AN-NAHL (10)
MEMENTAHKAN BERBAGAI IDEOLOGI KAUM MUSYRIKIN DAN AMAL-AMAL BURUK MEREKA
Surah an-Nahl Ayat 51-62
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Larangan terhadap politeisme atau syirik, memerintahkan monoteisme dan pengesaan Tuhan, karena Tuhan Yang Haqq tidak berbilang, setiap yang berbilang bukanlah Tuhan. Allah SWT Maha Esa pada Zat-Nya Yang Suci. Dalil _aqli_ dan dalil _syar’i_ telah menegaskan keesaan Allah SWT
2. Keesaan Allah SWT berkonsekuensi bahwa Dia semata Yang berhak disembah, tidak ada penyembahan selain kepadaNya, tidak boleh takut kepada selain Dia.
3. Keesaan Allah SWT juga berkonsekuensi bahwa segala sesuatu selain Allah SWT di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Semuanya adalah makhluk ciptaanNya. Maka _ad-Diin_, yakni ketaatan dan keikhlasan hanya untuk Allah SWT selamanya, tidak ada ketakwaan melainkan hanya kepada Allah SWT.
AN-NAHL (9)
GANJARAN ORANG-ORANG MUHAJIRIN, PARA RASUL ADALAH MANUSIA, TUGAS NABI MUHAMMAD SAW. DALAM MENERANGKAN AL-QUR'AN, SERTA ANCAMAN TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR
Surah an-Nahl Ayat 41-50
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Ganjaran orang-orang Muhajirin yang rela meninggalkan kampung halaman, rumah, tempat tinggal, dan harta benda mereka, tabah dan sabar atas berbagai gangguan, serta bertawakal kepada Tuhan mereka adalah mendapatkan tempat yang lebih utama, kedudukan yang baik, kehidupan yang menyenangkan, rezeki yang baik dan melimpah, kemenangan atas para musuh, menguasai negeri-negeri dan para penduduk. Berkat karunia Allah SWT, semua itu terealisasi dan mereka peroleh. Sungguh, ganjaran akhirat jauh lebih besar untuk diketahui oleh siapa pun sebelum menyaksikannya sendiri.
AN-NAHL (8)
ORANG-ORANG KAFIR MENGGUNAKAN TAKDIR SEBAGAI ALASAN DAN SIKAP MEREKA YANG MENGINGKARI _BA’TS_ SERTA KESERUPAAN MISI PARA RASUL
Surah an-Nahl Ayat 35-40
Sebab Turunnya Ayat 38
*Ar-Rabi’ Ibnu Anas* mengatakan dari *Abui Aliyah*, "Ada seorang musyrik yang berutang kepada seorang Muslim. Ia pun menagih. Di antara kata-kata yang ia ucapkan ketika menagih adalah, "Demi Zat Yang aku harapkan setelah mati." Lalu si musyrik berkata, "Kamu mengira bahwa kamu akan dibangkitkan kembali setelah mati?! Demi Allah, sungguh Allah tidak akan membangkitkan kembali orang mati." Lalu turunlah ayat ini.
AN-NAHL (7)
ANCAMAN BAGI ORANG-ORANG MUSYRIK ATAS SIKAP MEREKA YANG TENGGELAM DALAM KEBATILAN
Surah an-Nahl Ayat 33-34
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ أَمْرُ رَبِّكَ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ٣٣
*Artinya*: _Tidak ada yang ditunggu-tunggu orang kafir, selain dari datangnya para malaikat kepada mereka1# atau datangnya perintah Tuhan-mu2#. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri._
1#- Yakni kedatangan malaikat untuk mencabut nyawa mereka.
2#- Yakni kedatangan azab dari Allah untuk memusnahkan mereka.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 67 dari 248