Surah Ibraahiim Ayat 42-52

IBRAAHIIM (11)

BUKTI PETUNJUK ADANYA HARI KIAMAT DAN GAMBARANNYA, ATAU PENUNDAAN ADZAB HARI KIAMAT, KEADAAN ORANG-ORANG YANG DIADZAB SERTA BERGANTINYA LANGIT DAN BUMI

Surah Ibraahiim Ayat 42-52

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.

1. Adanya hari Kiamat merupakan suatu yang pasti dan tak terbantahkan. Adapun penangguhan adzab yang keras hingga hari Kiamat tiba, itu adalah karena suatu hikmah _Ilahiyyah_ yang manfaatnya kembali kepada kemaslahatan hamba-hamba. Dengan demikian hukuman mereka tidak disegerakan dan membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada mereka untuk memperbaiki keadaan mereka. Penangguhan adzab sama sekali bukan berarti bentuk persetujuan atas perbuatan-perbuatan mereka. Tetapi, memang sudah menjadi _sunnatullah_ atau ketetapan baku Allah SWT untuk memberikan penangguhan kepada para pelaku maksiat beberapa waktu. Di sini terkandung sebuah semangat yang menghibur hati Rasulullah saw. atas apa yang mengganggu hati dan pikiran beliau berupa sikap orang-orang musyrik yang berpaling dari keimanan kepada dakwah beliau. Maimun bin Mahran menuturkan, ini adalah ancaman bagi orang-orang yang berbuat zalim dan sekaligus penghibur bagi orang yang dizalimi.

2. Hari hisab dipenuhi oleh kebingungan, kepanikan, ketakutan, kegelisahan, dan kegalauan. Kamu akan melihat orang-orang kafir dan para pendurhaka sangat panik. Mata mereka terbelalak karena dahsyatnya kengerian-kengerian yang mereka saksikan pada hari itu. Mereka keluar dari kubur dengan segera dan langsung bergegas menuju ke sang penyeru, sambil mata terus terbuka tanpa berkedip dan memandang ke depan dalam keadaan penuh kehinaan dan ketidakberdayaan. Mata mereka terus terbuka karena begitu dahsyatnya pemandangan yang ada, sementara hati, akal, dan pikiran mereka benar-benar kosong dan tidak berfungsi, tidak lagi bisa berpikir dan memahami karena begitu dahsyatnya keadaan yang terjadi.

3. Pada hari Kiamat, tidak ada tempat untuk lari menyelamatkan diri dari adzab. Tidak ada seorang pun yang bisa mencoba untuk menghindar darinya. Tidak ada lagi harapan untuk kembali ke dunia untuk memperbaiki akidah, perkataan, dan perbuatan.

4. Betapa banyak nasihat dan _i’tibar_, namun betapa minimnya kesadaran mengambilnya! Banyak orang yang tinggal di tempat yang dahulunya dihuni oleh orang-orang yang zalim, seperti negeri Tsamud dan lain sebagainya. Namun mereka tidak bisa mengambil i’tibar dan pelajaran dari jejak dan bekas tempat tinggal mereka, yaitu nampak jelas jejak yang ditinggalkan dari perbuatan Allah SWT terhadap mereka. Selain itu, Allah SWT juga menerangkan kepada mereka berbagai perumpamaan dan ilustrasi dalam Al-Qur’an untuk menjadi bahan _i’tibar_ dan nasihat.

5. Perbuatan makar dan rencana jahat orang-orang kafir dengan berbuat syirik terhadap Allah SWT, mendustakan para rasul, pembangkangan adalah sama sekali berarti. Allah SWT mengetahui dengan sempurna dan detail semua perbuatan makar mereka dan Dia pasti akan membalas perbuatan makar tersebut. Perbuatan makar mereka lemah dan tidak berdampak apa pun, tidak akan bisa sedikit pun menyingkirkan gunung-gunung, melengserkan Islam dan Al-Qur’an yang kuat dan kukuh laksana gunung. Allah SWT benar-benar menjaga dan memelihara Rasul-Nya. dari berbagai bentuk makar yang mereka rencanakan.

6. Allah SWT pasti merealisasikan janji-Nya kepada para rasul dan kekasih-Nya. Allah SWT tidak akan menyalahi janji-Nya untuk menolong golongan kebenaran dan menghukum golongan kebatilan. Allah SWT Mahakuat, Mahamenang tidak terkalahkan dan pasti akan membalas para musuh-Nya. Di antara Asma Allah SWT adalah _Al-Muntaqim Al-Jabbaar_ (Yang Maha Membalas, Maha Berkuasa, Maha Mengalahkan).

7. Pada hari Kiamat, bumi dan langit berubah dan berganti. Bergantinya bumi menurut pendapat kebanyakan ulama adalah perubahan sifat dan karakteristiknya, gundukannya didatarkan, gunung-gunungnya hancur rata, sehingga menjadi hamparan tanah yang terbentang datar. Sedangkan pergantian langit maksudnya adalah bintang dan planet-planet hancur matahari dan rembulan padam.

8. Gambaran keadaan para pendosa di dalam neraka begitu memilukan. Mereka diikat dan dibelenggu, kulit sekujur tubuhnya dilumuri dengan ter atau belangkin, muka dan sekujur tubuhnya diliputi oleh kobaran api yang menyala hebat.

9. Sesungguhnya dibangkitkan dan dikumpulkannya umat manusia pada hari Kiamat adalah untuk memberikan keadilan kepada mereka serta menegakkan keadilan yang mutlak di antara mereka. Setiap diri dibalas sesuai dengan amal perbuatannya, jika baik, baik pula balasannya dan jika buruk, buruk pula balasannya.

10. Al-Qur’an berisi nasihat-nasihat untuk manusia, peringatan atas hukuman Allah SWT, sumber ilmu pengetahuan tentang keesaan-Nya berdasarkan hujjah dan bukti-bukti yang terkandung di dalamnya, serta menjadi nasihat, pelajaran dan _i'tibar_ bagi orang-orang yang berakal. *Yaman bin Ri'ab* meriwayatkan bahwa ayat ini *(هَـٰذَا بَلَـٰغٌۭ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُوا۟ بِهِۦ)* turun menyangkut diri *Abu Bakar ash-Shiddiq*. Ada sebagian ulama ditanya, "Apakah Kitabullah memiliki alamat?” Ia menjawab, "Ya, ada." Lalu ditanyakan, "Mana?” ia menjawab, "Yaitu ayat, *(هَـٰذَا بَلَـٰغٌۭ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُوا۟ بِهِۦ)*

11. Ayat terakhir dari surah ini menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki suatu keutamaan, kelebihan dan prestasi melainkan oleh karena akalnya. Allah SWT menegaskan. Dia menurunkan kitab-kitab suci dan mengutus rasul-rasul adalah untuk mengingatkan orang-orang yang berakal.

12. Awal surah ini tersambung, sesuai dan relevan dengan bagian akhirnya. Awal surah ini *( لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ)* menunjukkan bahwa maksud dan tujuan dari penurunan Al-Kitab adalah untuk membimbing semua makhluk menuju kepada agama dan ketakwaan, serta mencegah mereka dari kekafiran dan kedurhakaan. Sedangkan bagian akhirnya *(وَلِيَذَّكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ)* menunjukkan bahwa Allah SWT memaparkan pelajaran, tuntunan, dan nasihat-nasihat ini supaya dimanfaatkan oleh umat manusia sehingga mereka pun bisa menjadi orang-orang Mukmin yang taat, meninggalkan kekafiran, kemaksiatan, dan kedurhakaan.===

*Alhamdulillah, Juz Tiga Belas Selesai.*

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login