SURAH AL-ISRAA'
SURAH AL-ISRAA'
MAKKIYYAH, SERATUS SEBELAS AYAT
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan surah al-Israa’ karena ia dibuka dengan mukjizat isra’ Nabi saw. pada malam hari dari Mekah ke Madinah. Surah ini juga dinamakan surah Bani Isra’il karena surah ini memaparkan kisah dua kali terasingnya mereka di muka bumi sebab kerusakan yang mereka timbulkan. Allah berfirman,
_"Dan Kami tetapkan terhadap Bani Isra'il dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."_
AN-NAHL (26)
ASAS DAKWAH KEPADA AGAMA, MENGHUKUM HARUSLAH SEPADAN DAN SABAR DALAM MENGHADAPI BERBAGAI MUSIBAH
Surah an-Nahl Ayat 125-128
Sebab Turunnya Ayat 126
*Al-Hakim, al-Baihaqi* dalam _Ad-Dalaa'il_ dan _al-Bazzar_ meriwayatkan dari *Abu Hurairah r.a*., Rasulullah saw. berdiri di dekat jasad *Hamzah a.s*. ketika ia syahid, dan waktu itu jasadnya dimutilasi, lalu beliau berkata, _"Sungguh aku akan melakukan pembalasan untuk kamu wahai Hamzah dengan memutilasi tujuh puluh orang dari mereka."_ Lalu *Malaikat Jibril a.s*. turun — sedang waktu itu Rasulullah saw. masih berdiri — dengan membawa beberapa ayat penutup Surah an-Nahl *(وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ)* sampai akhir surah. Lalu Rasulullah saw. pun menahan diri dan mengurungkan keinginan beliau.
*Tirmidzi* dan *al-Hakim* meriwayatkan dari *Ubaiy Ibnu Ka’b r.a.*, ia berkata,
"Pada kejadian perang Uhud, korban dari kaum Anshar berjumlah enam puluh empat dan dari kaum Muhajirin berjumlah enam orang termasuk Hamzah r.a.. Jasad para korban itu dimutilasi oleh musuh. Lalu kaum Anshar berkata, ‘Sungguh jika kami pada suatu hari berhasil mengalahkan mereka, kami akan membalas mereka lebih dari ini.' Lalu ketika terjadi _Fathu Mekah_, Allah SWT menurunkan ayat ini, *(وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ)*
AN-NAHL (25)
NABI IBRAHIM A.S., PENGIKUT _MILLAH_ NYA, DAN PENGAGUNGAN UMAT YAHUDI KEPADA HARI SABTU
Surah an-Nahl Ayat 120-124
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
1. Nabi Ibrahim a.s. dideskripsikan dengan sembilan sifat luhur dan mulia tentu layak diteladani. Tujuan dari pemaparan ini adalah menyeru kaum musyrikin Arab kepada _millah_ Nabi Ibrahim a.s. yang mengajak manusia kepada ajaran tauhid dan menghapus kesyirikan menuju kepada syari’at-syari'at Ilahi. Karena Nabi Ibrahim a.s. adalah moyang bangsa Arab yang mereka bangga-banggakan, mengakui jejak langkahnya yang baik dan mengakui keharusan untuk mengikutinya. Nabi Ibrahim a.s. pula yang membangun Baitul Haram yang menjadi kemuliaan dan kebanggaan mereka.
AN-NAHL (24)
MAKANAN-MAKANAN YANG HALAL LAGI BAIK DAN MAKANAN-MAKANAN YANG HARAM LAGI BURUK
Surah an-Nahl Ayat 114-119
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dari ayat-ayat di atas bisa diambil sejumlah kesimpulan hukum sebagai berikut.
1. Diperbolehkannya yang halal lagi baik yang tidak mengandung mudharat di dalamnya. Diharamkannya hal yang buruk dan membahayakan yang mengakibatkan keburukan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini, sungguh menuntut untuk mensyukuri nikmat.
2. Hal-hal dasar yang diharamkan dalam syari’at ada empat, yaitu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan selain atas nama Allah SWT dan atas selain nama Allah SWT.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 63 dari 248