YUUSUF (5)
Surah Yuusuf Ayat 11-18
PERSEKONGKOLAN SAUDARA-SAUDARA YUSUF DAN PENIPUAN KEPADA AYAH MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunj ukkan hal-hal berikut:
1. Keberhasilan saudara-saudara Yusuf dalam merancang sebuah persekongkolan dan melakukan tipuan terhadap ayah mereka serta mereka dipercaya dapat menjaga Yusuf, Itulah siasat yang biasa dilakukan oleh anak-anak, yaitu dengan memberi iming-iming akan mengajak bermain bersama dan melakukan kegiatan yang disenangi, terlebih mereka telah menunjukkan rasa kasih sayang dan cinta mereka kepada Yusul juga berjanji akan benar-benar menjaga dan memeliharanya dari hal yang menakutkan.
YUUSUF (4)
Surah Yuusuf Ayat 7-10
[Bagian 2/2]
HUKUM AL-ILTIQAATH (PENEMUAN)
*_Al-iltiqaath_* adalah memperoleh sesuatu yang ditemukan di tengah jalan. Dari ungkapan tersebut terdapat kata _laqiith_ (anak pungut) dan _luqathah_ (barang temuan). Adapun kata _laqiith_ dasar hukumnya adalah sebagai orang yang merdeka karena keberadaan orang yang merdeka lebih banyak dari hamba sahaya (budak). Itu merupakan suatu ketentuan yang sudah biasa terjadi. Sebagaimana jika ada seseorang yang ditemukan, sudah ditentukan sebagai orang Islam karena mayoritas. Jika di suatu tempat (kampung) terdapat orang Nasrani dan orang Islam, dalam hal ini *Ibnu Al-Qasim* berpendapat bahwa ia ditentukan sesuai dengan mayoritas atau yang paling banyak. Jika ditemukan gaya pakaian orang yang ditemukan menunjukkan orang Yahudi, maka ia adalah orang Yahudi. Namun jika ditemukan gaya pakaiannya menunjukkan orang Nasrani, ia adalah orang Nasrani. Jika tidak kedua-duanya, ia adalah orang Islam, kecuali jika mayoritas penduduk kampung itu bukan dari agama Islam.
YUUSUF (3)
Surah Yuusuf Ayat 7 - 10
*_BAGIAN KEDUA:_* KISAH NABI YUSUF BERSAMA SAUDARA-SAUDARANYA
PERENCANAAN MEMBUANG YUSUF KE DALAM SUMUR
۞ لَّقَدْ كَانَ فِى يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِۦٓ ءَايَـٰتٌۭ لِّلسَّآئِلِينَ ٧
*Artinya*: _Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yūsuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya._
إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ ٨
*Artinya*: _(Yaitu) ketika mereka berkata, "Sesungguhnya Yūsuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata._
ٱقْتُلُوا۟ يُوسُفَ أَوِ ٱطْرَحُوهُ أَرْضًۭا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًۭا صَـٰلِحِينَ ٩
*Artinya*: _Bunuhlah Yūsuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik 1#".
1#- Menjadi orang baik-baik, yaitu mereka setelah membunuh Yūsuf ‘Alaihissalām bertobat kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā serta mengerjakan amal-amal saleh.
YUUSUF (2)
Surah Yuusuf Ayat 4 - 6
BAGIAN PERTAMA:
MIMPI NABI YUSUF DAN TA'BIR NABI YA'QUB TERHADAP MIMPI YUSUF
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut:
1. Mimpi para nabi adalah mimpi yang haq dan mimpi para shalihin adalah sebagian dari kenabian. Maksud dari bintang-bintang adalah saudara-saudaranya Nabi Yusuf sedangkan matahari dan bulan adalah ayah dan ibunya, Inilah pendapat yang paling benar. Para ahli hikmah mengatakan bahwa mimpi yang buruk akan tampak takwilnya tidak lama kemudian, dan mimpi yang baik akan tampak takwilnya setelah waktu yang cukup lama.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 84 dari 248