YUUSUF (18)
Surah Yuusuf Ayat 67-68
BAGIAN DUA BELAS:
WASIAT NABI YA'QUB KEPADA ANAK-ANAKNYA AGAR MEMASUKI MESIR DARI PINTU YANG BERBEDA-BEDA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Ucapan Ya'qub kepada anak-anaknya, (لَا تَدْخُلُوا۟ مِنۢ بَابٍ وَٰحِدٍ) menurut para ahli tafsir merupakan dalil penjagaan dari hasud. Secara zahir hasud ada dan nyata, namun penentu akhir secara hakikat adalah Allah dan hasud hanya sekadar sebab. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan *oleh Imam Ahmad r.a*. dengan sanad yang shahih, Rasulullah saw. bersabda, "Hasud itu nyata." Maksudnya, hasud memiliki dampak nyata bagi manusia. Imam Nasafi bahkan mengatakan, "Hasud akan memasukkan seseorang ke dalam kubur dan memasukkan seekor unta ke dalam bejana." Rasulullah saw. juga selalu memohon dalam doanya,
(أَعُوْذُ بِكَلِمَا تِ اللَّهِ مِنْ كُاِّ شَيْطَا نٍ وَهَا مَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَينٍ لِا مَّةٍ)
_"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sernpurna dari setiap godaan setan, hewan berbisa, dan dari setiap mata yang jahat"_
*Rasulullah saw*. juga melindungi *Hasan* dan *Husain* dengan doa,
(أُ عِيْذُ كُمَا بِكَلِمَا تِ اللَّهِ مِنْ كُاِّ شَيْطَا نٍ وَهَا مَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَينٍ لِا مَّةٍ)
_"Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap godaan setan, hewan berbisa dan dari setiap mata yang jahat."_
Beliau juga bersabda, _"Seperti inilah dahulu Nabi lbrahim melindungi Isma'il dan Ishaq!"_ Ubadah bin Shamit berkata, "Pada suatu siang saya datang menghadap Rasulullah saw dan waktu itu beliau tampak kesakitan. Menjelang sore, saya menghadap lagi dan beliau sudah sembuh. Beliau bersabda, _"Tadi Malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah dan Ubadah, "Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dendam. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu"._
Bagi setiap Muslim jika melihat sesuatu yang mengagumkan, dianjurkan untuk mendoakan keberkahan, karena berkah dapat menghilangan bencana. Rasulullah saw. bersabda kepada Amir, "Berdoalah untuk keberkahan." Ini menunjukkan bahwa hasud tidak akan berbahaya jika dibacakan doa keberkahan. Doa keberkahan tersebut berbunyi, (تَبَارَكَاللّهُ أَحْسَنَ الْالحَالِقِينَ أَللّهُمَّ بَا رِكْ فِيْهِ)
_"Mahaberkah Allah. Dia-lah sebaik-baik pencipta. Ya Allah, berkahilah apa yang ada di dalamnya."_
Ada juga ungkapan bahwa hasud itu lebih cepat merasuki anak-anak daripada orang dewasa. Jika seseorang terkena Penyakit hasud dan tidak berdoa keberkahan, ia diperintahkan untuk mandi, bahkan dipaksa, jika menolaknya. Karena perintah di sini bermakna wajib. Rasulullah saw. dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah juga memerintahkan mandi bagi orang yang memiliki penyakit hasud dan ruqyah untuk orang yang dihasudi, Dianjurkan juga bagi orang yang berpenyakit hasud untuk tidak banyak bergaul dengan masyarakat agar terhindar dari bahaya yang ditimbulkannya.
2. *Firman Allah (وَمَآ أُغْنِى عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ)* Menunjukkan bahwa kehati-hatian tidak ada artinya di hadapan takdir. Jadi, masuknya anak-anak Ya'qub secara terpisah dari berbagai pintu tidak bisa mengubah takdir dan ketentuan Allah, sebagaimana dikatakan oleh *Ibnu Abbas*.
3. Segala urusan takdir hanya di tangan Allah dan seorang Mukmin hanya bisa pasrah berserah diri kepada-Nya karena mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan itu berasal dari Allah.
4. Nasihat Ya'qub untuk anak-anaknya hanya sebatas ungkapan isi hati dan penjagaan secara lahir, tetapi ia tahu persis masalah agama melalui wahyu yang diterimanya, sementara banyak orang yang tidak mengetahuinya. Ada juga yang mengatakan, maksud pengetahuan di sini adalah amal perbuatan yang sesuai dengan ilmunya, Karena ilmu adalah alasan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu.
5. Ayat-ayat di atas iuga menganjurkan agar seorang Muslim memperingatkan saudaranya atas suatu bahaya dan menuniukkan ialan keselamatan karena agama adalah nasihat, apalagi sesama muslim adalah bersaudara.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
