Surah an-Nahl Ayat 24-29

AN-NAHL (5)

SIFAT-SIFAT ORANG SOMBONG, SIKAP ORANG-ORANG MUSYRIK YANG MENGINGKARI WAHYU, KENABIAN, DAN BALASAN MEREKA

Surah an-Nahl Ayat 24-29

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas memuat sanggahan terhadap opini sesat orang-orang kafir seputar Al-Qur'an. Mereka menyebut Al-Qur'an sebagai dongeng orang-orang terdahulu, bukan mukjizat dan tidak pula diturunkan dari Tuhan.

_“(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang."_ *(al-Furqaan: 5)*

Allah SWT menyanggah pernyataan mereka adalam ayat berikutnya,

_"Katakanlah (Muhammad), '(Al-Qur'an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”_ *(al-Furqaan: 6)*

Al-Qur'an memuat informasi tentang hal-hal gaib, dan itu pasti berasal dari Zat Yang Maha Mengetahui segala rahasia langit dan bumi.

Akibat pernyataan itu, mereka memikul dosa-dosa mereka sepenuhnya, tanpa ada sedikit pun yang dikurangi. Di dunia mereka pun ditimpa malapetaka oleh sebab kekafiran mereka. Mereka juga memikul dosa-dosa orang-orang yang mengikuti mereka. Itu disebabkan oleh kekafiran dan tindakan mereka menyesatkan orang lain. Hal itu disebabkan kebodohan mereka tentang dosa yang akan mereka pikul. Sebab, seandainya mereka mengetahuinya, tentu mereka tidak akan berani menyesatkan orang lain. Seburuk-buruk dosa yang mereka pikul adalah dosa yang mereka pikul itu. Jadi, mereka memikul dua dosa, yaitu dosa kesesatan mereka sendiri dan dosa orang-orang yang mereka sesatkan.

Hukuman mereka di dunia mirip dengan hukuman yang ditimpakan atas para punggawa kekafiran terdahulu seperti Namrudz bin Kan'an dan kaumnya. Mereka ingin naik ke langit dan memerangi para penduduk langit. Mereka pun membangun sebuah menara yang tinggi, supaya bisa mereka gunakan untuk naik ke langit. Menara itu hancur dan runtuh menimpa mereka akibat gempa atau angin. Hukuman mereka adalah makar dan rencana jahat mereka digagalkan total serta mereka dibinasakan.

Mereka juga mendapatkan hukuman di akhirat, yaitu dihina dan dipermalukan dengan adzab yang menyakitkan dan pedih disebabkan kekafiran mereka, di samping kecaman, cercaan, dan cemoohan. Juga terkuaknya sebuah fakta kebenaran bahwa sama sekali tidak ada sekutu bagi Allah SWT

Masing-masing dari kedua hukuman itu, yaitu hukuman di dunia dan hukuman akhirat disebabkan sikap mereka yang bersikukuh atas kekafiran sampai ajal menjemput. Ketika ajal menjemput, mereka baru mengikrarkan _rubuubiyyah_ *Allah SWT* dan tunduk. Semua itu tidak berguna bagi mereka. Dan, Allah SWT Maha Mengetahui segala perbuatan orang-orang kafir.

Ayat ini menjadi dalil bahwa ketika seorang kafir atau munafik meninggalkan dunia (ajal tiba), maka saat itu ia menampakkan ketundukan, kepasrahan dan kepatuhan. Namun, pertobatan dan keimanan mereka sudah tidak berguna, sebagaimana firman *Allah SWT*,

_"Maka iman mereka ketika mereka telah melihat adzab Kami tidak berguna lagi bagi mereka."_ *(al-Mu'min: 85)*

Dan dikatakan kepada mereka ketika mati,

_"Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri."_ *(an-Nahl: 29)*

Tiap-tiap golongan orang kafir akan memasuki pintu yang dikhususkan baginya dan menetap di tingkatan Jahannam yang dikhususkan untuknya. Maka, itu adalah seburuk-buruk tempat menetap bagi orang-orang yang bersikap sombong, angkuh, tidak beriman, dan tidak menyembah Allah SWT di dunia sebagai tempat pembebanan. Hal ini sebagaimana yang dideskripsikan oleh Allah SWT dalam ayat,

_"Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, *'La ilaha illallah’* (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri."’_ *(ash-Shaaffaat: 35)* ====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login