AL HIJR
SURAH AL-HIJR
MAKKIYYAH, SEMBILAN PULUH SEMBILAN AYAT
PENAMAAN SURAH
Dinamakan surah al-Hijr karena di dalamnya disebutkan kisah _ashhaabul hijr_ [para penghuni atau penduduk al-Hijr], yaitu bangsa Tsamud. Al-Hijr adalah sebuah lembah yang terletak antara Madinah dan Syam.
PERSESUAIAN SURAH AL HIJR DENGAN SURAH IBRAAHIIM
Terdapat kesesuaian antara surah ini dengan surah Ibraahiim pada permulaan, penutup, dan isi. Pada permulaan, kedua surah sama-sama dibuka dengan ayat yang menggambarkan _al-Kitaab al-Mubiin_. Adapun pada isi, setiap surah memuat gambaran yang menjelaskan langit dan bumi, penuturan sebagian dari kisah Nabi Ibrahim a.s. dan
sebagian kisah para rasul terdahulu sebagai penghibur hati Rasulullah saw atas berbagai gangguan yang beliau hadapi dari kaum beliau. Mengingatkan beliau tentang apa yang dihadapi dan dialami oleh para nabi sebelum beliau dan pertolongan Allah SWT kepada mereka, disertai dengan mendebat kaum kafir dan kaum musyrik.
IBRAAHIIM (11)
BUKTI PETUNJUK ADANYA HARI KIAMAT DAN GAMBARANNYA, ATAU PENUNDAAN ADZAB HARI KIAMAT, KEADAAN ORANG-ORANG YANG DIADZAB SERTA BERGANTINYA LANGIT DAN BUMI
Surah Ibraahiim Ayat 42-52
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Adanya hari Kiamat merupakan suatu yang pasti dan tak terbantahkan. Adapun penangguhan adzab yang keras hingga hari Kiamat tiba, itu adalah karena suatu hikmah _Ilahiyyah_ yang manfaatnya kembali kepada kemaslahatan hamba-hamba. Dengan demikian hukuman mereka tidak disegerakan dan membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada mereka untuk memperbaiki keadaan mereka. Penangguhan adzab sama sekali bukan berarti bentuk persetujuan atas perbuatan-perbuatan mereka. Tetapi, memang sudah menjadi _sunnatullah_ atau ketetapan baku Allah SWT untuk memberikan penangguhan kepada para pelaku maksiat beberapa waktu. Di sini terkandung sebuah semangat yang menghibur hati Rasulullah saw. atas apa yang mengganggu hati dan pikiran beliau berupa sikap orang-orang musyrik yang berpaling dari keimanan kepada dakwah beliau. Maimun bin Mahran menuturkan, ini adalah ancaman bagi orang-orang yang berbuat zalim dan sekaligus penghibur bagi orang yang dizalimi.
IBRAAHIIM (10)
DOA-DOA NABI IBRAHIM A.S.
Surah Ibraahiim Ayat 35-41
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Mengajari kita untuk memohon nikmat keamanan kepada Allah SWT. Diawalinya doa Nabi Ibrahim dengan permohonan nikmat aman menunjukkan bentuk nikmat dan kebaikan yang paling agung, bahwa tidak ada satu pun dari kemaslahatan-kemaslahatan agama dan dunia yang bisa terwujud melainkan harus dengan terpenuhinya syarat aman.
2. Pensyari’atan berdoa untuk diri sendiri, keturunan, dan negeri tempat tinggal. Bahkan, seyogyanya setiap orang yang berdoa hendaknya berdoa untuk diri sendiri, kedua orang tua dan keturunan.
IBRAAHIIM (9)
BUKTI-BUKTI PETUNJUK ATAS WUJUD ALLAH SWT DAN TAUHID YANG TERDAPAT DI ALAM SEMESTA DAN DIRI MANUSIA
Surah Ibraahiim Ayat 32-34
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menerangkan kepada kita hal-hal sebagai berikut.
1. Allah SWT benar-benar telah membeberkan banyak sekali bukti petunjuk tentang wujud-Nya, kuasa-Nya, ilmu-Nya, dan keesaan-Nya. Di antaranya sepuluh bukti petunjuk yang disebutkan dalam ayat di atas, mulai dari penciptaan langit dan bumi, penurunan hujan dari awan mendung dan seterusnya.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 72 dari 248