AR-RA'D (10)
REZEKI ADALAH TANGGUNGAN ALLAH, AYAT-AYAT BERADA DALAM OTORITAS NYA, HIDAYAH ADALAH DARI NYA UNTUK ORANG YANG BERIMAN KEPADA NYA
Surah Ar-Ra’d Ayat 26-29
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Allah SWT adalah sumber rezeki, Dia meluaskan dan menyempitkan rezeki untuk siapa yang Dia kehendaki, menurut hikmah dan keadilan-Nya.
2. Orang-orang kafir dan setiap pihak yang memiliki orientasi terhadap materi begitu senang dan bangga dengan dunia hingga lupa diri. Mereka hanya mengetahui kesenangan dunia dan tidak mengetahui apa yang ada sisi Allah SWT berupa karunia, nikmat dan kebaikan yang tiada tara.
AR-RA'D (9)
SIFAT-SIFAT ORANG YANG CELAKA DAN SENGSARA SERTA BALASANNYA
Surah Ar-Ra’d Ayat 25
وَٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَـٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ ٢٥
*Artinya*: _Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi; orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam)._
AR-RA'D (8)
SIFAT-SIFAT _ULUL ALBAAB_ (ORANG-ORANG YANG MEMILIKI AKAL) YANG BAHAGIA DAN BALASAN MEREKA
Surah Ar-Ra’d Ayat 20-24
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah hukum seperti berikut.
1. Kewajiban memenuhi janji. Ini mencakup semua hak Allah SWT dan hal-hal yang Dia fardhukan, serta hak hamba.
2. Diharamkan merusak dan melanggar perjanjian Ilahi dan manusia. Jika seseorang membuat sebuah perjanjian untuk menaati Allah SWT, atau dengan sesama manusia, ia tidak boleh melanggarnya.
3. Kewajiban menyambung ikatan kekerabatan dan persaudaraan, menjaga dan menghormati hak-hak Allah SWT dan hamba. Ini mencakup seluruh bentuk amal ketaatan dan keimanan kepada seluruh kitab samawi dan seluruh para rasul.
AR-RA'D (7)
PERUMPAMAAN YANG BENAR DAN YANG BATIL, SERTA NASIB AKHIR ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG DAN CELAKA
Surah Ar-Ra’d Ayat 17-19
أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌۢ بِقَدَرِهَا فَٱحْتَمَلَ ٱلسَّيْلُ زَبَدًۭا رَّابِيًۭا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِى ٱلنَّارِ ٱبْتِغَآءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَـٰعٍۢ زَبَدٌۭ مِّثْلُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْحَقَّ وَٱلْبَـٰطِلَ ۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءًۭ ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ ١٧
*Artinya*: _Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan 1#._
1#- Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengumpamakan yang benar dan yang batil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya. Yang benar sama dengan air atau logam murni, yang batil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 76 dari 248