Surah Yuusuf Ayat 7 - 10 Bagian 1

YUUSUF (3)

Surah Yuusuf Ayat 7 - 10

*_BAGIAN KEDUA:_* KISAH NABI YUSUF BERSAMA SAUDARA-SAUDARANYA

PERENCANAAN MEMBUANG YUSUF KE DALAM SUMUR

۞ لَّقَدْ كَانَ فِى يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِۦٓ ءَايَـٰتٌۭ لِّلسَّآئِلِينَ ٧

*Artinya*: _Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yūsuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya._

إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ ٨

*Artinya*: _(Yaitu) ketika mereka berkata, "Sesungguhnya Yūsuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata._

ٱقْتُلُوا۟ يُوسُفَ أَوِ ٱطْرَحُوهُ أَرْضًۭا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًۭا صَـٰلِحِينَ ٩

*Artinya*: _Bunuhlah Yūsuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik 1#".
1#- Menjadi orang baik-baik, yaitu mereka setelah membunuh Yūsuf ‘Alaihissalām bertobat kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā serta mengerjakan amal-amal saleh.

قَالَ قَآئِلٌۭ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا۟ يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِى غَيَـٰبَتِ ٱلْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَـٰعِلِينَ ١٠

*Artinya*: _Seorang di antara mereka berkata, "Janganlah kamu bunuh Yūsuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir jika kamu hendak berbuat"._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut:

1. Dalam kisah Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat dalil atas kebenaran rasul-rasul Allah dan pelajaran berharga, seperti peringatan dari akibat berbuat zalim dan dengki, keutamaan menjaga diri dan kebenaran takwil mimpi. Terlebih jika mimpi tersebut bersumber dari seorang nabi atau orang yang berilmu dan pemberi nasihat.

2. Kebencian, kecemburuan, dan iri dengki saudara-saudara Yusuf telah membuat mereka merencanakan persekongkolan pembunuhan atau pelemparan Yusuf ke suatu tempat terpencil dan jauh dari keramaian agar Yusuf celaka atau diambil oleh para pedagang dan musafir untuk dimiliki. Karena berita tentang mimpi Yusuf telah sampai kepada mereka sehingga mereka merencanakan penipuan, atau hanya cemburu yang sangat tinggi karena ayah mereka lebih menyayangi Yusuf dan saudaranya.

3. Mengutamakan sebagian anak dari sebagian yang lain dapat menimbulkan kecemburuan dan iri dengki, juga dapat mengakibatkan kehancuran. Yang dilakukan Nabi Ya'qub dengan kedua anaknya (Yusuf dan Benyamin) hanya dalam lingkup kasih sayang. Kasih sayang itu pun bukan berdasarkan kehendak manusia belaka, hal tersebut dapat dimaklumi dan tidak tercela.

4. Dalam firman Allah (وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًا صَٰلِحِينَ) maksud kata _shaalihin_ (orang yang baik), yaitu _taa'ibiin_ (orang yang bertobat). Maksudnya adalah dengan kalian bertobat setelah melakukannya, Allah akan menerima tobat kalian. Ini merupakan dalil bahwa tobat orang yang membunuh akan diterima Allah SWT karena Allah SWT tidak mengingkari perkataan seperti ini dari mereka. Sebagaimana dikatakan Qurthubi. 

*Muhammad bin Ishaq* memberi catatan terhadap persekongkolan putra-putra Ya'qub terhadap saudara mereka (Yusuf). Ia berkata sebagaimana dalam riwayat *Ibnu Abi Haatim* bahwa mereka telah bersepakat dalam sebuah perkara yang besar, seperti memutuskan silaturahim dan durhaka terhadap orang tua. Sedikit sekali rasa belas kasih mereka terhadap anak kecil yang belum memikul dosa, juga dengan orang tua lemah yang seharusnya diberikan haknya, dihormati dan diutamakan, terlebih kedudukan orang tua itu (Ya'qub) di sisi Allah dan merupakan orang tua mereka sendiri yang seharusnya mendapat perhatian dari anaknya. Mereka justru memisahkan orang tua mereka dengan anak tersayangnya di kala usianya yang sudah cukup tua dan lemah tulangnya.

Mereka juga tega memisahkan anak kecil yang tidak mampu apa-apa dengan ayah tercintanya, seorang anak kecil yang masih terlalu muda dan sangat butuh kasih sayang serta pangkuan ayahnya. Semoga Allah mengampuni mereka, Dialah yang Maha Pengasih dan Penyayang sungguh mereka memang telah melakukan perkara yang besar.# *(Tafsir Ibnu Katsir:2/480)*

Perbuatan yang telah dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf membuktikan bahwa mereka bukanlah dari golongan para nabi, bukan nabi yang pertama dan bukan pula yang terakhir. Karena para nabi tidak mungkin melakukan perencanaan pembunuhan terhadap seorang Muslim, bahkan mereka adalah Muslim yang melakukan maksiat kemudian bertobat.

Di antara bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa saudara-saudara Yusuf adalah para nabi, yaitu bahwa para nabi terpelihara dari dosa-dosa besar. Ada yang mengatakan bahwa mereka ketika itu belum menjadi nabi kemudian Allah mengangkatnya menjadi nabi. # *(Tafsir al-Qurthubi 9/133)*. Namun telah dijelaskan sebelumnya tentang pendapat yang shahih dalam permasalahan ini dari *Ibnu Katsir* dan selainnya.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login