AL-AN'AAM (27)
AL-AN'AAM: 91-92
PEMBUKTIAN KENABIAN DAN PENURUNAN KITAB-KITAB KEPADA PARA NABI SERTA FUNGSI AL-QUR'AN
*Sebab Turunnya Ayat 91*
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Sa’id bin Jubair* dia berkata, "Seorang laki-laki Yahudi, bernama *Malik bin ash-Shaif*, mendebat Nabi. Lalu, Nabi saw. berkata kepadanya"
“Aku bersumpah dengan Tuhan yang menurunkan Taurat kepada Musa, tidakkah kamu menemukan dalam Taurat bahwa Allah membenci pendeta gemuk?”
Malik adalah seorang pendeta gemuk, dia marah dan berkata, ‘Allah tidak menurunkan apa pun kepada manusia.' Kemudian, para sahabat berkata, ‘Celaka kamu, tidak juga pada Musa?"' Lalu, Allah menurunkan ayat (وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ). Ini adalah khabar mursal. *Ibnu Jarir ath-Thabari* juga meriwayatkan hadits yang serupa melalui *Ikrimah.*
*Ibnu Abbas* dalam riwayat *al-Walibi* berkata, "Yahudi berkata, ‘Wahai Muhammad, apakah Allah menurunkan kitab kepadamu?’ Nabi menjawab, ‘Ya.’ Mereka berkata, ‘Demi Allah, Ia tidak menurunkan kitab dari langit.’"
Lalu, Allah menurunkan ayat (شَىْءٍۢ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ ٱلْكِتَـٰبَ ٱلَّذِى جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ نُورًۭا وَهُدًۭى لِّلنَّاسِ ۖ)
Hal ini dikuatkan oleh ucapan Hasan al-Bashri dan Said bin Jubair bahwa yang berkata (مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍۢ) adalah seorang Yahudi. Dia berkata, "Allah tidak menurunkan kitab dari langit." As-Suddi berkata, "Namanya adalah Fanhash.” Diriwayatkan dari Said bin Jubair juga, dia berkata, "Dia adalah Malik bin ash-Shaif."
*Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi* berkata, "Allah menyuruh Muhammad saw. agar bertanya kepada Ahli Kitab mengenai diri beliau. Apa yang mereka ketahui dari kitab mereka? Namun, kedengkian mereka kepada Nabi membuat mereka mengingkari kitabullah dan rasul-Nya dan berkata, ‘Allah tidak menurunkan apa-apa kepada manusia.’ Lalu Allah menurunkan ayat ini."
Diriwayatkan dari *Ibnu Abbas* dalam riwayat lain bahwa maksud dari ayat (إِذْ قَالُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍۢ مِّن شَىْءٍۢ ۗ) adalah orang-orang musyrik Quraisy. Ini adalah pendapat yang kuat sebagaimana yang akan dijelaskan nanti.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Sikap mengagungkan Allah hukumnya wajib. Di antara tanda dari sikap itu ialah pengakuan bahwa Allah menurunkan kitab kepada para nabi-Nya sebagai rahmat dan petunjuk bagi hamba-hamba-Nya.
2. Orang yang berilmu memiliki kewajiban untuk memperlihatkan apa yang ia ketahui dari hukum-hukum Allah. Ia dilarang memperlihatkan sebagian saja dan menyembunyikan sebagian yang lain.
3. Penjelasan mengenai kenabian Nabi Musa ditujukan untuk membantah ucapan orang-orang kafir Quraisy, 'Allah tidak menurunkan sesuatu pun pada manusia.”
4. Sebuah lafazh yang maknanya bersifat mutlak, bisa saja maknanya bersifat khusus sesuai dengan adat atau peristiwa, sebagaimana yang telah disebutkan bahwa Allah membenci pendeta gemuk. Namun, tetap wajib berpegang pada kaidah, "Pelajaran diambil dari lafazh-nys yang bersifat umum, bukan dari sebabnya yang bersifat khusus."
Tatkala orang-orang kafir Quraisy, Yahudi dan Nasrani sama-sama mengingkari kenabian Muhammad saw., bisa saja sebuah redaksi kalimat sebagian maknanya tertuju kepada orang-orang kafir Mekah dan sebagian lainnya tertuju kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani.
5. Al-Qur’an adalah kitab yang diberkahi, mengandung banyak kebaikan dan anugerah, membenarkan kitab-kitab terdahulu yang asli, memeliharanya, menghapus sebagian hukum darinya, memberi kabar gembira bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dengan surga dan ampunan, serta memberi peringatan bagi orang-orang kafir dan orang-orang fasik dengan neraka dan adzab.
6 . Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi saw. diutus kepada jin dan manusia, kepada semua ras, kelompok dan kaum tanpa ada pembedaan dan pemisahan antar satu jenis dengan jenis yang lain, satu ras dengan ras yang lain, satu waktu dan tempat dengan waktu dan tempat yang lain.
7. Iman kepada hari akhir adalah dasar agama. Barangsiapa yang mengimaninya, akan mengimani Al-Qur’an. Sama halnya dengan shalat, ia adalah tiang agama. Barangsiapa yang menegakkannya, ia akan menegakkan agama seluruhnya. Barangsiapa yang menghancurkannya, ia akan menghancurkan agama seluruhnya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
