AL-A'RAAF (4)
AL-A'RAAF: 10
BANYAKNYA NIKMAT ALLAH KEPADA HAMBA-NYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Mengingat nikmat-nikmat Allah mengharuskan ketaatan dan ketundukan bagi orang yang beriman. Oleh karena itu, sedikit sekali orang yang bersyukur dan banyak sekali orang-orang yang ingkar. Di antara nikmat terbesar Allah adalah Dia memberi kemampuan manusia untuk tinggal di bumi dan melakukan semua hal yang di dalamnya ada kebaikan dan mengambil kemanfaatan bumi yang banyak. Perjalanan pesawat dan ruang angkasa, serta naiknya manusia ke bulan dan beberapa bintang lain di masa ilmu pengetahuan modern membuktikan betapa besar hubungan manusia dengan bumi. Hal ini menunjukkan kecintaan mereka kepadanya dan kerinduan mereka terhadapnya ketika manusia jauh dari bumi.
Di antara nikmat-nikmat Allah adalah penyiapan sebab-sebab hidup di bumi dan pemenuhan hal-hal yang bisa dijadikan untuk hidup, seperti makanan yang warna-warni dan minuman-minuman. Hal ini sebagaimana *firman Allah SWT,*
AL-A'RAAF (3)
AL-A'RAAF: 6-9
AKIBAT DARI KEKUFURAN DI AKHIRAT DAN HISAB YANG BERAT TERHADAP AMAL PERBUATAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat pertama (فَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ) menunjukkan bahwa orang-orang kafir dihisab. *Allah SWT berfirman.*
_“Kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka."_ *(al-Ghaasyiyah: 26)*
Bahkan, tanggung jawab atau hisab adalah sesuatu yang umum bagi semua hamba sampai kepada Rasul (وَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلْمُرْسَلِينَ). Pertanyaan kepada para rasul adalah pertanyaan minta kesaksian mereka dan minta kejelasan. Artinya tentang jawaban kaum mereka kepada mereka. Inilah makna *firman Allah SWT,*
AL-A'RAAF (2)
AL-A'RAAF: 4-5
AKIBAT MENDUSTAKAN PARA RASUL DI DUNIA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat ini menunjukkan hal-hal berikut.
1. Maksiat terhadap perintah para rasul dan mendustakan mereka menyebabkan kehinaan di dunia dan siksa di akhirat. Siksa di dunia datang pada waktu lalai dan main-main. Bisa malam hari atau ketika istirahat siang hari.
2. Setiap pendosa ketika diturunkan siksa dunia kepadanya mengakui dosanya dan menyesali kecerobohannya.
3. Maksud dari ayat ini adalah memberi peringatan, menakut-nakuti, dan mengambil pelajaran terhadap apa yang menimpa umat-umat sebelumnya sehingga ketakutan membawa mereka untuk memperbaiki keadaan mereka dan melepaskan diri dari kemaksiatan-kemaksiatan.
AL-A'RAAF (1)
AL-A'RAAF: 1-3
MENGIKUTI AL-QUR’AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut.
1. *Al-Qur'an* adalah _kalamullah_ yang diturunkan kepada nabi-Nya, Muhammad saw.. Akal menyaksikan bahwa ini tidak terjadi, kecuali dengan jalan wahyu dari Allah SWT. Pasalnya, Rasulullah saw. buta huruf, tidak bisa membaca atau menulis, juga karena ini adalah kalam yang mengandung mukjizat yang tidak muncul dari manusia. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dan berlalunya masa membuktikan keunggulan Al-Qur'an dan kesesuaiannya untuk setiap waktu. Ini tidak mungkin disifatkan pada hukum buatan manusia.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 137 dari 248