AR-RA'D (8)
SIFAT-SIFAT _ULUL ALBAAB_ (ORANG-ORANG YANG MEMILIKI AKAL) YANG BAHAGIA DAN BALASAN MEREKA
Surah Ar-Ra’d Ayat 20-24
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah hukum seperti berikut.
1. Kewajiban memenuhi janji. Ini mencakup semua hak Allah SWT dan hal-hal yang Dia fardhukan, serta hak hamba.
2. Diharamkan merusak dan melanggar perjanjian Ilahi dan manusia. Jika seseorang membuat sebuah perjanjian untuk menaati Allah SWT, atau dengan sesama manusia, ia tidak boleh melanggarnya.
3. Kewajiban menyambung ikatan kekerabatan dan persaudaraan, menjaga dan menghormati hak-hak Allah SWT dan hamba. Ini mencakup seluruh bentuk amal ketaatan dan keimanan kepada seluruh kitab samawi dan seluruh para rasul.
4. Takut atas hisab yang buruk, yaitu hisab yang dilakukan secara mendalam dan penuh dengan cecaran. Barangsiapa yang dihisab berarti ia disiksa. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a..
5. Sabar dan tabah dengan penuh keikhlasan hanya karena Allah SWT dalam menjalan¬ kan ketaatan, menjauhi kemaksiatan dalam menghadapi berbagai musibah, bala, dan bencana.
6. Menegakkan shalat, yaitu menunaikan shalat secara lengkap dan sempurna sya¬ ratnya, kekhusyuannya, dan tepat waktu.
7. Menginfakkan sebagian harta yang dimiliki secara diam-diam dan terang-terangan, dengan menunaikan zakat wajib, mengeluarkan sedekah-sedekah sunnah di jalan Allah SWT (di jalan kebaikan, untuk hal-hal kebaikan).
Membalas keburukan dengan amal saleh, seperti tetap berakhlak baik dalam menghadapi gangguan orang lain, bersikap santun dan lembut dalam menghadapi sikap kasar dan jahil, sabar dalam menghadapi sikap tidak baik, menolak keburukan dengan kebaikan, serta kemungkaran dengan kebajikan. Selain itu, mengiringi keburukan dengan kebaikan untuk menghapus dosa keburukan tersebut, berdasarkan ayat,
_"Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan."_ *(Huud: 114)*
Selain itu, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh *Ahmad, Tirmidzi, Hakim, dan Baihaqi* dari *Abu Dzar r.a.,*
، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
_“Dan iringilah keburukan dengan kebaikan, kebaikan itu menghapus dosa keburukan, dan berakhlak-lah kamu kepada manusia dengan akhlak yang baik."_
9. Orang-orang bahagia yang taat, bagi mereka adalah kesudahan yang baik di akhirat, yaitu surga sebagai ganti dari neraka. Di akhirat hanya ada dua tempat, surga untuk orang yang taat dan neraka untuk orang yang durhaka.
Surga Adn adalah surga yang terbaik, di atasnya terdapat Arasy. Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan,
إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
_"Jika kalian memohon kepada Allah SWT, mohonlah al-Firdaus, karena ia adalah sebaik-baik surga dan surga tertinggi. Di atas al-Firdaus terdapat Arasy, dan dari al-Firdaus itulah sungai-sungai surga memancar.”_
10. Orang Mukmin yang saleh masuk surga bersama orang-orang Mukmin yang saleh dari para leluhur, istri, dan anak cucunya, meskipun nilai dan tingkatan amal-amal mereka tidak setinggi tingkatan amal dirinya. Jika mereka juga beriman dan beramal saleh, ia bergembira karena bisa berkumpul bersama kaum kerabat, keluarga dan istrinya di dalam surga. Karena karunia Allah SWT, pemuliaan kepada orang Mukmin, dan pahala bagi orang yang taat. Tentu itu menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Setiap orang dapat masuk surga dengan amal sendiri (jika dilihat dari sudut pandang keadilan) dan dengan rahmat Allah SWT (jika dilihat dari sisi karunia).
11. Syarat dan kriteria kesalehan dalam ayat ( وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ ) menjadi dalil bahwa ikatan nasab semata tidak berguna. Ikatan nasab tidak berguna jika tidak diikuti dengan amal saleh.
12. Para malaikat berbondong-bondong masuk dari berbagai pintu surga seraya menyampaikan ucapan selamat kepada orang-orang Mukmin dan berucap (سَلَـٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ) Kalian telah selamat dari berbagai malapetaka dan bencana. Atau, kalimat ini adalah kalimat berita yang bermakna doa. Maksudnya, kami mendoakan kalian semoga senantiasa selamat, aman, damai dan sejahtera selalu. Hal ini secara implisit mengandung pengakuan tentang penghambaan. Apa yang kalian dapatkan itu adalah berkat kesabaran kalian yang senantiasa menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Itu adalah sebaikbaik akhir dari alam yang sebelumnya kalian ada di dalamnya (yaitu dunia). Di sana, kalian mengerjakan amal saleh dan konsekuensinya mendapatkan tempat tinggal yang sekarang kalian berada di dalamnya (yaitu surga). Berdasarkan hal ini, kata uqbaa berarti isim, menurut pendapat Ibnu Salam. Atau, sebaik-baik pengganti neraka atau dunia adalah surga. Ini adalah pendapat *Abu Imran al-Jauni*.
13. Sebagian ulama menjadikan ayat ini sebagai landasan dalil bahwa malaikat lebih utama dari manusia. Ada yang mengatakan, Allah SWT menutup tingkatan-tingkatan kebahagiaan manusia dengan masuknya malaikat menemui mereka untuk memberikan ucapan selamat, salam, dan penghormatan. Oleh karenanya, malaikat lebih tinggi tingkatannya dari manusia. Seandainya malaikat lebih rendah tingkatannya dari manusia, mengapa mereka menemui manusia untuk mengucapkan salam, ini menunjukkan ketinggian dan kemuliaan derajat mereka.====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
