YUUSUF (14)
Surah Yuusuf Ayat 53
NAFSU YANG MENGAJAK KEPADA KEBURUKAN
۞ وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ٥٣
*Artinya*: _Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat di atas menunjukkan bahwa nafsu cenderung pada syahwat dan melakukan perbuatan buruk yang memang menjadi kesenangan hawa nafsu. Karena itu, dibutuhkan kesungguhan pengendalian, penelitian, dan perlawanan terhadapnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. pernah bersabda, _"Bagaimana pendapat kalian mengenai seorang teman yang jika kalian telah memuliakannya, memberinya makanan, dan pakaian lantas ia malah menjerumuskan kalian pada keburukan. Akan tetapi jika teman itu kalian rendahkan, kalian menanggalkannya, dan membiarkannya kelaparan, maka ia akan menunjukkan kalian pada kebenaran."_ Para sahabat menjawab, "Ya Rasul, teman seperti itu adalah seburuk-buruknya teman di bumi." Beliau melanjutkan, _"Demi Zat yang menguasai jiwaku, teman itu adalah nafsu kalian sendiri."_
_Ulama Ahlus Sunnah_ menggunakan ayat ( إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ) sebagai dalil bahwa taat dan iman berasal dari Allah, sedangkan kemampuan nafsu untuk berpaling dari keburukan berasal dari rahmat Allah SWT.
Ayat di atas juga menunjukkan bahwa betapa besar rahmat dan kebaikan Allah. Dia Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya. Dia menyayangi hamba-Nya yang mau bertobat, kembali kepada-Nya, dan memperbaiki amal ibadahnya. Allah akan mengampuni orang yang mau memohon ampunan dan mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
