AL-ISRAA' (16)
UPAYA ORANG-ORANG MUSYRIK MEMFITNAH NABI SAW. DAN MENGUSIR BELIAU DARI MEKAH
Surah al-Israa’ Ayat 73-77
Sebab Turunnya Ayat
*1. Ayat 73*
Ibnu Mardawaih, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Ishaq dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Umayyah bin Khalaf, Abu Jahl bin Hisyam, dan beberapa tokoh Quraisy mendatangi Rasulullah saw., lalu berkata, "Wahai Muhammad, mari mengusap-usap Tuhan-Tuhan kami dan kami akan masuk agamamu." Ketika itu Rasulullah saw. ingin kaum beliau masuk Islam sehingga ia pun bersikap lembut kepada mereka. Lalu Allah menurunkan ayat, *(وَإِن كَادُوا۟ لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ ٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ)* hingga firman-Nya *( ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيرًۭا)*
AL-ISRAA' (15)
KONDISI MANUSIA DENGAN PARA PEMIMPIN MEREKA PADA HARI KIAMAT
Surah al-Israa’ Ayat 71-72
يَوْمَ نَدْعُوا۟ كُلَّ أُنَاسٍۭ بِإِمَـٰمِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِىَ كِتَـٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَـٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًۭا ٧١
_(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu dan mereka tidak dianiaya sedikit pun._
وَمَن كَانَ فِى هَـٰذِهِۦٓ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًۭا ٧٢
_Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)._
AL-ISRAA' (14)
SEJUMLAH NIKMAT ALLAH SWT KEPADA MANUSIA
Surah al-lsraa’ Ayat 66-70
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini.
1. Allah SWT memberikan banyak keutamaan dan nikmat kepada manusia selain rezeki dan kehidupan. Di antaranya adalah ditundukkannya kapal-kapal di lautan agar dapat dinaiki, dimudahkannya sarana transportasi, dan dimudahkannya pengangkutan barang-barang dagangan. Hal ini mengharuskan manusia untuk bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmat tersebut dan tidak menyekutukanNya dengan selain Allah.
2. Di antara nikmat dan rahmat Allah SWT ialah menyelamatkan manusia dari berbagai bahaya dan kesulitan di lautan ketika ombak mengalir deras dan airnya berguncang sehingga orang yang sedang dilanda kesulitan tidak mendapatkan tempat kembali selain Allah untuk menghilangkan kesulitannya. Berdasarkan fitrah, setiap orang mengetahui dengan pasti bahwasanya berhala-berhala tidak memiliki daya dan upaya apa pun ketika terjadi berbagai kesulitan yang besar. Akan tetapi, manusia selalu saja berbuat zalim dan banyak kufur terhadap nikmatnikmat Allah kecuali yang Allah lindungi. Yang dimaksud dengan "manusia" di dalam firman-Nya, adalah seluruh manusia mencakup orang Mukmin dan orang kafir.
AL-ISRAA' (13)
KISAH NABI ADAM DENGAN IBLIS, DAN PERINTAH ALLAH KEPADA PARA MALAIKAT UNTUK BERSUJUD KEPADA ADAM
Surah al-Israa’ Ayat 61-65
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut.
1. Sikap terus membangkang dan sombong dari orang-orang musyrik terhadap Allah mengingatkan kepada kisah iblis ketika membangkang perintah Allah dan tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Ketika itu, iblis berkata bahwa Nabi Adam berasal dari tanah, sedangkan dia berasal dari api, dan inti dari api lebih baik daripada inti tanah. Padahal inti dari semua benda adalah serupa. Iblis berkata kepada Allah, "Beritahukan kepadaku tentang makhluk yang Engkau utamakan melebihi diriku dan mengapa Engkau mengutamakannya?" Dengan gaya menantang ia juga berkata, "Sungguh, aku akan menggoda dan menyesatkan semua keturunan Adam. Aku juga akan mengganggu dan menyesatkan mereka kecuali sedikit saja dari mereka yang terjaga."
Inspirasi Qur'ani
Halaman 59 dari 248