SURAH IBRAAHIIM
MAKKIYYAH, LIMA PULUH DUA AYAT
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan surah Ibraahiim, karena memuat sebagian dari kisah yang menyangkut kehidupan Nabi Ibrahim a.s. di Mekah, hubungannya dengan masyarakat Arab dan Isma'il, bahwa Nabi lbrahim a.s. dan Nabi Isma'il membangun Ka'bah, mereka berdua berdoa kepada Allah SWT memohon hidayah, Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah SWT memohon agar diri dan anak cucunya dijauhkan dari menyembah berhala, memohon supaya Allah SWT mengaruniai rezeki buah-buahan kepada istri dan putranya; Isma'il r.a. yang ia tinggalkan di Mekah, serta menjadikan dirinya dan keturunannya sebagai orang-orang yang menegakkan shalat. Kisah ini disebutkan dalam ayat 35 sampai 41.
AR-RA'D (13)
TUGAS RASUL ADALAH MENYAMPAIKAN SYARI'AT, ALLAH SWT MENJADI SAKSI UNTUKNYA, YANG MELAKUKAN HISAB, DAN PEMBERI PUTUSAN DI ANTARA PARA HAMBA SERTA MENGGAGALKAN MAKAR ORANG-ORANG KAFIR
Surah Ar-Ra'd Ayat 40-43
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut:
1. Tugas Rasul hanya sebatas menyampaikan risalah kepada umat saja, bukan menjadi tugas dan kewajiban beliau untuk menjadikan mereka mendapatkan petunjuk dan menjadi baik.
2. Allah Yang mewujudkan kejadian-kejadian, merealisasikan janji dan ancaman, menurunkan adzab yang keras kapan pun sekehendak-Nya. Mungkin saja itu terjadi semasa Rasulullah saw masih hidup atau setelah beliau wafat.
AR-RA'D (12)
DESKRIPSI SURGA, SIKAP AHLI KITAB TERHADAP KENABIAN NABI MUHAMMAD SAW. DAN SEJUMLAH OPINI-OPINI SESAT
Surah Ar-Ra’d Ayat 35-39
Turunnya Ayat 38
*Al-Kalbi* menuturkan, orang-orang Yahudi menjelekkan Rasulullah saw. dan berkata, "Kami melihat orang ini tidak memiliki kerjaan lain selain urusan perempuan dan kawin. Seandainya benar ia adalah seorang nabi sebagaimana yang ia klaim, tentu urusan kenabian sudah menyita semua waktu dan pikirannya hingga tidak sempat memikirkan urusan perempuan." Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini (وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًۭا مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَٰجًۭا وَذُرِّيَّةًۭ ۚ)
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Mujahid*, ia berkata, "Ketika turun ayat (وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ), maka orang-orang Quraisy berkata, "Hai Muhammad, kami melihat kamu sudah tidak memiliki apa-apa lagi, semuanya telah selesai." Lalu *Allah SWT* menurunkan ayat (يَمْحُوا۟ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ)
AR-RA'D (11)
MUHAMMAD SAW. ADALAH PEMILIK RISALAH DAN SEORANG RASUL, PENJELASAN TENTANG KEAGUNGAN AL-QUR'AN DAN KUASA ALLAH SWT YANG KOMPREHENSIF
Surah Ar-Ra’d Ayat 30-34
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut:
1. Pengutusan para rasul sebelum Nabi Muhammad saw. merupakan sebuah fenomena umum. Ada sebagian dari kaum mereka yang beriman, namun kebanyakan dari mereka mendustakan dan kafir kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
2. Sebagaimana Allah SWT mengutus para rasul kepada umat-umat dan memberi mereka kitab suci yang dibacakan kepada umatnya, demikian pula Allah SWT memberi Nabi Muhammad saw. kitab suci. Kitab Suci ini adalah Al-Qur'an dan beliau membacakannya kepada kaumnya. Lalu mengapa mereka masih meminta yang lain?!
Inspirasi Qur'ani
Halaman 75 dari 248