SURAH YUUSUF Bagian 3

SURAH YUSUF

SURAH YUUSUF

MAKKIYYAH, SERATUS SEBELAS AYAT

[Bagian 3/4]

Pelajaran dan Nasihat dari Kisah Nabi Yusuf

Beberapa hikmah, nasihat, akhlak terpuji dan sifat mulia yang dapat dipetik dari kisah Nabi Yusuf di antaranya sebagai berikut:

Terkadang kesengsaraan dan kesusahan membawa seseorang menuju kenikmatan. Seperti kisah Nabi Yusuf dimulai dengan kesedihan dan kejadian-kejadian yang mengiris hati seperti dilempar ke dalam sumur, dijual sebagai budak kepada kepala keamanan Mesir, diuji dengan tuduhan hina bersama istri al-Aziz hingga dimasukan ke dalam penjara. Pada akhirnya keadaan pun berbalik, Yusuf menjadi kepala hakim dan pemegang hukum di Mesir.

Dalam persaudaraan, terkadang ada iri dan dengki antara sesama dan terkadang membawa kepada kehancuran persaudaraan bahkan kematian.

Pertumbuhan Yusuf di lingkungan dan keluarga keturunan nabi berpengaruh baik bagi kehidupannya. Di sana Yusuf dibina dan diajarkan berakhlak mulia dan berperangai baik, kemudian sifat-sifat terpuji itu menghiasi dirinya sebagaimana dengan yang diwariskan dari ayah dan kakek-kakeknya yang semuanya nabi. Semua itu juga berpengaruh pada kejadian-kejadian besar yang terjadi dalam hidupnya dan menjadikannya selamat dari ujian-ujian, selalu mendapati jalan keluar dalam kesulitan dan menjadikannya mulia dan terhormat setelah sebelumnya dihina dan dikucilkan.

Sifat _'iffah_, amanah, dan istiqamah merupakan dasar semua kebaikan baik bagi laki-laki dan perempuan. Serta berpegang teguh pada agama dan akhlak terpuji merupakan kunci kehormatan dan martabat diri. Kebenaran meskipun tertutup dalam satu masa, dia pasti akan tampak ke permukaan walaupun dalam waktu yang cukup lama.

Sumber fitnah adalah ketika berduanya laki-laki dan perempuan dalam satu tempat tertutup dan sunyi. Karena itu Islam mengharamkan _berkhalwah_ (berdua lawan jenis dalam tempat sunyi). Islam juga mengharamkan bagi perempuan yang bepergian dalam jarak dekat tanpa ditemani oleh mahram (keluarga) dan meskipun dengan menggunakan kendaraan yang cepat karena ditakutkan terjadi suatu yang dicemaskan dan terkadang terjadi masalah ketika dalam perjalanan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan an-Nasa’i,

_“Hendaklah tidak berkhalwah seorang laki-laki dengan seorang perempuan karena tidak lain yang ketiga adalah setan.”_

Keimanan dengan landasan yang kukuh dan kemantapan pada keyakinan merupakan jalan untuk menghapus segala kesulitan dan jalan untuk menyingkirkan bujukan dunia. Itulah yang menjadikan Yusuf seorang yang memiliki jiwa mulia, ruh yang suci dan keteguhan hati yang kuat sehingga tidak goyah ketika dihadapkan dengan bujukan syahwat dan suatu yang menggiurkan.

Memohon pertolongan hanya kepada Allah ketika ditimpa musibah dan meminta perlindungan hanya kepada-Nya di waktu sulit. Dalam ayat diceritakan bahwa Nabi Yusuf tidak memedulikan ancaman istri al-Aziz dengan hukuman penjara. Nabi Yusuf hanya memohon perlindungan kepada Allah seraya berkata, _"Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka."_

Ujian serta cobaan hendaknya tidak menjadikan seorang Mukmin lupa terhadap kewajibannya dalam berdakwah kepada Allah. Nabi Yusuf adalah contoh yang baik meskipun kondisi ketika itu berada di dalam penjara. Nabi Yusuf justru mengambil kesempatan dakwah dengan menakwilkan mimpi kedua temannya yang berada di dalam penjara bersamanya. Nabi Yusuf berdakwah mengajak kepada tauhid dan agama Allah agar orang-orang yang berada di dalam penjara bersamanya beriman dengan apa yang dibawanya. Di antara mereka yang masuk Islam yaitu raja, pembuat minum raja (yang ditakwil mimpinya), dan saksi Yusuf.

Karena kecerdasan dalam menghadapi setiap kejadian dan ia dikenal memiliki sifat mulia, tidak membuat Yusuf segera ingin keluar dari penjara, sampai benar-benar jelas kebersihannya dari segala tuduhan, jelas kesuciannya dan mulia jiwanya. Juga sampai benar-benar bersih bahwa dirinya tidak berbuat jahat yang mengakibatkannya masuk ke dalam penjara.

Keutamaan sifat sabar. Nabi Yusuf memiliki penguasaan sifat sabar yang sangat tinggi dalam menghadapi segala bentuk ujian dan siksaan. Terbukti ketika banyak sekali siksaan, kesulitan, dan musibah yang menerpa hidupnya seperti yang telah disebutkan. Sabar adalah kunci kesuksesan, setengah dari keimanan dan jalan menuju kemenangan. Allah SWT telah menolong Nabi Yusuf sebagaimana Dia telah menolong rasul-rasul setelah datang keputusasaan atas mereka. Allah menobatkan kemenangan bagi Nabi Yusuf dengan dia memberi maaf kepada saudara-saudaranya, juga dengan kemuliaannya dalam memaafkan yang merupakan contoh yang baik, sehingga dia berkata, _"Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu.”_

Kisah Nabi Yusuf telah mengungkap kesuciannya dari segala fitnah. Begitu juga kesucian serigala dari darahnya yang dibuatbuat. Banyak sekali bukti dan kesaksian atas kebenaran dan kesucian Yusuf sebagaimana yang telah disebutkan oleh *ar-Raazi*.

Kesaksian dari Tuhan semesta alam. Allah SWT telah bersaksi bahwa Yusuf bersih dari segala dosa. Allah berfirman.

كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

_"Demikianlah Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.”_

Allah bersaksi dalam ayat ini tentang kesucian Yusuf sebanyak empat kali dengan kata (لِنَصْرِفَ ) karena terdapat huruf _lam littaukiid_ yaitu untuk memberi makna penegasan dan _mubalaghah_ (hal berlebih-lebihan), juga dengan kata (وَالْفَحْشَاءَ) dan (إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا) dan juga dengan kata (الْمُخْلَصِينَ)

Kesaksian setan terhadap kesuciannya. Allah berfirman, _"(Iblis menjawab), 'Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."_ *(Shaad: 82-83)*

Dalam ayat ini setan menegaskan bahwa dirinya tidak mungkin mampu menggoda orang-orang yang mukhlasin (terpilih), dan Nabi Yusuf termasuk seorang yang mukhlas (terpilih) sebagaimana pada ayat sebelumnya.

Kesaksian Yusuf. *Allah SWT berfirman*, _“(Yusuf berkata) dia yang telah menggoda dan merayuku." Dan firman-Nya, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka."_

Kesaksian istri al-Aziz. Bahkan dia telah mengakui kesucian dan kebebasan Yusuf dari segala tuduhan. Istri al-Aziz berkata kepada perempuan-perempuan yang diundangnya, _“Sungguh akulah yang telah menggodanya kemudian dia menolak." Dia Juga berkata, 'Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang telah menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar."_

Saksi-saksi dari keluarga al-Aziz dan istrinya. Allah berfirman, _“Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian, ‘Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta. Dan Jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang yang benar."_

Kesaksian perempuan-perempuan yang memotong tangan mereka sendiri ketika mereka berkata, _“Kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya."_

Semua kesaksian ini telah membuktikan kebenaran Yusuf dan kebebasannya dari segala tuduhan. Barangsiapa yang ingin menuduhnya dengan sangkaan dia (Yusuf) telah berkehendak buruk — padahal dia mengetahui bahwa kehendak Yusuf merupakan perkara dalam jiwa yang tidak ada hukuman atasnya — itu merupakan sangkaan yang buruk, dan orang tersebut adalah orang bodoh dan lebih rendah dari setan, karena setan telah bersaksi tentang kesucian Yusuf sebagaimana telah dijelaskan.

Kisah Nabi Yusuf telah menginspirasi kita bahwa tidak ada yang dapat menolak ketentuan Allah dan tidak ada yang dapat mencegah kekuasaan- Nya. Allah SWT apabila menentukan bagi manusia sebuah kebaikan dan kemuliaan, tidak akan ada seorang pun yang dapat mencegah-Nya meskipun berkumpul alam seluruhnya.

Kisah Nabi Yusuf juga memberi pengertian kepada kita bahwa sifat iri dengki merupakan sebab penelantaran dan kerugian.

Sifat sabar merupakan kunci kesuksesan. Karena Nabi Ya'qub ketika bersabar dia mendapatkan apa yang dituju. Begitu pula Nabi Yusuf ketika bersabar dia beruntung sebagaimana telah terdahulu penjelasan tersebut.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login