AR-RA'D (5)
BEBERAPA BENTUK MANIFESTASI ULUUHIYYAH ALLAH SWT, RUBUUBIYYAHNYA, DAN KUASA-NYA
Surah Ar-Ra'd Ayat 12-15
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan kepada kita sejumlah hal seperti berikut.
1. Penjelasan tentang kekuasaan Allah SWT bahwa penundaan hukuman terhadap para pelaku maksiat bukan menunjukkan kelemahan Allah. Ayat ini membicarakan kilat, awan mendung, guruh, dan halilintar merupakan bukti-bukti nyata tentang kekuasaan Allah SWT Yang Mahakuat dan sangat keras pembalasan-Nya. Kata alMihaal atau al-Mumaahalah berarti merencanakan trik untuk mengalahkan dan menghukum.
Terjadinya kilat, misalnya, merupakan sebuah bukti mengagumkan tentang kuasa Allah SWT. Komposisi awan mendung terbentuk dari bagian-bagian yang bersifat basah dan berunsur air, udara, dan api. Namun yang dominan adalah air. Air adalah material yang bersifat dingin dan basah. Sedangkan api bersifat panas dan kering. Kilat adalah sesuatu yang berunsur api, sedangkan awan mendung memiliki komposisi yang lebih didominasi oleh air. Munculnya kilat yang berunsur api, dari sesuatu yang berlawanan yaitu awan mendung yang berunsur air, mesti ada sesuatu yang memunculkan sesuatu dari sesuatu yang lain yang berlawanan, Dia adalah Allah SWT Yang Maha Pencipta lagi Maha Berkehendak bebas.
Terbentuknya bagian-bagian awan yang berunsur air, baik proses terjadinya awan berlangsung di udara atau berasal dari uap laut yang naik, pasti karena diadakan oleh Zat Yang Mahabijaksana lagi Mahakuasa Yang memperadakan.
Suara guruh yang mencekam yang terjadi karena benturan gumpalan-gumpalan massa udara sebagai akibat terpecahnya bagian dari massa udara tersebut oleh kilat, merupakan bukti lain atas kuasa Ilahi.
Halilintar yang menakutkan dan memiliki daya perusak yang muncul dari awan mendung sebagai akibat dari terjadinya gesekan muatan listrik awan mendung dengan muatan listrik bumi, menjadi bukti nyata tentang uluuhiyyah dan keberadaan Sang Mahawujud Yang Mahaluhur lagi Mahasuci dari sifat kurang dan sifat mungkin.
2. Segala sesuatu yang ada di alam, seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, benda mati, jin, dan malaikat bertasbih memuji Allah SWT. Kilat bertasbih memuji Allah SWT, karena takut kepada-Nya oleh sebab keagungan dan kebesaran-Nya. Bertasbih maksudnya, menyucikan Allah SWT dari memiliki sekutu, orang tua, anak, dan istri, serta memuja dan mengagungkan-Nya. Akan tetapi, manusia tidak memahami dan tidak mengetahui bentuk tasbih makhluk lain selain mereka.
3. Meskipun telah nyata keberadaan bukti-bukti yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah SWT, orang-orang kafir tetap saja membantah tentang Allah SWT, serta meragukan wujud dan _uluuhiyyah_ -Nya. Padahal, Allah SWT Mahakuat dan sangat keras pembalasan dan hukumanNya, Mahakuat dalam mengalahkan orang-orang yang meragukan dan membantah secara batil tersebut.
4. Hanya bagi Allah penyembahan, ibadah dan doa yang haqq dan benar. Barangsiapa yang menyembah kepada-Nya, penyembahan itulah yang _haqq_ dan benar. Adapun penyembahan kepada berhala dan _ilah-ilah_ palsu lainnya, itu adalah batil, tiada berguna sedikit pun.
5. _Ilah-ilah_ palsu yang orang-orang kafir berdoa kepadanya sekali-kali tidak akan bisa sedikit pun mewujudkan suatu permintaan seseorang. Dalam hal ini, ilah-ilah palsu itu tidak bisa sedikit pun memperkenankan suatu doa sebagaimana posisi air terhadap orang yang membuka kedua telapak tangannya kepada air itu. Sementara air adalah benda mati yang tidak mengerti keberadaan siapa pun, tidak mengerti kebutuhannya kepada air tersebut, dan tidak pula bisa memperkenankan permintaan orang yang meminta kepadanya. Begitu juga dengan apa yang mereka sembah dan mereka mintai itu adalah benda mati. Sama sekali tidak mengerti doa mereka, tidak mampu mengabulkan doa mereka, dan tidak pula mampu memberikan manfaat sedikit pun kepada mereka.
6. Ayat (وَلِلَّهِ يَسْجُدُ) menunjukkan bahwa wajib bagi setiap penduduk langit dan bumi untuk bersujud kepada Allah SWT, baik secara suka rela maupun terpaksa, baik suka maupun tidak suka. Sehingga dengan begitu, ayat ini menunjukkan pengertian kewajiban bersujud, namun pengertian ini diungkapkan dengan bentuk ungkapan yang memiliki arti terjadinya perbuatan sujud. Atau, maksud ayat ini adalah semua penduduk langit dan bumi mengakui status kehambaan kepada Allah SWT, berdasarkan firman-Nya,
_"Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Tentu mereka akan menjawab, 'Allah."_ *(Luqmaan: 25)*
Ada yang berpendapat bahwa sujud di sini adalah sebuah ungkapan ketundukan dan tidak akan bisa menentang kuasa dan kehendak Allah SWT. Semua penduduk langit dan bumi pasti bersujud kepada Allah SWT dengan bentuk sujud seperti dalam pengertian ayat ini. Karena kuasa dan kehendak Allah SWT pasti berlaku efektif dan terlaksana terhadap segala hal.
7. Ayat (وَظِلَـٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ) menunjukkan bahwa setiap bayangan orang, baik orang Mukmin maupun orang kafir, bersujud kepada Allah SWT. *Mujahid* mengatakan, bayangan orang Mukmin bersujud kepada Allah SWT secara suka rela. Sedangkan bayangan orang kafir bersujud kepada Allah SWT secara terpaksa, sedang ia tidak suka. Ada yang mengatakan, sujudnya bayangan, adalah perubahan dan pergerakan arahnya dari satu sisi ke sisi yang lain, serta perubahan panjang pendeknya, akibat dari pergerakan turun naiknya matahari. Bayangan makhluk tunduk pasrah dalam perubahan pendek panjangnya dan perubahan arahnya dari satu sisi ke sisi yang lain. Di sini, waktu yang disebutkan secara khusus hanya waktu pagi dan petang karena pada dua waktu tersebut bayangan berbentuk besar dan banyak.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
