkannya sampai dia besar dan mengerti. Jadilah dia termasuk perempuan yang paling cantik. Orang-orang melamarnya lalu masuk dalam diriku perasaan sayang. Hatiku tidak mampu menanggung untuk menikahkannya atau membiarkannya di rumah tanpa suami. Lalu, aku berkata, pada istriku, "Aku ingin pergi ke sebuah kabilah ini ini untuk mengunjungi kerabatku. Biarkan aku pergi bersamanya. Anak perempuanku senang dengan itu. Aku menghiasinya dengan pakaian-pakaian bagus dan perhiasan. Aku berjanji tidak mengkhianatinya. Lalu, aku pergi membawanya ke sebuah sumur. Aku melihat ke sumur itu. Anak perempuanku itu paham aku akan melemparkannya ke sumur. Lalu, dia menempel padaku dan mulai menangis sembari berkata, "Apa yang ingin kamu lakukan terhadapku?' Aku menyayanginya. Kemudian, aku melihat ke sumur itu, lalu muncul padaku rasa sayang. Anak perempuanku menempel padaku dan mulai berkata, "Ayah, jangan menyia-nyiakan amanah ibuku! Lalu aku melihat ke sumur sekali, kemudian kepada anakku itu sehingga aku merasa saying padanya sampai setan mengalahkanku. Aku mengambilnya dan melemparkannya ke dalam sumur dalam keadaan terbalik, sembari dia memanggil, "Ayah, kamu membunuhku! Aku diam sebentar di situ sampai suaranya berhenti lalu aku kembali! Rasulullah saw. dan para sahabatnya menangis, kemudian bersabda, "Kalau aku diperintahkan untuk menghukum seseorang karena opa dilakukan pada masa Jahiliyyah, maka aku akan menghukummu_.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login