AL-ISRAA' (15)
KONDISI MANUSIA DENGAN PARA PEMIMPIN MEREKA PADA HARI KIAMAT
Surah al-Israa’ Ayat 71-72
يَوْمَ نَدْعُوا۟ كُلَّ أُنَاسٍۭ بِإِمَـٰمِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِىَ كِتَـٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَـٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًۭا ٧١
_(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu dan mereka tidak dianiaya sedikit pun._
وَمَن كَانَ فِى هَـٰذِهِۦٓ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًۭا ٧٢
_Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Kedua ayat di atas mengajarkan beberapa hal berikut ini.
1. Hisab antar para makhluk pada hari Kiamat dikuatkan dengan bukti dan dokumen-dokumen. Setiap manusia akan dipanggil untuk dihisab berdasarkan buku catatan amalnya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT,
_"Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.”_ *(al-Jaatsiyah: 28)*
Panggilan di akhirat adalah dengan nama mereka dan nama ayah mereka. Berbeda dengan pendapat bahwa panggilan ketika itu adalah dengan nama mereka dan nama ibu mereka karena hal itu lebih dapat menutupi cela ayahnya. Sebagaimana pendapat Muhammad bin Ka’ab. Dalilnya adalah hadits dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa "Rasulullah saw. bersabda:
إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يُرْفَعُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ، فَقِيلَ: هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ
_“Ketika Allah mengumpulkan seluruh manusia dari yang terdahulu dan yang akan datang pada hari Kiamat, maka akan dipancangkan panji untuk setiap pengkhianat, lalu dikatakan, 'Ini adalah pengkhianatan fulan bin fulan!”_ *(HR Bukhari dan Muslim)*
Sabda Nabi saw., _"Ini adalah pengkhianatan fulan bin fulan"_, merupakan dalil bahwa panggilan adalah dengan nama ayah, bukan dengan nama ibu.
2. Tidak ada kebahagiaan setelah kengerian hisab yang melebihi kebahagiaan menerima buku catatan amal dengan tangan kanan karena itu merupakan dalil bagi keselamatan, kemenangan, dan kebahagiaan abadi. Ya Allah jadikanlah kami dalam golongan orang-orang yang menerima buku catatan dengan tangan kanan.
3. Orang yang ketika di dunia buta dari mengambil pelajaran, mengetahui kebenaran dan berdalil dengan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam ini yang menunjukkan kepada wujud-Nya dan keesaan-Nya, di akhirat dia akan buta dan sangat tersesat. Dia tidak mendapatkan petunjuk menuju jalan kebenaran dan tidak menemukan jalan untuk mendapatkan hidayah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:
_"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."_ *(Thaahaa: 124)*
Dan Allah berfirman:
_"Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam."_ *(al-Israa': 97)* =====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
