*AL-KAHF (9)*
*PENJELASAN AL-QUR’AN, TUGAS PARA RASUL, KEZALIMAN ORANG TIDAK MAU BERIMAN DAN SEBAB DITUNDANYA AZAB HINGGA WAKTU YANG TELAH DITENTUKAN*
*Surah al-Kahf Ayat 54-59*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa poin sebagai berikut.
1. Penjelasan Al-Qur’an seputar dalil-dalil ketuhanan, keesaan, pelajaran dan umat-umat terdahulu adalah penjelasan yang jelas dan sempurna yang dapat merealisasikan tujuannya secara sempurna, yaitu agar manusia mendapatkan hidayah.
2. Manusia, khususnya orang kafir, merupakan makhluk yang paling banyak membantah dan menyukai perdebatan yang bertujuan menghancurkan kebenaran dan mempertahankan hal-hal yang disukainya yaitu mengikuti hawa nafsu, mengikuti para pendahulu dan nenek moyang, mempertahankan kekafiran serta mempertahankan kedudukan duniawi dan keuntungan materi.
3. Pada umumnya manusia memiliki pandangan yang pendek. Tidak ada yang menghalangi manusia untuk beriman, memohon ampun kepada Allah dan kembali kepada-Nya, setelah kedatangan Al-Qur'an, Islam, dan Nabi Muhammad saw., melainkan salah satu dari dua hal.
*AL-KAHF (8)*
*KISAH SUJUD KEPADA NABI ADAM*
*Surah al-Kahf Ayat 50-53*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat 50 hingga 53 dari surah al-Kahf di atas menunjukkan beberapa hal sebagai berikut.
1. Allah memuliakan bapak kita, Adam dan manusia secara keseluruhan dengan memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Adam saat pertama kali diciptakan, yaitu sujud untuk memberi hormat dan memuliakan, bukan sujud dengan tujuan menyembahnya dan menganggapnya suci.
2. Seluruh malaikat tunduk kepada perintah Allah untuk bersujud, maka mereka pun bersujud kecuali iblis yang berasal dari jin. Iblis menolak untuk bersujud dan membangkang perintah Tuhannya serta keluar dari ketaatan kepada Allah SWT.
*AL-KAHF (7)*
*DIJALANKANNYA GUNUNG, DIKUMPULKANNYA MANUSIA DI PADANG MAHSYAR, DAN DITUNJUKKANNYA BUKU AMAL PERBUATAN MANUSIA DI HARI KIAMAT*
*Surah al-Kahf Ayat 47-49*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini menjelaskan awal mula terjadinya Kiamat hingga akhir hisab. Ayat ini diawali dengan penjelasan tentang perubahan keadaan dunia seperti gunung yang bergerak, maksudnya gunung-gunung yang posisinya hilang dari tempat asalnya di muka bumi, bergeraknya gunung tersebut seperti awan yang berjalan, seperti yang terekam dalam ayat lain,
_"Padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan."_ *(an-Naml: 88)*
Gunung-gunung tersebut kemudian dihancurkan dan berjatuhan kembali ke bumi, sebagaimana firman Allah,
_"Dan gunung-gunung itu digiring pelan-pelan, maka gunung-gunung tersebut seperti debu yang beterbangan."_ *(al-Waaqi'ah: 5-6)*
Kemudian dunia berubah menjadi dataran yang terang dan jelas. Tidak terdapat apa pun yang menutupinya, seperti gunung, pepohonan dan gedung. Karena ketika itu pepohonan musnah, gunung-gunung dicabut dari tempatnya dan gedung-gedung yang diluluhlantakkan.
*AL-KAHF (6)*
*PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA*
*Surah al-Kahf Ayat 45-46*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Manusia, terutama orang-orang sombong yang mengusir kaum Mukmin yang miskin, selayaknya mengetahui perumpamaan kehidupan dunia yang sesungguhnya. Maksudnya hal yang serupa dengan kehidupan dunia tersebut tidak abadi dan kekal pada satu keadaan, yaitu seperti air yang tidak menetap di satu tempat dan tidak pernah berjalan lurus pada satu garis. Kehidupan dunia juga seperti air tersebut karena bersifat sementara. Suatu ketika kehidupan duniawi tersebut akan pergi dan tidak tetap. Kehidupan duniawi tersebut juga demikian, ia tidak membiarkan seorang pun yang memasukinya tidak tergoda oleh keindahannya dan selamat dari kekurangannya. Sama seperti orang yang masuk ke dalam air pasti akan basah terkena air. Menikmati kehidupan dunia secara wajar pasti bermanfaat, tetapi jika berlebihan pasti akan membahayakan. Demikian halnya air, jika volume air melebihi batas normal pasti akan berbahaya dan menghancurkan.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 55 dari 248