AT-TAUBAH (11)
SURAH AT-TAUBAH: 25-27
KEMENANGAN ORANG-ORANG MUKMIN DI BERBAGAI TEMPAT
Sebab Turunnya Ayat (25)
*Al-Baihaqi* dalam _ad-Dalail_ meriwayatkan bahwa seseorang mengatakan bahwa pada hari perang Hunain, "Hari ini kami tidak akan kalah karena jumlah kita sedikit." Mereka berjumlah dua belas ribu. Hal itu membuat Rasulullah saw. tidak senang. Lalu Allah menurunkan ayat (وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ ),
*Sejarah Tentang Perang Hunain*
Suku Hawazin adalah kekuatan yang besar setelah Quraisy, mereka bersaing dengan suku Quraisy. Ketika berita Fathu Mekah sampai kepada mereka, pemimpin mereka, Malik bin Auf an-Nashri mengumumkan peperangan. Turut bergabung dengannya suku Hawazin semua suku Tsaqif, suku Nashr, dan semua suku Jasym, dan juga Sa'ad bin Bakar. Pasukan ini berjalan menuju Rasulullah saw.. Mereka membawa serta harta-harta, binatang ternak, istri-istri dan anak-anak mereka. Mereka menyangka ini bisa melindungi diri, menguatkan pasukan mereka. Di suku Tsaqif ada Kinanah bin Abid. Turut serta dalam perang ini Duraid bin ash-Shamah. Dia adalah orang tua. Dia mempunyai pendapat dan hikmah kebijaksanaan. Mereka turun di Authas, salah satu lembah di perkampungan Hawazin di Thaif. Di sinilah terjadi perang Hunain. Ketika Rasulullah saw. mengetahui keadaan mereka, beliau pergi menemui mereka. Bersama beliau dua belas ribu pasukan Muslim. Sepuluh ribu dari sahabat beliau di Madinah, yakni Muhajirin dan Anshar. Dua ribu dari penduduk Mekah yang masuk Islam pada Fathu Mekah. Rasulullah saw. meminjam dari Shafwan bin Umayyah baju-baju besi dan senjata. Ketika kaum Muslimin melihat jumlah mereka sangat banyak, jumlah yang belum pernah sampai dalam satu peperangan sebelumnya, mereka merasa sombong. Sebagian mereka mengatakan bahwa, "Hari ini kita tidak akan dikalahkan karena alasan jumlah kita sedikit." Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia mengatakan bahwa, *Rasulullah saw. bersabda:*
AT-TAUBAH (10)
SURAH AT-TAUBAH: 23-24
LOYAL KEPADA BAPAK-BAPAK DAN SAUDARA-SAUDARA YANG KAFIR SERTA KEUTAMAAN IMAN DAN JIHAD DARIPADA DELAPAN PERKARA
Sebab Turunnya Ayat
Dua ayat di atas turun mengenai orang yang tidak hijrah demi keluarga dan dagangannya.
*Al-Kalbi* berkata, "Ketika Rasulullah saw. diperintahkan untuk hijrah ke Madinah, seorang laki-laki mengatakan bahwa kepada ayah, saudara dan istrinya, kita telah diperintahkan untuk hijrah." Di antara mereka ada yang bergegas untuk itu dan membuatnya takjub. Di antara mereka ada yang istri, keluarga, dan anaknya bergantung kepadanya. Mereka berkata, "Kami memohon kepadamu demi Allah, agar tidak meninggalkan kami kepada selain sesuatu lalu kamu menyianyiakannya.” Hati orang itu tersentuh. Lalu dia duduk bersama mereka, tidak berhijrah. Jadi, turunlah ayat yang Allah mencela mereka (يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَابَآءَكُمْ وَإِخْوَٰنَكُمْ أَوْلِيَآءَ إِنِ ٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْكُفْرَ عَلَى ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ).
AT-TAUBAH (9)
SURAH AT-TAUBAH: 19-22
KEUTAMAAN BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR SERTA JIHAD FI SABILILLAH
Sebab Turunnya Ayat (19)
*Imam Muslim, Ibnu Hibban, Abu Dawud dari An-Nu’man bin Basyir,* dia mengatakan bahwa, "Aku ada di mimbar Rasulullah saw. di tengah sekelompok para sahabat beliau. Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa, Aku tidak peduli untuk tidak berbuat suatu amal demi Allah setelah Islam, kecuali memberi minum orang yang berhaji, yang lain mengatakan bahwa. Memakmurkan Masjidil Haram, yang lain mengatakan bahwa. Jihad Fi sabilillah adalah lebih baik dari yang kalian katakan". Lalu Umar menghardik mereka dan mengatakan bahwa. Janganlah kalian mengeraskan suara di mimbar Rasulullah, hari itu adalah hari Jum'at. Ketika aku selesai shalat Jum'at, aku menghadap Rasulullah saw. meminta fatwa mengenai apa yang mereka perselisihkan. Kemudian, Allah menurunkan ayat 19.
AT-TAUBAH (8)
SURAH AT-TAUBAH: 17-18
MEMAKMURKAN MASJID
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا۟ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ شَـٰهِدِينَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِم بِٱلْكُفْرِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ وَفِى ٱلنَّارِ هُمْ خَـٰلِدُونَ ١٧
*Artinya:* _Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka._
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ ١٨
*Artinya:* _Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk._
Inspirasi Qur'ani
Halaman 113 dari 248