Surah Ar-Ra’d Ayat 30-34

AR-RA'D (11)

MUHAMMAD SAW. ADALAH PEMILIK RISALAH DAN SEORANG RASUL, PENJELASAN TENTANG KEAGUNGAN AL-QUR'AN DAN KUASA ALLAH SWT YANG KOMPREHENSIF

Surah Ar-Ra’d Ayat 30-34

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut:

1. Pengutusan para rasul sebelum Nabi Muhammad saw. merupakan sebuah fenomena umum. Ada sebagian dari kaum mereka yang beriman, namun kebanyakan dari mereka mendustakan dan kafir kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

2. Sebagaimana Allah SWT mengutus para rasul kepada umat-umat dan memberi mereka kitab suci yang dibacakan kepada umatnya, demikian pula Allah SWT memberi Nabi Muhammad saw. kitab suci. Kitab Suci ini adalah Al-Qur'an dan beliau membacakannya kepada kaumnya. Lalu mengapa mereka masih meminta yang lain?!

3. Allah SWT adalah Ilah Yang sebenarnya, Yang tiada Ilah selain Dia dan tiada sesembahan selain Dia. Zat Allah SWT adalah Esa dan Tunggal, meskipun sifat¬sifat-Nya beragam. Hanya kepada-Nya seorang hamba bertawakal, bersandar dan percaya. Hanya kepada-Nya kelak semua hamba kembali. Dan, hanya kepada-Nya seorang Mukmin bertawakal di setiap waktu, _ridha_ dengan _qadha_'-Nya, dan pasrah kepada perintah-Nya.

4. Seandainya di sana ada sebuah kitab samawi yang bisa memindahkan gunung-gunung dari tempatnya, memunculkan sungai-sungai dan sumber-sumber mata air, membelah bumi, dan bisa digunakan untuk berbicara kepada orang-orang yang telah mati untuk menghidupkannya kembali, tentu Al-Qur'an kitab itu. Seandainya ada bacaan kitab samawi yang bisa melakukan hal itu sebelum bacaan kitab kalian, niscaya bacaan kitab suci kalian pasti juga bisa melakukan hal yang sama.

5. Hendaknya manusia tahu, seandainya Allah SWT menghendaki, tentu Dia akan menunjuki manusia seluruhnya tanpa harus menyaksikan ayat-ayat dan mukjizat-mukjizat, memperhatikan dan merenungkan bukti-bukti kosmik yang ada di alam. Tetapi, Allah SWT tidak menghendakinya.

6. Orang-orang kafir di setiap masa senantiasa tertimpa malapetaka yang membinasakan, seperti halilintar, tertawan, paceklik, gempa bumi, gunung meletus atau berbagai adzab dan bencana lainnya, sebagaimana yang menimpa orang-orang yang mengolok-olok Nabi Muhammad saw., mereka adalah para pemuka Quraisy. Terkadang, bencana menimpa orang-orang yang ada di sekitar mereka sehingga mereka juga ikut terkena imbasnya.

7. Ayat *(وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ)* mengandung pengertian untuk menghibur dan menenteramkan hati Nabi Muhammad saw. sekaligus mengungkapkan kepada beliau kedunguan kaum beliau. Kaum para nabi yang lain juga mengolok-olok mereka, sebagaimana kaummu (Muhammad) mengolok-olok. Ayat ini juga mengandung ancaman terhadap mereka. Allah SWT memberikan penangguhan kepada mereka untuk beberapa saat agar beriman. Kemudian, ketika qadha' telah tiba, Allah SWT menghukum mereka. Sebagaimana Allah SWT telah melakukan tindakan terhadap orang-orang terdahulu, demikian pula terhadap orang¬orang musyrik Mekah dan terhadap setiap orang kafir di setiap zaman.

8. Tidak ada kesamaan sedikit pun antara Allah SWT Yang kuasa mendatangkan manfaat dan mudharat sebab perbuatan hamba, dengan berhala-berhala yang tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudharat. Hanya Allah Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Makna ayat ini, apakah Tuhan Yang mengawasi, menjaga, mengetahui dan mencatat segala apa yang diperbuat oleh tiap-tiap diri, sama seperti sekutu-sekutu yang mereka jadikan sesembahan yang tidak bisa mendatangkan mudharat dan manfaat?!

9. Berhala-berhala sama sekali tidak memiliki hakikat apa pun. Karena tidak ada sekutu di samping Allah SWT. Pegangan orang-orang musyrik, hanyalah persangkaan belaka yang tidak memiliki nilai kebenaran sedikit pun, tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran. Setan telah menjadikan ideologi mereka yang buruk tampak baik di mata mereka, memalingkan mereka dari jalan Allah SWT dan agama-Nya yang haqq, atau setan telah menjadikan kesesatan dan kekafiran mereka terlihat tampak baik di mata mereka.

10. Barangsiapa yang dibiarkan oleh Allah SWT tidak mendapatkan petunjuk, tidak ada baginya seorang penunjuk yang bisa menunjuki dan membimbingnya serta tidak ada orang yang mampu membawanya menuju jalan keselamatan dan kebahagiaan.

11. Orang-orang musyrik yang menghalang-halangi dari kebenaran dan tauhid, bagi mereka ada adzab di dunia seperti terbunuh, tertawan, terhina, dan yang lainnya berupa berbagai penderitaan, penyakit dan musibah. Namun, adzab yang lebih keras adalah di akhirat. Tidak ada bagi mereka seorang penolong yang bisa menyelamatkan mereka dari adzab Allah SWT dan tidak pula seorang pembela yang bisa menjauhkan mereka dari adzab. 

Dalam ayat ini terkandung informasi bahwa Allah SWT mengombinasikan untuk mereka antara adzab di dunia dan adzab akhirat yang jauh lebih berat dan keras, bahwa tiada seorang penolong pun yang bisa menyelamatkan mereka dari adzab.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login