YUUSUF (21)
Surah Yuusuf Ayat 88-93
BAGIAN LIMA BELAS:
ANAK-ANAK YA’QUB BARU MENGENAL YUSUF DAN MEREKA MENGAKU BERSALAH, YUSUF PUN MEMAAFKANNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kandungan isi ayat-ayat di atas adalah sebagai berikut.
1. Mengadu di kala lapar boleh, bahkan wajib bagi seseorang yang takut binasa karena miskin untuk menunjukkan keadaannya kepada orang yang dianggap mampu menolongnya, sebagaimana wajibnya seorang pasien mengeluhkan sakit kepada dokter agar diperiksa. Hal ini tidak bertentangan dengan prinsip tawakal sama sekali.
YUUSUF (20)
Surah Yuusuf Ayat 77-87
BAGIAN EMPAT BELAS:
DIALOG ANTARA YUSUF DENGAN SAUDARA-SAUDARANYA, DAN ANTARA YUSUF DENGAN YA'QUB TENTANG TUDUHAN PENCURIAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Sikap kesepuluh anak-anak Ya'qub tidak berubah dari kecil hingga dewasa. Mereka tetap saja menyimpan rasa iri, dengki, dan hasud terhadap kedua saudara mereka, Yusuf dan Bunyamin. Hal ini bisa dipahami dari sikap mereka yang berusaha membenarkan diri sendiri dan menganggap kedua saudaranya salah, bahkan menuduhnya pencuri. Mereka menganggap ada perbedaan perilaku antara diri mereka dan kedua saudaranya karena perbedaan ibu kandung, meskipun satu ayah.
YUUSUF (19)
Surah Yuusuf Ayat 69-76
BAGIAN TIGA BELAS:
YUSUF MENGENAL BUNYAMIN DAN MEMBUAT SKENARIO AGAR IA TETAP BERSAMANYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Salah satu kebahagiaan dunia adalah bertemunya dua saudara antara Yusuf dan Bunyamin. Yusuf memeluk Bunyamin dan membuka identitas dirinya di depan adiknya yang telah berpisah hampir seperempat abad. Keduanya sepakat membuat strategi agar adiknya tetap tinggal bersamanya.
2. Ucapan Yusuf kepada adiknya, (فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ) menunjukkan sifat pemaaf, toleran, cinta pada saudara-saudaranya, melupakan yang telah berlalu, dan memaafkan kesalahan mereka.
YUUSUF (18)
Surah Yuusuf Ayat 67-68
BAGIAN DUA BELAS:
WASIAT NABI YA'QUB KEPADA ANAK-ANAKNYA AGAR MEMASUKI MESIR DARI PINTU YANG BERBEDA-BEDA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Ucapan Ya'qub kepada anak-anaknya, (لَا تَدْخُلُوا۟ مِنۢ بَابٍ وَٰحِدٍ) menurut para ahli tafsir merupakan dalil penjagaan dari hasud. Secara zahir hasud ada dan nyata, namun penentu akhir secara hakikat adalah Allah dan hasud hanya sekadar sebab. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan *oleh Imam Ahmad r.a*. dengan sanad yang shahih, Rasulullah saw. bersabda, "Hasud itu nyata." Maksudnya, hasud memiliki dampak nyata bagi manusia. Imam Nasafi bahkan mengatakan, "Hasud akan memasukkan seseorang ke dalam kubur dan memasukkan seekor unta ke dalam bejana." Rasulullah saw. juga selalu memohon dalam doanya,
Inspirasi Qur'ani
Halaman 80 dari 248